Editorial koran Freedom & Justice, 11 Nov 2012 Kemenangan Obama pada pemilu AS -untuk kedua kalinya- menundang reaksi dari banyak ...
Editorial koran Freedom & Justice, 11 Nov 2012
Kemenangan Obama pada pemilu AS -untuk kedua kalinya- menundang reaksi dari banyak kalangan di tingkat internasional khususnya Israel. Berbagai reaksi ini bertemu pada titik permasalahan Palestina dan hubungan AS dengan Mesir dan Iran.
Seorang penulis Israel , Akiva Eldar menyatakan dalam analisnya di koran Haaretz zionis bahwa Obama punya waktu 4 tahun untuk menentukan sikap politik terhadap Netanyahu. Obama saat ini telah bebas dari tekanan Israel dan Yahudi serta tak perlu khawatir dengan kekuatan uang sang milyarder Yahudi, Sheldon Edelson.
Tapi penulis mengkhawatirkan kemungkinan yang akan terjadi pada periode ke-2 pemerintahannya disebabkan beberapa kegagalan pada 4 tahun pertama pemerintahanya, sekalipun presiden mampu mengatasinya. Yang jelas Obama harus mengalokasikan waktu dan perhatiannya untuk mengatasi perekonomian AS yang colaps. Tantangan lain bagi Obama saat ini adalah tuntutan bangsa Palestina atas pengakuan dan peningkatan peran Palestina di PBB, tak hanya sebatas anggota.
Namun penulis menyatakan jika Obama berupaya memerangi Timur Tengah, mereka pasti akan mengusirnya. Karena kondisi terakhir Timur Tengah menunjukan tantanga baru bagi AS.
Untuk keluar dari permasalahan ini Eldar menjelaskan perlu adanya langkah kebijakan politik dalam waktu yang cukup lama. AS tidak akan bisa mewujudkan perdamaian antara dua kelompok sendirian dan menegaskan bahwa peran aktif dalam menyelesaikan sengketa sejatinya adalah kepentingan Amerika.
Beberapa pengamat menyatakan pemerintahan AS yang baru perlu menyusun beberapa langkah yang mencakup pengakuan atas kedaulatan Palestina guna mewujudkan perdamaian di dunia Arab dan langkah pengamanan dengan menurunkan pasukan pengawas Internasional Arab ke Palestina.
Netanyahu harus meninggalkan ambisinya mewujudkan kekuasaan Israel Raya. Termasuk mengendalikan reaktor nuklir Iran. Tapi dalam konferensi Helsinky yang membahas pelucutan senjata nuklir di Timur Tengah Israel tidak hadir dan Obama menutup mata atas hal ini.
Lembaga kajian timur tengah, Washington Institute menguatkan pemerintahan Obama perlu menciptakan sebuah kesepakatan dengan Iran dan juga menyusun kesepahaman baru dengan Mesir.
Lembaga ini juga menyebutkan setelah keluarnya hasil pelpres AS, Obama perlu membuat sebuah kesepakatan untuk menguji sejauh mana kemungkinan usaha diplomasi terkait nuklir atau setidaknya mengalihkan penggunaannya seperti untuk keperluan militer.
Direktur lembaga kajian Washington Institute, Satilov menegaskan upaya AS ini bertujuan untuk mencari kemungkinan adanya kesepakana diplomasi sebelum adanya keputusan pengalihan fungsi nuklir, namun setidaknya bisa menghambarproduksi senjata nuklir.
Selanjutnya Satilov menilai AS perlu mengambil kebijakan untuk mengakhiri krisis Suriah, mengusahakan terselanggaranya perundingan damai Palestina -Israel dan membangun kerjasama baru dengan pemerintahan Islam di Mesir. [har/fjp]
