Muslimide Online - Dinamika Islam di berbagai belahan dunia -termasuk tanah air- hari ini dihangatkan dengan seruan kebangkitan. Dari ge...
MuslimideOnline- Dinamika Islam di berbagai belahan dunia -termasuk tanah air- hari ini dihangatkan dengan seruan kebangkitan. Dari gerakan, ormas hingga parpol ikut bagian dalam wacana ini. Apalagi menjelang pemilu 2014 yang merupakan salah satu ajang uji elektabilitas partai Islam dan kesiapan muslim Indonesia menyokong kemenangan Islam.
Tak ketinggalan juga Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan syiar Khilafah sebagai solusi permasalahan umat. Sejak Mei lalu HTI menyelenggarakan Muktamar Khilafah di 31 kota seluruh Indonesia. Hari ini adalah kegiatan puncak yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan dihadiri sekitas 100 ribu massa HTI.
Ada hal yang menarik dari Muktamar HTI ini. Sebagaimana kebijakan sebelumnya, kali
ini pun HTI menegaskan tidak akan ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2014.
Namun menariknya HTI memberikan kebebasan bagi anggotanya untuk
menyalurkan aspirasi kepada parpol yang memiliki platform, maupun tujuan
terwujudnya Khilafah Islamiyah.
Tentu saja kebijakan seperti ini akan membuka ruang bagi partisipasi anggotanya dalam Pemilu 2014 nanti.
“Pernyataan
resmi HTI itu nanti dimaknai seperti apa? Itu semuanya tentu berpulang
kepada masing-masing anggota. Mungkin ada yang memaknai oh ini PBB, PPP,
mungkin ini PAN, PKS, itu adalah hak mereka,” tegas Juru Bicara HTI
Muhammad Ismail Yusanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu
(2/6/2013).
Dia kembali menegaskan bahwa HTI tidak pernah
sekalipun menyerukan kepada anggotanya untuk tidak memilih alias golput.
Pasalnya, memilih suatu parpol adalah hak asasi setiap warganegara.
“Kami ingatkan bahwa silakan gunakan hak itu dengan sebaik-baiknya untuk memilih partai yang baik,” imbuh nya.
Hingga
saat ini, lanjutnya, HTI juga belum memutuskan untuk ikut ambil bagian
dalam pemilu di Indonesia. Langkah itu lanjut Yusanto, bukan berarti HTI
anti berpolitik.
HTI kata dia, akan concern pada
persoalan-persoalan yang menyangkut keumatan, seperti membentengi diri
dari pengaruh negatif pornografi, pornoaksi, kebijakan pemerintah yang
menindas umat, dan sebagainya.
“Acara ini tidak
ada kaitannya dengan tahun politik, kami pastikan tidak ada hubungannya
dengan itu, artinya tidak ada hubungannya dengan calon-calon atau
partai-partai tertentu,” pungkasnya.
Semoga ini menjadi angin
segar bagi perpolitikan di Indonesia, khususnya partai-partai yang
memiliki platform yang sama dengan HTI. Dan yang lebih penting lagi,
bertambahnya kekuatan umat Islam dalam partisipasi politik melalui
pemilu 2014 nanti. (dkw)
