Oleh: Falah Abu Ghuddah Suatu ketika Rasulullah pernah membawa cucunya berjama’ah di masjid bahkan beliau pun tak segan tuk menggendong m...
Suatu ketika Rasulullah pernah membawa cucunya berjama’ah di masjid bahkan beliau pun tak segan tuk menggendong mereka ketika sholat. Di kesempatan lain beliau juga membangunkan keluarganya untuk mendirikan sholat malam di akhir bulan Ramadhan.
Dari sini kita dapat belajar dari kehidupan manusia terbaik bagaimana beliau melibatkan dan mulai mendidik anak dan keluarganya dalam ibadah. Kadang tak jarang pendidikan ini sudah dimulai sejak sang anak masih berusia dini. Hal ini dapat dimaklumi kiranya, karena keberhasilan kita dalam mendidik anak pada masa awal akan sangat menentukan keberhasilan mereka pada masa-masa selanjutnya.
Bukankankah pepatah mengatakan mendidik anak pada masa dini bagai mengukir di atas batu namun mendidik anak di usia senja bagai mengukir di atas air? Waktu tak terasa terus bergulir hingga membawa kita pada bulan penuh berkah. Bulan yang dinanti-nantikan seluruh muslim di seluruh dunia. Sebuah momen untuk pembekalan dan reparasi diri. Membekali diri dengan sebaik-baik bekal, iman dan takwa.
Bukankah sebaik-baik bekal adalah takwa dan itu sejajar dengan tujuan kita digembleng dan berpuasa di bulan ini, untuk menjadi orang-orang yang bertakwa (la’llakum tattaqun).
Kita memang merasa bahagia dan senang dengan datangnya bulan Qur'an ini namun terkadang sebagian kita ada yang masih bertanya-tanya, persiapan apakah yang akan diberikan untuk sang buah hati di bulan suci ini?
Ada sebuah artikel menarik yang dimuat pada majalah Al-Wa’yu al-Islami (sebuah majalah bulanan yang diterbitkan oleh kementrian wakaf Kuwait) dan kami coba sempurnakan hingga dapat menjadi kado spesial bagi orang tua, para pendidik atau calon ayah dan bunda untuk para buah hati mereka. Selamat menikmati..
Sebelum memperinci amalan-amalan dan ibadah yang dapat kita berikan pada sang buah hati. Pertama-tama kita harus terlebih dahulu membedakan usia mereka karena perbedaan usia tentu akan berdampak pada porsi dan jatah ibadah yang harus dijalani yang pastinya akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Ibadah pertama yang dapat kita ajarkan pada sang buah hati adalah puasa. Ia merupakan ibadah “maestro” pada bulan ini. Bagi anak TK atau kelas satu SD kita cukup dengan memberikan support atau stimulan tentang puasa Ramadhan.
Kita tidak perlu terlalu memaksanya untuk berpuasa satu hari penuh namun disesuaikan dengan kekuatan sang anak. Namun bagi anak kelas tiga, empat dan seterusnya sebaiknya ia sudah harus dilatih berpuasa sehari penuh. Hal ini mengingat kemampuan anak yang berbeda, termasuk tingkat pemahaman anak terhadap puasa dalam kedua usia tadi yang tidak sama.
Selain mengajarkan mereka urgensi dan fadhilah puasa, kita juga bisa mengiming-imingi mereka dengan hadiah atau semisalnya untuk lebih memotifasi mereka berpuasa. Walau ia bukan menjadi tujuan inti namun ia tetap dapat digunakan sebagai alat “perangsang” anak agar lebih terpacu dalam beribadah.
Selain pendidikan puasa, Ramadhan juga dapat menjadi momen yang tepat untuk melatih dan mensupport sang anak untuk sholat, baik sholat wajib atau pun yang sunnah. Minimal, kita dapat menggunakan momentum sholat tarawih untuk mengajak para buah hati ke masjid. Apalagi bila kita dapat membawa mereka untuk selalu sholat berjamaah di masjid.
Pengaruh pendidikan sholat pada bulan ini amatlah jelas. Selain mendapat pelajaran sholat secara teori mereka juga mendapat praktek yang nyata dari orang tua, teman dan tetangga sekitar. Tentunya ini akan sangat mempengaruhi mereka dalam mengamalkan sholat berjama’ah pada saat Ramadhan atau masa-masa selanjutnya.
Pendidikan lain yang dapat kita ajarkan pada sang buah hati di bulan rahmat ini adalah rasa kasih sayang pada orang fakir dan yang membutuhkan dengan mengajarkan mereka bersedekah. Baik dengan berderma pakaian, makanan dan minuman, memberi buka puasa, berinfak untuk pembanganunan masjid atau donasi kepada para korban kelaparan dan pembantain yang ada di berbagai belahan dunia seperti di Burma, Suriah, Palestina dan lain-lain.
Rosulullah telah memberikan contoh terbaik dalam berderma di bulan Romadhon, dimana beliau lebih banyak bersedekah di bulan ini dibanding bulan-bulan lainnya. Beliau juga menyatakan bahwa sedekah pada bulan ini merupakan sedekah yang paling banyak pahalanya (afdhol).
Hal lain yang senada dengan poin di atas adalah mengunjungi kerabat atau mengundang mereka untuk berbuka puasa bersama. Yang terpenting bagi para orang tua adalah penanaman nilai ini semua, bukan hanya sebatas ritual dan agenda keluarga semata namun harus juga diajarkan makna yang tersirat dari ini semua.
Tak kalah pentingnya, kita juga dapat memanfaatkan momentum ini dengan menanamkan mereka untuk cinta pada al-Quran. Salah satunya dengan melatih bacaan Quran. Apalagi lagi bulan ini merupakan bulan Quran. Kita juga sebaiknya memberi target bacaan, namun seperti sebelumnya kita pun harus mengklasifikasi usia anak. Bagi yang masih dibawah tujuh tahun bisa memulai dengan menamatkan Iqro atau Qiroati, adapun yang sudah lancar membaca Quran sebaiknya ada jumlah target yang harus dibaca dalam sehari. Dengan ini semoga pendidikan akan menghasilkan kenikmatan bukan malah menjadi beban yang membosankan hingga nantinya ditinggalkan.
Pelajaran lain yang dapat kita berikan pada sang buah hati adalah bagaimana menghormati orang lain dan waktu-waktu yang mulia seperti Ramadhan. Kita juga dapat memberitahu mereka akan penting dan sucinya bulan ini, hingga mereka dapat merasakan berharga dan bernilainya bulan ini.
Para muslim juga diwajibakan menunaikan ibadah zakat di bulan ini yang sering kita kenal dengan zakat fitrah. Sebagai proses pembelajaran, tak ada salahnya kalau kita juga mulai memberitahukan pada anak bahwa mereka harus membayar zakat walau kali ini dibayarkan olah para orang tua. Dari sini, paling tidak sang anak tahu bahwa mereka mempunyai satu kewajiban yang harus ditunaikan pada bulan suci ini yaitu membayar zakat fitrah. Maka para orang tua dapat membawa anaknya untuk ikut mengantarkan zakat ke amil terdekat atau memberi contoh padanya jika memang para amil berkeliling rumah. Allahu wa rosuluhu a’lam. []
