Archive Pages Design$type=blogging

Analisa
Berita

Ramadan dan Robot yang Tak Bertuhan

Oleh: M. Zakaria Darlin “Orang pintar yang tidak beriman, lebih berbahaya daripada orang yang beriman namun bodoh.” Bukan hanya orang awa...


Oleh: M. Zakaria Darlin
“Orang pintar yang tidak beriman, lebih berbahaya daripada orang yang beriman namun bodoh.” Bukan hanya orang awam yang menjadi sasaran perang melawan nafsu, namun perang batin dalam diri seorang yang beriman dan berilmu akan lebih besar pengaruhnya terhadap diri dan lingkungannya. Dan pada akhirnya, pemenangnya adalah mereka yang mampu “menentukan sikap” dan “bersikap”.

Bukan hanya sekedar wacana dan idealisme semata. Dua hal inilah yang akan dipegang oleh sang pemenang, yaitu prinsip dan praktek (iman wal ‘amal).

(“Innal insâna khuliqa halûa, idzâ massahu asy-syarru jazû’a, wa idzâ massahu’l khairu manû’a,…”).

Gelisah dan rasa sakit di ruang hati yang kerap kali melanda manusia. Ketika rasa kesal dan kecewa menumpuk dan tak mampu lagi untuk diredam dengan kata dan rasa. Maka banyak dari kita yang terjerumus dalam bahaya tangan dan kaki yang melangkah pada kemaksiatan. Mencari sesuatu yang hilang namun tak berbuah hasil, dan terkadang rasa sepi dan kekurangan yang selalu saja datang tak mengenal tempat dan waktu membuat diri kian bosan dan enggan kembali pada ketaatan.

Di lain waktu, kita sering diberi kelapangan dan kemudahan, namun tak banyak yang mengingat akan kesusahan dan kesempitan saudaranya. Hingga menjadi ujub dan takabur, lalai dan pelit, luput dari kondisi muslim yang sadar.

Sifat ini kian berkembang hingga menciptakan robot-robot yang pintar namun tak bertuhan. Kehidupan dunia adalah prioritas utama mereka dalam mencapai tujuan utama yaitu kesenangan. Apapun akan dilakukan demi mencapai kesenangan dan kebahagiaan hidup. Norma-norma agama dan moral bukan lagi penghalang untuk mencapai keinginan. “Do what you love and love what you do”. “Lakukan apapun, asal membuat bahagia dan tak merugikan orang”.

Adalah diantara prinsip yang didengung-dengungkan para pengagung kebebasan. Hak asasi manusia dijadikan alasan utama dalam mencapai keinginan. Hak asasi telah berubah menjadi hak juhudun nafsi. Hingga pada saat mereka mencapai kesenangan tersebut, rasa bosan hinggap. Menuntun mereka untuk mencari sesuatu yang lebih lagi, dan seterusnya dan seterusnya hingga mencapai titik nadir, yaitu mati rasa dan akhirnya jatuh ke lembah kehinaan.

Waktu yang membuktikan keberadaan manusia yang ingkar dan manusia yang taat. Waktu pula yang dapat menjadikan manusia menjadi ingkar, dan bisa menjadikannya taat. Waktu berubah dan waktu mampu merubah. Waktu yang akan menjadi penguji seberapa besar keimanan seorang hamba.

أمس ذهب و غدا لا يأتي
“Hari kemarin telah berlalu, hari esokpun belum tentu datang.”

Banyak orang yang mengadakan perjalanan dengan membawa bekal, kemudian ia kembali dengan oleh-oleh yang melimpah. Namun tidak sedikit pula yang pergi dengan bekal yang memadai dan kembali dengan tangan hampa. Umur panjang, kesehatan yang tiada henti, harta yang melimpah membuat lupa akan hakikat awal kehidupan. Hingga makhluk pintar bernama manusia ini sering terserang penyakit yang bernama “al-Wahn” (hubbu ad-dunya wa karâhiyatu’l maut). Cinta akan gemerlap perhiasan kehidupan dunia, dan lupa dengan kampung akhirat.

Seiring berjalannya waktu pula, Ramadan telah merekam jejak panjang sejarah kehidupan umat manusia yang pelik.

Mulai dari terjadinya Perang Badar di masa Rasulullah Saw., penaklukan Al-Quds oleh Salahuddin Al-ayyubi, hingga kemerdekaan Indonesia 1945, semua terjadi pada bulan mulia ini. Tentunya tak luput dari berkat dan rahmat Allah swt yang tercurah pada bulan Ramadhan.

Banyak kejadian besar yang tak diketahui oleh manusia terjadi pada bulan mulia Ramadhan, kecuali hanya sebagian kecil yang mampu mengambil hikmahnya. Sering kali manusia hanya tertarik dengan sisi duniawi dari momen Ramadhan. Bulan penuh magfirah ini dan segala pernak-perniknya dianggap sebuah ritual budaya yang datang setiap tahunnya, dan diakhiri dengan pesta yang dinamakan “lebaran”.

Suasana Islam cenderung menghiasai kehidupan umat muslim hanya di saat berpuasa. Selepas berbuka, kembali lagi ke tabiat semula. Hingga tak jarang bulan Ramadhan ini menciptakan insan yang Ramadhaniy (musiman), jauh dari tujuan utama sebenarnya yaitu untuk mencapai insan yang Madani.

Momen Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan kesucian diri seorang manusia. Tak ada dosa yang tak kan diampuni, kecuali menyekutukan Tuhan. Tak ada tempat bagi seorang hamba yang insaf dan kembali pada Allah kecuali surga.

Sudah selayaknya bagi seorang insan yang tak luput dari dosa untuk meminta ampunan, bahkan manusia yang suci dari dosa sekelas Nabiyu’l Mustofa Rasulullah Saw. pun beristigfar dengan bilangan konstan setiap harinya. Namun kebanyakan manusia selalu lupa, dan berpura-pura lupa.

الصبر على المأمور,و الصبرعلى المحذور,و الصبر على المقدور
“Sabar dalam menjalankan perintah Tuhan (IQ), sabar dalam menjauhi larangan Tuhan (SQ), dan sabar dalam menerima takdir diri (EQ).”

Adalah prinsip utama orang yang pintar jasmani dan rohaninya. Konflik di dalam diri seorang manusia tidak jarang melalaikannya dari panggilan Tuhan. Permasalahan hidup yang pelik membuat kita sering melupakan keberadaan Tuhan. Namun orang yang pintar jasmani dan rohaninya, tidak akan pernah lupa dan berpura-pura lupa.

الصخورتسد الطريق على الضعفاء بينما يرتكز عليها الأقوياء ليصلوا بها إلى القمة
“Batu besar adalah penghalang bagi orang-orang yang lemah, tapi bagi orang-orang yang kuat mereka justru menjadikannya sebagai wasilah menuju puncak.”

Banyak orang cerdas dalam bersikap, namun tidak banyak yang cerdas menyikapi datangnya bulan Ramadhan.

Dan sepintar-pintarnya manusia adalah orang yang mampu membuat perubahan baik dalam dirinya, merubah hal yang negatif menjadi positif, dan menularkannya kepada orang lain dalam sebuah momen yang dinamakan kesempatan. Dan rintangan dalam menghadapi kekangan nafsu mampu ia jadikan sebagai senjata utama menuju surga, karena ia tahu bahwa ia layak untuk mendapatkannya. []

COMMENTS

Name

14 Agustus 25 Januari 30June Abu Treka Afrika Tengah Afsel AKP Aktivis Al Azhar Al Quds Al-Aqsha al-Azhar Alaa Alam Islami Aljazeera Amerika Amnesty Analisa aqidah Ariel Sharon Artikel AS Asad Banjir Baradei Bashar Asad Bayan Bendungan Bentrokan Berita Bom Cara Catatan Darurat Daud Oglu Deal of Century Delga Demonstran Demonstrasi Dokumen Dr. Uwais Duka Dunia Islam Editorial El Baradei El-Sisi Emir Qatar Erdagon Erdogan Fatah Fikrah Filsafat FSA Fulul Fundamental Gaza Gaza Under Attack Ghazwul Fikr Ghouta Gugatan Gulen Haji Hamas Headline Hijriah history Human Rights Watch Ibnu Khaldun IHH Ikhwan inspirasi Internasional Investigasi Irak Iran Iraq ISIS Islam Islamis Israel Istanbul Ittihadiyah Jared Kushner Jaulah Jausy al Islam Jenewa Jilbab Jum'at Furqan Kajian Kandi Kardasyah Kata-kata Kawasan Keamanan Kebiadaban Kebijakan kemanusiaan Kemenangan Kenangan Kerjasama Kesaksian Ki-Moon Klaim Koalisi Nasional Mesir Koalisi Suriah Kolom Konferensi Bahrain Konflik Kontemplasi Krisis KSA Kudeta Kudeta Mesir Kultwit kunjungan lapu lapu Lawan Kudeta Lebanon Lebaran Legitimasi Mahasiswa Mahkamah Internasional Malaysia Maroko Masisir Masjid Media Mempersiapkan Anak Sekolah Meninggal Mesir Metro Militer Mir'ah Misi Kemanusiaan Mubarak Mursi Mursyid 'Amm Muslim Sri Lanka Muslim Suriah Naquib Al-Attas Nasihat Natal News Niswah nusantara Olahrga Opini Ormas Islam Otoritas Otoritas Palestina pahlawan Palestina Panen Raya Parade Militer Pariwisata Pasca Pembantaian PBB Pemadaman Listrik Pembakaran Masjid Pembangkangan Pembantaian PembantaianRab'ah Pembubaran Pembubaran Massa Pembubaran Partai Pemerintahan pemikiran Pemilu pemuda Pemutusan Diplomatik Penangkapan Pendidikan Anak Pendudukan Zionis Pengadilan Pengepungan Penguasa Pengungsi Penjajah Penjara Penjualan Penyerangan Jamaah Perang Percaya Diri Perlawanan Pernyataan Perundingan Pilihan politik Prahara Kudeta Prancis Profesor Propaganda Kudeta Provokasi Proyek Qur'anuna Rabea Rabia Rafah Raja Muhammad Bin Salman Ramadan realitas Refleksi Remaja renungan Revolusi Rezim Rezim Suriah Rohingya RS. Midany Rusia Salahuddin Saudi Sejarah Sejarah Mesir Sejarah Palestina Modern Serangan Serangan Israel Serangkaian Bom Sikap Sinai sirah Slider Solidaritas Somalia Sri Lanka Sunnaturasulina Suriah Survey Syabab Syatir Syiria tadabbur tafakkur Tahun Ajaran Baru Tahun baru hijriah 1438 talmud Taman Kanak-kanak Tamarrid Tanah Air Tanah Palestina Taujih taurat Tausiyah Timteng Tokoh Tokoh Muslim Trik trump Tsaqafah Tulisan Hamka Tunisia Turki Ukhuwah ulama Ulasan Umrah US Usbu' Rahil Ust. Zulfi Akmal Ust.Irsyad Syafar Wacana Wanita Wawancara Wawasan Yahudi Yarmuk Yaser Arafat Yordania Zionis
false
ltr
item
MUSLIMIDE ONLINE: Ramadan dan Robot yang Tak Bertuhan
Ramadan dan Robot yang Tak Bertuhan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibCeWkXpJAGS7RQgwkIRwHQIpbE-E_K4smggm_twxo0Rnf0BwSB7IAS9J_vWjSsMgNWLo6IsppsilnJbThQd66OxueXN23D1rjhfH6UbXQLR42okzddATsq0TjDNeX_Xy_3q9RqGbgdIEh/s320/Ramadan_Kareem_Mosque.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibCeWkXpJAGS7RQgwkIRwHQIpbE-E_K4smggm_twxo0Rnf0BwSB7IAS9J_vWjSsMgNWLo6IsppsilnJbThQd66OxueXN23D1rjhfH6UbXQLR42okzddATsq0TjDNeX_Xy_3q9RqGbgdIEh/s72-c/Ramadan_Kareem_Mosque.jpg
MUSLIMIDE ONLINE
http://muslimide.blogspot.com/2012/08/ramadan-dan-robot-yang-tak-bertuhan.html
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/2012/08/ramadan-dan-robot-yang-tak-bertuhan.html
true
865542636231413322
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago