Mogadishu- Pemilu presiden somalia 10 September lalu, meski memperoleh banyak ucapan selamat dari dunia internasional. Namun dari dalam ...
Mogadishu- Pemilu presiden somalia 10 September lalu, meski memperoleh banyak ucapan selamat dari dunia internasional. Namun dari dalam negeri, Harakah Shabaab Mujahiddeen berbeda sikap dan mengatakan bahwa apa yang terjadi di sana bukanlah pemilu tapi cuma sekedar pemilihan.
Jubir al Shabaab, Sheikh Ali Mahmoud Rage mengatakan kepada koresponden Al Jazeera di Somalia, bahwa orang-orang yang menguasai Somalia dengan penjajahan lah yang telah mengatur keadaan agar orang ini terpilih, sedangkan warga Somalia tidak pernah memilihnya.
Dia juga menambahkan bahwa 80% anggota parlemen Somalia saat ini memiliki kewarganegaraan dan paspor asing dan mereka bekerja sesuai kehendak negara-negara yang mereka pakai sebagai kewarganegaraannya. Ia juga secara pribadi berpendapat bahwa Hassan Sheikh Mahmoud tidaklah mampu memperjuangkan kemerdekaan dan mengatakan: “Dia berada di bawah penguasaan kaum kafir dan bekerja sesuai arahan dan dikte mereka, karena itulah tidak ada yang
baru di Somalia.”
Dia menegaskan bahwa Harakah Shabab akan tetap memerangi presiden terpilih dan lembaga-lembaganya sebagaimana presiden sebelumnya Abdullah Yusuf dan Presiden Sharif Sheikh Ahmed selama dia belum membebaskan Somalia dari pasukan salib penjajah dan sampai tentara terakhir dari Uni Afrika dan angkatan bersenjata Ethiopia pergi meninggalkan bumi Somalia.[FhI]
(Sumber: Aljazeera.net)
