Archive Pages Design$type=blogging

Analisa
Berita

Melawan Dengan Cinta

Sungguh tidak berlebihan jika umat Islam di seluruh penjuru dunia selalu bereaksi atas penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw.. Sebab umat ...


Sungguh tidak berlebihan jika umat Islam di seluruh penjuru dunia selalu bereaksi atas penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw.. Sebab umat ini begitu mencintai Nabi mereka yang mulia. Sejak masa kenabian, penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw. selalu mendapat respon keras dari umat Islam. Sejarah mencatat beberapa orang yang dihalalkan darahnya oleh Baginda Nabi sebab penghinaan mereka. Sebutlah misalnya Abdullah bin Abi Sarh, Ibnu Khathal, Ka’b bin Asyraf, ‘Ashma’ binti Marwan dan banyak tokoh lainnya di masa kenabian.

Penghinaan kepada Nabi Muhammad itu tidak berhenti ketika beliau hidup. Setelah meninggal lama pun, usaha pencitraan buruk dan mengusik pribadi mulia itu tidak berhenti. Apa yag dilakukan Salman Rushdie di akhir 1988 telah melukai harga diri umat Islam. Rushdie divonis murtad dan wajib dibunuh oleh Rabithah Alam Islami dan Organisasi Konferensi Islam (OKI), setelah melakukan serangkaian penghinaan dalam novel kontroversialnya, Ayat-Ayat Setan (The Satanic Version). Di dalamnya seolah tanpa beban, Rushdie menuliskan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw.. Rushdie menyebut istri-istri beliau sebagai pelacur, dan Ka’bah selaku kiblat umat Islam sebagai tempat pelacuran. Ia juga bercerita tentang para sahabat dengan kata-kata biadab dan menjijikkan, sehingga sulit bagi banyak kaum Muslimin untuk membaca dan mengutip kata-kata kotornya. Tapi Rushdie hidup damai dengan berbagai penghargaan dari pemerintah dan dinas kemanan Inggris. Ironis.

Desember 2005, setelah Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyatakan penentangan, masyarakat Islam baru menyadari bahwa sebuah harian terbesar di Denmark, Jyllands Posten telah melakukan penghinaan kepada umat Islam melalui 12 karikatur Nabi Muhammad Saw. yang dimuat pada 30 September 2005. Tapi seolah tak mempedulikan kemarahan umat Islam, tak lama berselang banyak surat kabar Eropa dan dunia kembali menerbitkan karikatur yang sama. Norwegia melalui surat kabar Magazinet 10 Januari 2006 menerbitkan ulang sebagiannya. Die Welt, koran Jerman, surat kabar Perancis France Soir dan banyak surat kabar lain di Eropa serta beberapa surat kabar di Selandia Baru dan Yordania. Di Indonesia sendiri, Tabloid Gloria dan PETA ikut menerbitkan karikatur-karikatur tersebut. Padahal respon umat Islam terhadap aksi tersebut sudah sangat jelas. Perlawanan, penolakan dan pengutukan dengan keras.

Suatu ketika dua orang laki-laki bertengkar di hadapan Nabi Muhammad Saw.. Ketika dimintai keputusannya, Nabi memenangkan salah satu di antara mereka. Merasa tidak puas, laki-laki yang kalah meninggalkan Nabi dan mengadu kepada Umar bin Khatthab. Ia meminta Umar memberikan keputusannya. Ia berharap Umar akan memberikan keputusan yang lebih menguntungkan dirinya. Mendengar hal tersebut, Umar marah, menghunus pedang dan membunuh laki-laki tersebut. Ketika mengetahui perlakuan Umar, Nabi Muhammad Saw. tidak langsung yakin begitu saja, sebab bagaimana mungkin seorang Umar dengan beraninya membunuh seorang Mukmin. Namun Allah Swt. menurunkan wahyu kepada Baginda Nabi, menyetujui sikap Umar. Sebab seseorang tidak disebut beriman kecuali setelah dia ridha dengan keputusan Rasulullah Saw. dan tidak merendahkannya. “Dan tidak, demi Tuhanmu. Sesungguhnya mereka tidak disebut beriman, hinga mereka ridha dengan putusanmu.” Demikian Ibnu Katsir menceritakan peristiwa tersebut, terkait dengan sebab turunnya ayat ke-65 dari surat An-Nisa’ ini.

Para ulama—sebagaimana disebutkan Ibnu Taimiyah dalam As Shârimul Maslûl—telah sepakat bahwa tidak ada hukuman lain kepada orang yang melakukan penghinaan dan penolakan terhadap putusan Nabi Muhammad selain hukuman mati di dunia dan azab pedih di akhirat. Pendapat ini berdasarkan ayat ke-61 sampai 63 Surat At-Taubah. Para ulama yang beliau maksudkan antara lain adalah Imam Malik, Ahmad, Ishaq, dan Syafi’i. Abu Hanifah mengatakan bahwa penghina Nabi telah murtad dan tidak diterima taubatnya.

Jika penghinaan itu dilakukan oleh orang kafir yang hidup dalam perlindungan Islam, maka Islam mencabut perlindungan atas dirinya. Ali ra. menceritakan, “Ada seorang wanita Yahudi yang menghina Nabi Saw.. Ia akhirnya ditikam oleh seorang lelaki hingga mati. Rasulullah saw. kemudian membatalkan jaminan keamanan atas wanita tersebut.” (HR Abu Daud)

Jangan Berhenti Melawan
Hari ini, lagi dan lagi, penghinaan yang sama kembali terulang. Kecaman Dunia Islam empat tahun silam ketika Jylland Posten menghina Nabi Muhammad Saw. seolah tak berbekas. Kali ini bukan satu, tapi semakin banyak dan lebih sering musuh melakukan penghinaan, bahkan lebih buruk dari yang telah dilakukan oleh pendahulunya. Sebuah gelombang penghinaan yang terang-terangan, terbuka, dan resmi. Seakan-akan dilakukan secara missal, tanpa takut dan malu-malu.

Atas nama kebebasan berekspresi dan berpendapat, Barat melakukan serangkaian penghinaan. Dengan berlindung di balik jargon kebebasan tersebut, mereka menyatakan bahwa setiap orang berhak menyampaikan apa saja, bahkan berhak untuk menghina orang lain. Padahal menurut prinsip-prinsip moral yang universal, penghinaan terhadap orang lain adalah perilaku yang jauh dari akal sehat dan hak asasi manusia.

Apa yang telah dilakukan bukan hanya telah melangar hak-hak orang lain, akan tetapi juga telah memprovokasi umat Islam. Maka, dalih kebebasan yang selalu dijadikan tameng sesungguhnya hanya untuk menutupi maksud tidak baik dan ajakan permusuhan terhadap umat Islam. Hal ini tentu harus mendapat perhatian serius dan tidak boleh didiamkan begitu saja. Sebab bangsa dan pemeluk agama manapun akan marah bila tokoh suci mereka dihina.

Tapi reaksi umat Islam tidak lagi sehebat dulu. Jika boikot ketika itu telah merugikan Barat berjuta-juta Dollar setiap harinya, jika Denmark atas nama negara akhirnya ketika itu harus meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia, jika seruan boikot telah menyebabkan hampir 1,8 juta Dollar AS, atau sekitar 15 milyar Rupiah kerugian ekonomi yang diderita Denmark setiap hari, jika ekspor susu Denmark ke negara-negara Islam ketika itu menurun hingga 35 persen, maka kali ini seperti tak ada reaksi berarti dari umat ini. Segala penghinaan dan makar ikut berlalu bersama berlalunya waktu, hilang oleh derasnya penghinaan yang semakin bertubi-tubi.

Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. tahun ini, kita masih tetap membutuhkan kekuatan cinta kepada beliau dan komitmen kuat terhadap Islam. Masih banyak media lain di Barat bahkan di negara kita yang juga telah menghina Nabi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mereka menggunakan berbagai sarana, baik melalui tulisan di media massa, karikatur, komik, pin, film, teater, atau dengan memanfaatkan portal-portal di internet. Bahkan di Jerman, lagu resmi sebuah klub sepakbola, Schalke 04, mengandung syair-syair yang bernada menghina Nabi Muhammad Saw.. Sekalipun telah menuai protes, hingga kini belum dilakukan perubahan apapun dalam lirik lagu tersebut.

Segala penghinaan kepada Rasulullah Saw. ini merupakan mata rantai dari penghinaan terhadap kesucian, syiar dan perasaan kaum Muslimin, dan masih akan terus berlangsung selama umat ini masih ada di muka bumi. Sebagaimana ramalan Al-Quran sejak berabad-abad silam, musuh-musuh Islam tidak akan berhenti mengumumkan permusuhan, oleh karenanya perlawanan hendaklah terus disuarakan.

Jangan sampai hal luar bisa itu menjadi biasa. Jangan sampai gairah perlawanan umat Islam atas penghinaan kepada simbol agama mereka meredup di tengah derasnya kekuatan opini yang dibangun musuh.

Membangun Kecintaan
Kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw. adalah bukti kecintaan kepada Sang Pencipta. Sebab Nabi Muhammad adalah makhluk yang paling dicintai dan dimuliakan oleh Allah di alam semesta. Itulah mengapa kecintaan itu menjadi salah satu ukuran keimanan seorang hamba. Rasulullah menolak pengakuan iman Umar bin Khatthab ketika ia masih mendahulukan kecintaan kepada dirinya sendiri lebih daripada kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw.. Sebab dalam ajaran Islam, kecintaan kepada Sang Nabi harus lebih didahulukan di atas kecintaan terhadap apapun di dunia ini. "Tidak beriman seseorang di antara kamu hingga ia mencintaiku lebih daripada anaknya, bapaknya dan seluruh manusia." (HR Bukhari)

Momentum Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum pembaharuan komitmen kecintaan. Tanggung jawab terhadap segala pelecehan kepada Sang Nabi harus dipikul bersama oleh seluruh elemen umat Islam. Bukan hanya tanggung jawab para ulama untuk menjelaskan dari mimbar-mimbar pengajian. Tidak juga terbatas pada para penulis, cendikiawan, dan para demonstran untuk menulis dan bersuara lantang melakukan perlawanan. Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam usaha pembelaan terhadap Nabi mereka yang mulia.

Namun bagaimanapun, segala hal yang menimpa umat ini hendaklah juga disikapi dengan melakukan introspeksi ke dalam. Ini adalah ujian cinta dan tantangan untuk memperbaiki kembali komitmen kecintaan terhadap Nabi yang mulia. Nabi yang telah menuntun umat menuju kejayaannya, mengantarkan mereka menuju jalan Allah yang berlimpah cahaya kebahagiaan abadi. Semoga segala tragedi memilukan ini menjadi momentum kesadaran umat Islam, mengetuk hati mereka untuk lebih respon terhadap agamanya. Membangkitkan kesadaran, bahwa lawan di hadapan mereka lebih besar, tantangan menanti mereka lebih keras, dan semua itu membutuhkan komitmen cinta dan kekuatan.[]

[Arsip]


COMMENTS

Name

14 Agustus 25 Januari 30June Abu Treka Afrika Tengah Afsel AKP Aktivis Al Azhar Al Quds Al-Aqsha al-Azhar Alaa Alam Islami Aljazeera Amerika Amnesty Analisa aqidah Ariel Sharon Artikel AS Asad Banjir Baradei Bashar Asad Bayan Bendungan Bentrokan Berita Bom Cara Catatan Darurat Daud Oglu Deal of Century Delga Demonstran Demonstrasi Dokumen Dr. Uwais Duka Dunia Islam Editorial El Baradei El-Sisi Emir Qatar Erdagon Erdogan Fatah Fikrah Filsafat FSA Fulul Fundamental Gaza Gaza Under Attack Ghazwul Fikr Ghouta Gugatan Gulen Haji Hamas Headline Hijriah history Human Rights Watch Ibnu Khaldun IHH Ikhwan inspirasi Internasional Investigasi Irak Iran Iraq ISIS Islam Islamis Israel Istanbul Ittihadiyah Jared Kushner Jaulah Jausy al Islam Jenewa Jilbab Jum'at Furqan Kajian Kandi Kardasyah Kata-kata Kawasan Keamanan Kebiadaban Kebijakan kemanusiaan Kemenangan Kenangan Kerjasama Kesaksian Ki-Moon Klaim Koalisi Nasional Mesir Koalisi Suriah Kolom Konferensi Bahrain Konflik Kontemplasi Krisis KSA Kudeta Kudeta Mesir Kultwit kunjungan lapu lapu Lawan Kudeta Lebanon Lebaran Legitimasi Mahasiswa Mahkamah Internasional Malaysia Maroko Masisir Masjid Media Mempersiapkan Anak Sekolah Meninggal Mesir Metro Militer Mir'ah Misi Kemanusiaan Mubarak Mursi Mursyid 'Amm Muslim Sri Lanka Muslim Suriah Naquib Al-Attas Nasihat Natal News Niswah nusantara Olahrga Opini Ormas Islam Otoritas Otoritas Palestina pahlawan Palestina Panen Raya Parade Militer Pariwisata Pasca Pembantaian PBB Pemadaman Listrik Pembakaran Masjid Pembangkangan Pembantaian PembantaianRab'ah Pembubaran Pembubaran Massa Pembubaran Partai Pemerintahan pemikiran Pemilu pemuda Pemutusan Diplomatik Penangkapan Pendidikan Anak Pendudukan Zionis Pengadilan Pengepungan Penguasa Pengungsi Penjajah Penjara Penjualan Penyerangan Jamaah Perang Percaya Diri Perlawanan Pernyataan Perundingan Pilihan politik Prahara Kudeta Prancis Profesor Propaganda Kudeta Provokasi Proyek Qur'anuna Rabea Rabia Rafah Raja Muhammad Bin Salman Ramadan realitas Refleksi Remaja renungan Revolusi Rezim Rezim Suriah Rohingya RS. Midany Rusia Salahuddin Saudi Sejarah Sejarah Mesir Sejarah Palestina Modern Serangan Serangan Israel Serangkaian Bom Sikap Sinai sirah Slider Solidaritas Somalia Sri Lanka Sunnaturasulina Suriah Survey Syabab Syatir Syiria tadabbur tafakkur Tahun Ajaran Baru Tahun baru hijriah 1438 talmud Taman Kanak-kanak Tamarrid Tanah Air Tanah Palestina Taujih taurat Tausiyah Timteng Tokoh Tokoh Muslim Trik trump Tsaqafah Tulisan Hamka Tunisia Turki Ukhuwah ulama Ulasan Umrah US Usbu' Rahil Ust. Zulfi Akmal Ust.Irsyad Syafar Wacana Wanita Wawancara Wawasan Yahudi Yarmuk Yaser Arafat Yordania Zionis
false
ltr
item
MUSLIMIDE ONLINE: Melawan Dengan Cinta
Melawan Dengan Cinta
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhctAyXq4YFO6eVIAeA6_5M-_JOq2UsdNuZkJZeFo0yMS1dYob1DPU-ipmQR_eBtjK_XPLEcAqAmnL60RlvB0BaMItCSxz6GkR66kRq4naBQWCijhkuUFEdP3s_xR9LcnRkl95P7y-OCSln/s320/239952095.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhctAyXq4YFO6eVIAeA6_5M-_JOq2UsdNuZkJZeFo0yMS1dYob1DPU-ipmQR_eBtjK_XPLEcAqAmnL60RlvB0BaMItCSxz6GkR66kRq4naBQWCijhkuUFEdP3s_xR9LcnRkl95P7y-OCSln/s72-c/239952095.png
MUSLIMIDE ONLINE
http://muslimide.blogspot.com/2012/09/melawan-dengan-cinta.html
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/2012/09/melawan-dengan-cinta.html
true
865542636231413322
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago