Demonstrasi di Amman, Yodania Isu Arab Spring masih belum selesai. Kali ini giliran Yordania memanas ditandai dengan terjadinya konfli...
![]() |
| Demonstrasi di Amman, Yodania |
Isu Arab Spring masih belum selesai. Kali ini giliran Yordania memanas ditandai dengan terjadinya konflik antara aparat keamanan Yordania dengan demonstran di bundaran jantung kota Amman, ibukota Yordania (14/11). Massa melakukan aksi unjuk rasa sebagai respon atas kebijakan peerintah menaikkan harga beberapa jenis bahan bakar yang berkisar antara 10% dan 53%.
Mereka mengeluarkan slogan-slogan menentang Raja Abdullah II dan menuntut pengunduran diri PM Abdullah Ensour.Sementara di beberapa propinsi juga terjadi aksi ratusan demonstran yang turun ke jalan-jalan meneriakkan yel yel yang ditujukan kepada raja dan badan intelijen. Mereka juga menuntut raja Abdullah II meninggalkan jabatan.
Membaca cerita fenomena beberapa revolusi dunia Arab, rata-rata berangkat dari titik yang sama yaitu isu kenaikan harga kebutuhan (ekonomi). Namun menariknya mereka tak menerima negosiasi perbaikan sistem dan pemulihan perekonomian, justru yang diinginkan adalah pergantian sistem berikut para pejabat.
Perekonimian hanyalah satu dari sekian masalah yang ada dan dijadikan alasan untuk memperlihatkan sikap. Tapi ini hanyalah imbas dari kerusakan sistem yang ada. Rakyat tentu sudah bisa menilai dengan sendirinya apa yang sesungguhnya bermasalah. Mereka sudah membaca selama puluhan tahun apalagi kawasan Arab yang rata-rata menggunakan sistim kerajaan. Segala kebijakan dan pewaris pemerintahan dipegang oleh satu golongan.
Yang diinginkan oleh bangsa hari ini adalah perubahan dan perbaikan. Kebebasan, keadilan sosial dan persamaan hak dan kewajiban. Masyarakat modern tak lagi membiarkan ada perbedaan kasta dalam sebuah kelompok atau bangsa. Karena sejatinya sekat-sekat itu hanya menjadi penghambat kemajuan, kepedulian, persatuan dan kebangkitan. Disamping itu sunatullah pasti berlaku. Tak ada yang abadi kecuali kebenaran. Semua akan sampai pada gilirannya. Dan kali ini giliran generasi kritis dan peduli yang akan tampil memimpin peradaban.
Oleh: Harun AR
email: jelajahperadaban@gmail.com
