"Saya adalah Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis dan kehendak rakyat pasca revolusi damai 25 Januari. Mesir adala...
"Saya adalah Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis dan kehendak rakyat pasca revolusi damai 25 Januari. Mesir adalah negara demokrasi modernyang berlandaskan hukum, menghargai persaman hak dan kewajiban serta menghargai keberagaman yang ada. Mesir Baru akan berupaya memberikan kontribusi positif untuk dunia bekerjasama dengan PBB dan negara-negara di dunia."
(Presiden Mohammed Morsi)
Dalam pidatonya di hadapan Sidang Umum PBB ke-67, New York, Presiden Mesir, Dr. Mohammed Morsi nenyampaikan beberapa poin penting, antara lain:
1. Tanggung jawab internasional untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina dan mendukung proses pendirian Pnegara palestina berdaulat serta meghentikan pendudukan yahudi di bumi Palestina.
2. Konflik yang terjadi di Suriah sudah melewati garis bata kemanusiaan yang harus diselesaikan secepatnya. PBB harus mengambil sikap guna mengakhiri kekejaman rezim Asad dan hak-hak kemerdekaan rakyat Suriah harus diperjuangkan. Namun bukan berarti ada intervensi pihak asing untuk urusan internal.
3. Kondisi Sudan yang mulai membaik, butuh dukungan seluruh pihak untuk menciptakan stabilitas keamanan nasional dari berbagai provokasi yang memicu konflik intern.
4. Perlunya dukungan untuk Somalia dalam melewati masa transisi yang sangat sulit, seperti mendukung persatuan nasional guna mewujudkan pembangunan negara pada waktu mendatang.
5. Negara di kawasan Arab tidak menerima keberadaan negara yang keluar dari kesepakatan senjata nuklir, ataupun segala bentuk kesepakatan lainnya. Mesir mengajak untuk membersihkan kawasan Timur Tengah dari senjata nuklir maupun senjata pemusnah masal lainnya tanpa terkecuali. Dengan mengisyaratkan bahwa Mesir mendukung hak-hak masyarakat Arab dan regional untuk bisa menggunakan energi nuklir yang aman serta penggunaanya dengan tujuan damai. Mesir juga mendukung rakyat Afrika agar mampu menjaga dan mempertahankan revolusinya.
6 Untuk mewujudkan keadilan, keamanan dan kedaulatan perlu adanya kerjasama dunia internasional, baik untuk tingkat kawasan maupun untuk skala yang lebih besar.
7. Perlunya peninjauan ulang beberapa poin hukum internasional, melakukan revisi di beberapa poin cabang tanpa merubah landasan dasar yang sudah ada.
8. Undang undang internasional tidak akan ada sepanjang masih memiliki standar ganda
9. Penodaan atas kesucian agama Islam dan diskiriminasi Muslim minoritas di berbagai negara tidak bisa diterima dengan alasan apapun. Mesir menentang keras aksi pelecehan terhadap Rasulullah Saw. Namun Mesir juga menentang keras sikap beberapa pihak yang buru-buru mengambil tindakan diluar kendali.
9. Perlu adanya sistim ekonomi dunia kuat atas dasar kerjasama dan saling menguntungkan banyak pihak.
Sumber: ShoroukNews/Misr25. Rabu 26 September 2012
Alih Bahasa: Harun Ar/Fahmi Idris
Saksikan video:
http://www.youtube.com/watch?v=4YIa29rD9S8&feature=player_embedded
