Muslimide Online - Anggota Maktab Irsyad Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr. Abdurrahman Al Barr membantah adanya campur tangan Ikhwanul Mus...
MuslimideOnline- Anggota Maktab Irsyad Jamaah Ikhwanul Muslimin, Dr. Abdurrahman Al Barr membantah adanya campur tangan Ikhwanul Muslimin terhadap Al Azhar. Sebagaimana ungkapnya kepada pers saat kunjungan ke Aswan beberapa hari lalu, bahwa IM merupakan yang pertama kali menyerukan independensi Al Azhar dan mempertahankan kedudukan Syekh Al Azhar tanpa ada yang boleh memakzulkannya, selama proses pembahasan pasal 4 Konstitusi masih berlangsung. Ia juga menyangkal isu-isu yang bisa memicu fitnah dan perseteruan di lapangan, terkhusus pasca insiden keracunan mahasiswa Al-Azhar. Ia meminta dilakukan menyelidikan dan memberikan sanksi yang adil terhadap pihak yang menjadi penyebab insiden ini, berharap tak terulang kembali insiden yang sama.
Selanjutnya petinggi IM tersebut juga membantah statemen mantan kandidat presiden Ahmed Syafiq di salah satu channel TV bahwa presiden Morsi tidak akan mampu menyelesaikan masa jabatannya. "Allah akan membantu Morsi menyelesaikan masa jabatan dan programnya untuk mewujudkan masa depan rakyat Mesir dan umat Islam secara umum," tegasnya.
Ia mengajak lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif untuk bahu-membahu bekerja demi tanah air dan menolak penyerangan terhadap lembaga kehakiman karena keberadaan lembaga ini merupakan jaminan terlaksananya demokrasi yang sehat. Ia mengungkap ada beberapa pihak yang berupaya menghalangi proyek kebangkitan Islam dengan menyebarkan tuduhan dan kebohongan publik seputar pemberlakuan hukum potong tangan, penutupan tempat-tempat wisata dan membelenggu kebebasan. Padahal dalam prakteknya proyek ini justru lebih umum dan luas, mewujudkan keadilan sosial dan kebangkitan kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek.(defri / har)
Selanjutnya petinggi IM tersebut juga membantah statemen mantan kandidat presiden Ahmed Syafiq di salah satu channel TV bahwa presiden Morsi tidak akan mampu menyelesaikan masa jabatannya. "Allah akan membantu Morsi menyelesaikan masa jabatan dan programnya untuk mewujudkan masa depan rakyat Mesir dan umat Islam secara umum," tegasnya.
Ia mengajak lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif untuk bahu-membahu bekerja demi tanah air dan menolak penyerangan terhadap lembaga kehakiman karena keberadaan lembaga ini merupakan jaminan terlaksananya demokrasi yang sehat. Ia mengungkap ada beberapa pihak yang berupaya menghalangi proyek kebangkitan Islam dengan menyebarkan tuduhan dan kebohongan publik seputar pemberlakuan hukum potong tangan, penutupan tempat-tempat wisata dan membelenggu kebebasan. Padahal dalam prakteknya proyek ini justru lebih umum dan luas, mewujudkan keadilan sosial dan kebangkitan kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek.(defri / har)
____________________
Sumber: Al Ahram
