Muslimide Online - Konferensi Hertezelia adalah konferensi strategi tahunan terpenting di Israel. Elit penting militer, keamanan, politi...
MuslimideOnline- Konferensi Hertezelia adalah konferensi strategi tahunan terpenting di Israel. Elit penting militer, keamanan, politikus, pakar strategi, analisis, pengamat, akademisi berkumpul dalam forum itu membicarakan tantangan paling berbahaya yang dihadapi entitas zionis di masa mendatang. Forum kemudian ditutup dengan sejumlah rekomendasi. Meskipun terkadang diskusinya lebih penting dibanding rekomendasinya. Sebab pengambilan keputusannya diserahkan kepada prediksi instansi politik, militer dan keamanan.
Dalam konferensi Hertezelia terakhir, forum ini merekomendasikan agar zionis memperkeruh suasana dan menggolakkan konflik Sunni – Syiah. Padahal sebenarnya, masalah ini tidak perlu rekomendasi. Sebab, operasi “penggolakan dan provokasi” semakin massif dilakukan oleh sejumlah kelompok di kawasan terlepas dari kepentingan mereka. Menurut ‘Israel’ negara-negara teluk, Mesir, Turki dan Jordania adalah koalisi penjajah zionis dan Amerika melawan poros ‘jahat’ yang dikendalikan Iran yang mencakup Suriah dan Hizbollah atau yang masuk dalam poros Syiah.
Menurut konferensi Hertezelia, Mesir kini berada di jurang kebangkrutan ekonomi dan belum jelas kapan berakhir. Apalagi SDA Mesir sebagiannya besarnya dianggap sudah hilang. Mesir diyakini Israel tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi disamping tingkat kelahiran makin meningkat yang akan mengakibatkan kelaparan dan problema sosial.
Soal Suriah, laporan Hertezelia menyimpulkan, negeri itu dianggap poros strategi saat ini dan perang saudara di sana dianggap zionis akan berubah menjadi tantangan keamanan, politik, kemanusiaan bagi warganya termasuk bagi warga zionis sendiri. Situasi di Suriah diyakini akan berpengaruh secara keamanan terhadap Libanon dan Irak terutama.
Jika Suriah jadi terbagi menjadi dua bagian, negara besar barat dan koalisinya di kawasan Timteng, terutama Turki, Jordan dan Israel akan melakukan koordinasi agar bisa tetap mengendalikan senjata canggih Suriah.
Konferensi Hertezelia mengkritik Israel yang bersembunyi dalam kasus konflik Suriah.
Selain menilai Amerika sudah tidak begitu peduli dengan isu Palestina atau timteng dan beralih lebih fokus kepada masalah Korea dan Cina, konferensi Israel ini juga menilai Amerika ingin menutup kasus Iran, Suriah dan Palestina.
Karena itu, konferensi ini merekomendasikan Israel agar mengambil langkah meneken perdamaian agar bisa mengendalikan kawasan. Jika ini tercipta, pengaruh Islam akan bisa dikendalikan zionis.
Di lain sisi, karena posisi Israel sebagai asset strategi Amerika, maka AS harus memberikan perlindungan kepada negara zionis ini dari pengaruh buruk di masa mendatang. Jika tidak, kecenderungan dunia mendukung pengaruh Islam akan mempersulit Amerika.
Sumber: infopalestina
