Kairo- Juru bicara resmi dari Menteri Pertahanan Mesir, Kolonel AD Ahmad Muhammad Ali membantah pernyataan media yang mengatakan bahwa pasu...
Kairo- Juru bicara resmi dari Menteri Pertahanan Mesir, Kolonel AD Ahmad Muhammad Ali membantah pernyataan media yang mengatakan bahwa pasukan militer Mesir telah menarik diri di perbatasan Sinai. Dalam konferensi persnya (8/9), Kolonel Ali mengatakan bahwa sejak tanggal 7 Agustus tahun lalu, operasi militer tahap pertama telah dimulai dengan tujuan menghentikan aksi kejahatan dan mengamankan penduduk di Sinai Utara dengan mengerahkan pasukan dari Angkatan Darat dan Udara. Sampai terjadinya aksi pembantaian terhadap 16 perwira militer yang sedang berjaga-jaga di perbatasa pada bulan Ramadan kemarin.
Pasca peristiwa tersebut, Presiden Mursi meminta kepada pihak militer, kepolisian, Qabilah-qabilah, dan seluruh lembaga pemerintah di Sinai untuk menjaga stabilitas keamanan. Pengamanan wilayah perbatasan ini meliputi Rafah, Syeikh Zuwaid, dan el-'Arish. Jubir menambahkan bahwa operasi militer ini tidak akan mengganggu perjanjian damai Mesir-Israel.
Tahapan kedua dalam proses pengamanan perbatasan dimulai pada tanggal 31 Agustus kemarin sampai sekarang, tujuannya adalah membantu lembaga kepolisian dalam mengembalikan stabilitas keamanan dari gangguan aksi terror dan kejahatan. Hasil dari operasi tahap II ini adalah menghancurkan 31 terowongan di perbatasan Gaza, melumpuhkan dan membunuh 32 penjahat criminal, menangkap 87 orang yang diduga selamaini melakukan aksi kejahatan dan membebaskan 20 orang lainnya karena tidak terbukti bersalah. Aksi operasi ini juga telah berhasil menyita dan merampas senjata dan peralatan perang seperti: rudal anti serangan pesawat diameter 41 mm, senjata penembak jitu, mortir 60 mm, senjata anti tank, dan disita 20 mobil untuk angkutan para teroris.
Muhammad Ali juga menepis isu public yang mengatakan bahwa Mossad yang telah membunuh warga Mesir yang bernama Ibrahim 'Uwaidhah. Karena sampai saat ini tidak ada bukti bahwa bekas luka di tubuhnya akibat dari serangan rudal pesawat Israel atau senjata mossad, bisa jadi yang menyerang adalah temannya sendiri.
Sumber: Al-Ahram Edisi 9 September 2012
Link:
