Muslimide Online - Dua juta lebih massa Pro Syari'ah dan pendukung pemerintahan Mursi memadati perempatan utama Rab'ah el A...
MuslimideOnline- Dua juta lebih massa Pro Syari'ah dan pendukung pemerintahan Mursi memadati perempatan utama Rab'ah el Adawiyah, Nasr City, Kairo usai shalat Jum'at kemarin (21/6). Aksi yang pelopori oleh Partai Bina' wa Tanmiyah (sayap politik Jamaah Islamiyah) ini menggandeng lebih dari 30 parpol, gerakan pemuda dan ormas Islam sebagai respon atas serangkaian
kekerasan yang dilakukan oleh gerakan pemberontak Tamarrud guna menimbulkan
kekacauan dan teror terhadap pemerintah dan Ikhwanul Muslimin serta rencana kudeta terhadap pemerintahan Mursi 30 Juni mendatang.
Demostrasi 'Jutaan Masa Selamatkan Revolusi' ini meneriakkan yel-yel dukungan terhadap pemerintah dan menolak anarkisme. Para demonstran menekankan pentingnya menjaga ketentraman dan kedamaian dalam berunjuk rasa, menghindari tindak anarkis, membersihkan politik dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan negara dan menimbulkan kekacauan, menutup kesempatan bagi pihak-pihak yang ingin menumpahkan darah bangsa Mesir dan melemahkan negara. Selain itu demonstran juga meminta ketegasan aparat keamanan menindak para preman dan penjahat yang merusak stabilitas negara, menyerukan percepatan pemilu parlemen dan mengamandemen pasal-pasal konstitusi yang bertentangan dengan syariat Islam.
Aksi massa tidak hanya terjadi di Rab'ah el Adawiyah. Di beberapa tempat juga terjadi demonstrasi baik dari massa pendukung pemerintah maupun massa oposisi. Di Tahrir sekelompok massa penentang Ikhwanul Muslimin menggelar unjuk rasa dan mendirikan tenda di taman downtown sebagai persiapan demonstransi 30 Juni mendatang.
Di Masjid Qa'id Ibrahim, Alexandria demonstasi diwarnai bentrok antara massa pendukung dan penentang Mursi usai shalat Jum'at. setidaknya 3 orang dilaporkan luka-luka. Sementara itu gerakan 'Koptik tanpa Batas' menyerukan kepada seluruh anggotanya dan penganut Koptik untuk turun ke jalan pada 30 Juni mendatang guna mengkudeta pemerintahan Ikhwan.
Konklusi akhir aksi damai menolak kekerasan ini menyampaikan seruan, "Kepada rakyat Mesir yang keluar hari ini.. katakan pada dunia, "Ya untuk pemerintah.. Tidak untuk kudeta!"
"Kami meminta kepada engkau wahai Presiden, untuk membersihkan negara ini dari para perusak.." (ah/sinai)
Video
Demostrasi 'Jutaan Masa Selamatkan Revolusi' ini meneriakkan yel-yel dukungan terhadap pemerintah dan menolak anarkisme. Para demonstran menekankan pentingnya menjaga ketentraman dan kedamaian dalam berunjuk rasa, menghindari tindak anarkis, membersihkan politik dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan negara dan menimbulkan kekacauan, menutup kesempatan bagi pihak-pihak yang ingin menumpahkan darah bangsa Mesir dan melemahkan negara. Selain itu demonstran juga meminta ketegasan aparat keamanan menindak para preman dan penjahat yang merusak stabilitas negara, menyerukan percepatan pemilu parlemen dan mengamandemen pasal-pasal konstitusi yang bertentangan dengan syariat Islam.
Aksi massa tidak hanya terjadi di Rab'ah el Adawiyah. Di beberapa tempat juga terjadi demonstrasi baik dari massa pendukung pemerintah maupun massa oposisi. Di Tahrir sekelompok massa penentang Ikhwanul Muslimin menggelar unjuk rasa dan mendirikan tenda di taman downtown sebagai persiapan demonstransi 30 Juni mendatang.
Di Masjid Qa'id Ibrahim, Alexandria demonstasi diwarnai bentrok antara massa pendukung dan penentang Mursi usai shalat Jum'at. setidaknya 3 orang dilaporkan luka-luka. Sementara itu gerakan 'Koptik tanpa Batas' menyerukan kepada seluruh anggotanya dan penganut Koptik untuk turun ke jalan pada 30 Juni mendatang guna mengkudeta pemerintahan Ikhwan.
Konklusi akhir aksi damai menolak kekerasan ini menyampaikan seruan, "Kepada rakyat Mesir yang keluar hari ini.. katakan pada dunia, "Ya untuk pemerintah.. Tidak untuk kudeta!"
"Kami meminta kepada engkau wahai Presiden, untuk membersihkan negara ini dari para perusak.." (ah/sinai)
Video
Redaksi: Salman A
