"Pencalonan diri saya bertujuan untuk membantah tuduhan bahwa FJP mengekang hak-hak kaum perempuan" Munculnya nama Dr. Sab...
"Pencalonan diri saya bertujuan untuk membantah tuduhan bahwa FJP mengekang hak-hak kaum perempuan"
Munculnya nama Dr. Sabah Saqari sebagai kandidat presiden partai tak hanya mengagetkan dunia perpolitikan Mesir karena dia adalah pertama dan satu satunya perempuan yang maju dalam pemilihan presiden sebuah parpol. Tapi yang lebih mencengangkan beberapa kalangan adalah dia muncul sebagai kandidat presiden Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang banyak diberikan cap negatif akan mencekal hak-hak kaum perempuan. Dan tak tanggung-tanggung, dia bersaing dengan politikus sekaliber Dr. Essam el Erian, wakil presiden FJP dan Dr. Mohamed Saad Katatni, mantan ketua Majlis Shaab
.
Berikut adalah wawancara wartawan harian Al-Ahram, Nabil Segini dengan Dr. Sabah Saqari:
S: Kenapa Anda memutuskan untuk terjun dalam pemilihan presiden partai?
J: Karena partai tak melarang siapapun anggota Kongres Nasional untuk mencalonkan diri sebagai presiden partai, tak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dan ini adalah hak yang harus saya ambil dan perjuangkan selama saya sanggup ikut terjun dalam aktivitas perpolitikan. Hal ini sejalan dengan asas persamaan hak dan memanfaatkan momentum untuk ikut berpartisipasi dalam demokrasi. Tak ada yang aneh, karena partai memfasilitasi hak semua anggota. Diantara hak anggota Kongres Nasional adalah berhak mencalonkan siapa yang dirasa mampu untuk memimpin partai. Saya menyambut baik semua pilihan hingga pada akhirnya saya memilih untuk ikut serta.
S: Apakah ada tekanan terkait pencalonan Anda?
J: Justru sebaliknya, saya mendapat sambutan yang sangat positif khususnya dari para petinggi partai sekalipun saya tidak pernah berkonsultasi pada mereka terkait pencalonan ini. Saya hanya berdiskusi dengan keluarga saya yang kemudian mereka menyambut baik dan mendukung saya. Saya juga mendapatkan dukungan dari para petinggi perempuan di tingkat daerah (DPW), sebagian mereka bahkan menelpon saya dan mengucapkan selamat atas pencalonan ini. Mereka malah bangga dengan pencalonan saya dan menyatakan kesiapan menjadi tim sukses.
S: Apakah Anda yakin, sementara Anda berhadapan dengan kandidat terkuat, seperti Dr. Essam el Erian dan Dr. Saad Katatni?
J: Dr. Essam el Erian dan Dr. Saad Katatni justru sangat menghormati saya dan senang saya ikut bergabung dengan mereka dalam kompetisi bergengsi ini. Saya tidak ragu soal kemenangan.
S: Bagaimana peranan perempuan di internal partai?
J:Pencalonan diri saya bertujuan untuk membantah tuduhan bahwa FJP mengekang hak-hak kaum perempuan. Jumlah pendiri partai ada 8 ribu orang, seribu diantaranya adalah perempuan. Apakah ada partai liberal Mesir yang pendirinya dari kalangan perempuan sebanyak ini? Apakah ada partai di Mesir yang perwakilan perempuannya mancapai 15% di Kongres Nasional? Saya katakan hal ini bisa ditemukan di FJP, setelah adanya keseimbangan suara antara laki-laki dengan perempuan.
Perempuan di FJP dihormati dan mendapatkan peran baik, tak ada perbedaan antara laki-laki dengan perempuan. Semua memiliki hak, semua ada kewajiban. Saya melihat di internal partai semua diberikan kebebasan dalam berkontribusi dan perempuan juga diberikan amanah di pos-pos khusus seperti bidang media, iptek, ekonomi, politik dll.
S: Apa program Anda jika sukses sebagai pemimpin partai?
Saya memiliki inovasi baru dalam pelaksanaan program-program dan asas-asas FJP. Komitmen yang kuat dan bisa dipercaya, itulah yang menjadi dasar inovasi saya untuk mewujudkan visi dan misi baru partai agar mampu mengangkat citra partai di panggung perpolitikan.
Diantara program yang saya usung adalah bisa berkompetisi dengan parpol lain dan pada waktu yang sama juga bekerjasama dengan mereka untuk membangun Mesir, menciptakan strategi untuk tingkat nasional.
Demikian juga dengan pemberdayaan generasi muda, memperjuangkan kebutuhan mereka akan teknologi dan transformasi informasi. Disamping itu juga memfasilitasi peningkatan kapasitas dan skil mereka karena para pemuda adala fajar baru revolusi. Selama mereka tahu dengan problemanya, selama itu pula mereka bisa mencari jalan keluarnya sekalipun akan menemukan berbagai kesulitan.
Disisi lain, tidak mungkin menutup peran perempuan yang sejatinya sangat dibutuhkan dalam bidang perekonomian. Perempuan ibarat menteri perekonomian di setiap rumah tangga dan perempuan adalah barometer untuk mengukur kadar kesuksesan ekonomi, mempengaruhi urusan internal keluarga. Maka perempuan harus diperlakukan layaknya seorang negarawan.
S: Apa prestasi yang telah Anda peroleh di internal partai sebagai salah satu faktor kemenangan?
J: Saya bergabung ke dalam jamaah ini sejak tahun 1990 dan saya adalah salah satu pendiri partai ini. Saya bangga sebagai murid di “madrasah” ini. Dan saya juga memiliki beberapa prestasi di internal maupun eksternal partai. Diantaranya saya diamanahi sebagai sekretaris bidang perempuan FJP Kairo bagian timur, sekretaris umum pembantu bidang perempuan wilayah Kairo, penggerak program peningkatan kesadaran perempuan partai dalam melaksanakan program, juga aktif dalam program “Kenali Undang-undangmu” , berupa kiat-kiat sederhana pengenalan hak-hak perempuan dalam bidang hukum, mengenalkan wawasan-wawasan baru seputar hukum, dll.
Sebagaimana kandidat di Majlis Shuraa, saya juga mengikuti pelatihan intensif selama 6 bulan persiapan kemungkinan pencalonan diri sebagai anggota parlemen. Pelatihan ini mencakup kajian ekonomi, politik, informasi, perbandingan dan tujuan aktivitas politik serta berkerjasama dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan dll.
S: Apa pandangan Anda seputar perdebatan yangterjadi antar petinggi di Dewan Konstituante terkait hak-hak perempuan dalam konstitusi baru?
J: Disana ada banyak perwakilan perempuan yang akan memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Mereka tentu tak akan membiarkan seorangpun melakukan diskriminasi atas hak-hak kaum perempuan dalam penetapan undang-undang baru, atau adanya kemungkinan-kemungkinan tekanan atas aspirasi perempuan. Karena keberadaan perempuan di Dewan Konstituante adalah untuk memperjuangkan hal ini dengan segala upaya dan kemampuan yang ada, bahkan mungkin saja mereka akan melakukan peran lebih.
Syariat Islam tidak pernah melarang perempuan ikut serta di Majlis Shaab, atau menjadi pimpinan partai atau menjabat di posisi menteri. Inilah yang telah diterapkan oleh partai dan menjadi landasan Presiden Mohamed Morsi ketika memilih beberapa staf dan penasehatnya dari kalangan perempuan. Ini adalah asas asli Partai Kebebasan dan Keadilan yang tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan sehingga memungkinkan bagi mereka untuk masuk ke wilayah pimpinan.
(Harian Al Ahram, 5 Oktober 2012)
Alih Bahasa: Harun AR
