Ikhwati fillah... Dunia Islam terkejut dengan munculnya film Innocence of Muslim. Bagaimana tidak, film yang melecehkan Rasullullah ...
Ikhwati fillah...
Dunia Islam terkejut dengan munculnya film Innocence of Muslim. Bagaimana tidak, film yang melecehkan Rasullullah saw tersebut telah menghinakan derajat manusia paling agung sejagad. Kita semua protes, marah bahkan sampai ada yang mengungkapkan rasa kemarahannya dengan membunuh salah satu duta besar negara yang memproduksi film tersebut. Tapi siapa yang salah, kita atau mereka?
"Al Insan aduwwun bima jahula" Begitu pepatah bahasa Arab mengatakan. Manusia akan memusuhi terhadap apa yang tidak ketahuinya. Yha, boleh jadi apa yang terjadi selama ini. Dari pelecehan dan penghinaan terhadap Rasulullah adalah kesalahan kita yang tidak mengenalkan siapa sesungguhnya sosok agung yang bernama Muhammad bin Abdullah tersebut ke seantero dunia.
Rasulullah merupakan teladan bagi seluruh alam. Akhlaknya yang begitu sempurna menjadi bukti bahwa hanya beliaulah yang pantas dan satu-satunya yang harus kita jadikan panutan dalam hidup kita. Bahkan kemuliaan akhlak baginda Rasulullah diabadikan dalam Al Qur'an oleh Allah Swt "Wa Innaka la'la khuluqin Adzhim". Dan Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak yang agung".
Bahkan kemuliaan akhlak Rasulullah menjadi penyebab kebanyakan orang untuk masuk ke dalam agama yang mulia ini. Sebagai contoh seorang rabi Yahudi yang menagih hutang kepada Rasulullah Saw dengan cara yang keras, akan tetapi baginda Rasulullah menyikapi dengan begitu lembut dan memberikan haknya. Sehingga ketika itu juga ia langsung memeluk Islam.
Sekarang, kita sedih bahkan marah karena baginda Rasulullah dihinakan. Tapi kita juga terkadang masih bingung apa yang mesti kita lakukan. Satu hal penting yang mesti kita lakukan adalah dengan cara mengenalkan sosok Rasulullah ke seluruh penjuru dunia, agar mereka tahu bahwa Rasulullah saw bukanlah seperti yang mereka sangkakan. Sayangnya, banyak diantara kita tidak tahu akan Rasulullah saw sendiri. Kita jarang sekali membaca sirah perjanalan hidup beliau. Kita lebih suka membaca kehidupan para selebritas yang kebanyakan jauh dari nilai-nilai Islam.
Sebagai pemuda muslim yang aktif bergelut di dunia maya. Kita harus mengenalkan baginda Rasulullah saw. Jadi ada aksi nyata, bukan cuma marah-marah di facebook. Tapi buktikan bahwa kita adalah umat yang selalu mencintai Rasulullah dan membelanya. Kita mungkin masih ingat ketika perang uhud. Para sahabat berusaha membentengi Rasul dengan tubuh mereka. Agar tak satu anak panahpun yang melukai tubuh Rasulullah Saw.
Johan Wolfgang Goethe seorang penyair Jerman, ia mengatakan: "Aku mencari sosok yang paling ideal di muka bumi ini, dan aku menemukan pada diri Nabi Muhammad Saw." Karena Akhlak Rasulullah adalah Al Qur'an. Ia merupakan Al Qur'an yang berjalan dengan kesempurnaan akhlaknya, keindahan adabnya. Memberikan cahaya kepada seluruh semesta.
Kejujurannya yang tidak diragukan lagi, apalagi dari semenjak kecil ia telah dikenal masyarakat Arab dengan gelar Al Amin "Sang Terpercaya". Kasih sayangnya dan kelembutannya yang membuat semua orang ingin selalu berada di dekatnya. Dan masih banyak lagi sifat-sifat yang melekat dalam diri beliau.
Ikhwati fillah
Adapun kekerasan dan teror yang selalu dilekatkan dengan Islam merupakan suatu jauh dari nilai-nilai Islam. Islam adalah agama kasih sayang yang mengharamkan membunuh non muslim tanpa ada alasan yang benar. Untuk itu Rasulullah saw sudah memberikan solusi atas kekerasan yang terjadi.
Solusi pertama yang diajarkan Rasulullah kepada para sahabatnya adalah dengan menanamkan rasa pengawasan Allah terhadap diri mereka. Dengan ini para sahabat selalu berusaha untuk menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia lainnya. Sebab semua yang dilakukan ada dalam pengawasan Allah.
Adapun yang kedua adalah dengan menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik kepada para sahabat. Yaitu dengan menebarkan rasa keadilan dan kelembutan tanpa membedakan negara, status sosial bahkan agama sekalipun. Contohnya ketika ada seorang Yahudi yang mengucapkan salam kepada Aisyah ra. Akan tetapi dengan kata-kata Assam Alaykum yang artinya kematian bagi kalian. Aisyah ra membalas: Dan bagi kalian kematian dan laknat. Ketika Rasulullah Saw mengatakan. Hati-hati ya Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam setiap sesuatu.
Semoga kita bisa meneladani akhlak Rasulullah saw dalam setiap hembusan nafas kita! Amin
Oleh: Akhrie Rabbani
