Oleh: Muhammad Raharjo Para musuh Islam memprovokasi dunia dengan mengatakan bahwa Islam adalah agama untuk etnis Arab saja. Padahal Islam...
Agama Islam telah menyebar ke seluruh pelosok dunia. Tokoh dan ulamanya bukan hanya di Arab saja, tapi ada dimana-mana. Salah satu tokoh yang paling terkenal dan berasal dari selain Arab adalah Malcolm X.
Malcolm X lahir pada 19 Mei 1925. Ia adalah tokoh Muslim dari bangsa Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Martin Luther King yang juga berjuang menghapus segala macam diskriminasi di Amerika, yang saat itu dianggap sebegai salah satu tempat yang paling buruk dalam hal menghormati hak-hak bangsa kulit hitam.
Malcolm lahir di Omaha, Nebraska dengan nama asli Malcolm Little. Ayahnya bernama Earl, seorang pendeta baptis dan merupakan anggota UNIA (Universal Negro Improvement Association). Semasa kecilnya Malcolm dan keluarganya sering menjadi sasaran penembakan, pembakaran rumah, pelecehan dan ancaman lantaran ayahnya adalah anggota UNIA yang terkenal militan, hingga semuanya memuncak saat ayahnya dibunuh kelompok rasis kulit putih ketika Malcolm berusia enam tahun.
Kehilangan ayah telah mengubah kehidupannya. Ia menjadi anak yang liar. Sekolahnya terputus tatkala usianya baru 15 tahun. Selanjutnya jalanan dan gemerlap dunia hitam membawanya terjerumus ke dalam kehidupan antar gank, pencurian, narkotika, minuman keras, perjudian, dan penjualan senjata, baik selama ia berada di kampungnya, maupun setelah pindah ke Boston dan Harlem New York.
Malcolm X dan NoI
Pada usia 20 tahun dia disidang di pengadilan atas kasus pencurian dan kepemilikan senjata api. Ia kemudian dipenjara selama 7 tahun. Di penjara inilah akhirnya sang Malcolm muda menemukan pencerahan diri. Ia mulai membaca dan menulis di penjara Chalestown State tersebut. Kemudian ia juga mulai melakukan surat-menyurat dengan saudaranya Philbert sekaligus berdiskusi dengan saudari kandungnya Hilda yang juga sering mengunjunginya selama dipenjara tentang ajaran agama Islam. Kedua saudaranya adalah pengikut/anggota Nation of Islam (NoI).
Berawal dari sinilah Malcolm mengenal NoI. Kemudian ia masuk Islam dan mengadakan kontak melalui surat-menyurat denga Elijah Muhammad, pimpinan sekaligus tokoh yang dianggap sebagai utusan Allah oleh pengikut NoI. Berkat Elijah lah ia memahami ketertindasan dan ketidakadilan yang menimpa ras hitam sepanjang sejarah Amerika. Setelah bebas dari penjara, Malcolm bergabung dengan kegiatan NoI.
Sejak bergabungnya Malcolm, NoI berkembang menjadi organisasi yang besar. Malcolm mulai berkhutbah di televisi, dan menjadi pembicara di berbagai universitas dan serta forum lainnya. Kepopulerannya muncul akibat kata-katanya yang tegas dalam berkhutbah.
Pemikiran Sesat NoI
Ternyata NoI juga merupakan kelompok rasis. Mereka menolak bantuan apapun dari kalangan kulit putih yang sebenarnya juga mendukung perjuangan anti diskriminasi. Nol bahkan gencar mendakwahkan bahwa orang kulit putih adalah iblis, dan yang terhormat adalah Elijah Muhammad karena ia adalah utusan Allah. Mereka juga mempercayai bahwa Allah bukanlah sesuatu yang gaib, akan tetapi haruslah bebentuk manusia, dan manusia itu adalah W.D. Fard. Sholat bagi mereka adalah menghadap Mekah, membaca Al Fatihah dan mengingat W.D.Fard. Bulan puasa kelompok Nol adalah bulan Desember pada tiap tahunnya. Wajib bagi setiap anggota Nol mengeluarkan zakat 10% penghasilan mereka untuk kelompok, dan mereka yakin bahwa merekalah manusia pilihan Tuhan.
Perjalanan Menuju Hidayah
Pada tahun 1959 Malcolm melakukan perjalanan ke Mesir dan Saudi. Ia pergi ke Mekah dan tinggal di sana selama dua belas hari. Selama di Mekah ia mendapatkan gambaran yang berbeda dari pandangan selama ini yang di doktrinkan oleh Nol. Apalagi setelah melihat jamaah haji yang berkumpul dari seluruh belahan bumi, berbagai ras bangsa dan warna kulit, yang semuanya sama-sama memuji Tuhan yang satu dan tidak saling membedakan, Malcolm kemudian bertemu dengan Raja Umar bin Abdul Aziz dan berkata, ”Banyak sekali kelompok-kelompok umat Islam yang salah dan bertentangan dengan ajaran Islam.”
Di Mesir ia bertemu dengan Mufti Mesir dan menyatakan keislamannya yang mengikuti Al Quran dan Sunnah. Akhirnya Malcolm X pun berganti nama menjadi Malik El Shabazz atau Haji Malik .
Kematian Malcolm X
Malcolm X akhirnya mendirikan Organization of Afro-American Unity pada 28 Juni 1964. Pada tanggal 21 Februari 1965, tepat pada saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X ditembak oleh tiga orang Afrika-Amerika yang sedang ia perjuangkan hak-hak mereka. Saat itu tidak ada yang tahu siapa dan apa konspirasi di balik kematiannya. Kendati demikian, impian Malcolm X telah sukses menyebarkan visi antirasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis. Ia menggugah kalangan Afro-Amerika untuk bangkit. Ia juga mengajak dunia untuk merubah pandangan terhadap kaum kulit hitam, hingga rasisme akhirnya mulai berkurang sedikit demi sedikit.
Islam mulai menyebar di kawasan Amerika Serikat. Mudah-mudahan dengan telah apa yang telah Malcolm ajarkan tentang semangat kebangkitan Islam dan persamaan hak, semakin banyak pula ulama bermunculan di seluruh dunia yang mampu memberikan perubahan yang besar bagi umat dan dunia dan memberikan manfaat global bagi umat Islam. []
