Kairo, Muslimide Online - Dewan Koordinasi Palestina bekerjasama dengan Komite Al Quds Asosiasi Dokter-Dokter Arab,Komite Perempuan Pu...
Kairo,MuslimideOnline -Dewan Koordinasi Palestina bekerjasama dengan Komite Al Quds Asosiasi Dokter-Dokter Arab,Komite Perempuan Pusat Hubungan Negara-Negara Arab, Kementrian Waqaf Mesir dan belasan lembaga peduli Palestina di Mesir kemarin (29/3) menyelenggarakan peringatan Hari Bumi Palestina, bertempat di Al Azhar Conference Centre, Kairo. Perayaan kali ini mengangkat syi'ar "Mengakar Kokoh Bagaikan Pohon Zaitun" mengisyaratkan keteguhan bangsa Palestina mempertahankan tanah airnya dan kesabaran mereka melawan penjajahan zionis.
Ikut hadir dalam peringatan ini Dr. Munir Sa'id, anggota Biro Politik Hamas, Dr. Jamal Abdul Sattar, ketua urusan dakwah Departemen Wakaf Mesir, Dr. Shalah Sultan, sekjen Majlis A'la dan beberapa tokoh lainnya.
Dalam sambutannya, Dr. Munir Sa'id selaku ketua Dewan Koordinasi Palestina menyatakan bahwa perang dengan zionis akan tetap berlanjut. Adapun hakikat perang ini adalah mencakup perang aqidah, aksistensi, kebudayaan, informasi dll. Selama lebih dari 50 tahun belakangan zionis terus berupaya menjajah, merampas dan menancapkan skeistensi mereka di tanah Palestina. Mereka mengklaim memiliki sejarah dan warisan di bumi ini. Adapun sejatinya Palestina adalah negeri umat Islam dan umat Islam lah yang berhak atasnya. Palestina dan bangsanya sudah ada sejak awal-awal sejarah. Akan tetapi inilah zionis yang terus berupaya merobah sejarah mereka.
Rakyat Palestina selalu memperingati Hari Bumi setiap tahunnya sebagai bentuk perlawanan dan menunjukkan bahwa mereka akan terus berjuang. Dr. Munir menegaskan bahwa Palestina selamanya akan tetap menjadi negara Arab Islamiyah. Adapun kezaliman harus segera terangkat dan dibuang dari bumi Al Aqsa.
Dalam kesempatan yang sama Dr. Jamal Abdul Sattar yang mewakili Kementrian Waqaf menegaskan bahwa alasan memperjuangkan Palestina bukan karena tanahnya, tapi karena apa yang ada di atas tanah itu. Di sana ada masjid Al Aqsha, simbol aqidah umat islam. Di atasnya masih ada orang-orang yang ruku' dan sujud. Dari tanah ini Rasulullah diperjalankan, disini para malaikat dan Rasul menyalami beliau. Kita tidak rela ada kezhaliman di tanah ini.
Palestina tidak menumbuhkan buah-buahan, akan tetapi telah menumbuhkan para "rijal".Karenanya Palestina butuh do'a bukan air.Permasalah Palestina tidak akan bisa dipikul oleh satu orang, tapi harus ada di pundak semua pihak.
Sementara itu Dr. Shalah Sulthan, menyatakan ada 5 bentuk perjuangan yang bisa kita lakukan saat ini, antara lain: dengan kata (lisan), pendidikan, media, harta dan terjun langsung ke medan perang. Terkait perjuangan dengan media, Dr. Shalah menegaskan bahwa sudah menjadi keharusan bagi seluruh media khususnya media Islam ikut berperan menyampaikan permasalahan Palestina. Adalah sebuah 'aib jika sebuah media tidak memiliki rubrik atapun program yang membahas Palestina. Ia mengajak seluruh pihak untuk ikut berperan dengan cara mendirikan kantor-kantor media baik cetak maupun elektronik, menggunakan akun sosial media seperti facebook, twitter dan lain-lain untuk ikut menyuarakan perjuangan Palestina. Beliau mengutip perkatana Ibnu Malik, jika seorang muslim tertawan oleh musuh, maka wajib bagi muslim lain untuk membabaskannya.
Peringatan yang dihadiri oleh peserta dari berbagai negara Muslim ini juga dimeriahkan oleh pameran kuliner Gaza, kerajinan tangan rakyat Gaza dan aksesoris serta informasi-informasi penting seputar Palestina.
Redaksi: Harun AR
