Archive Pages Design$type=blogging

Analisa
Berita

Israel Bersikukuh dengan Proyek Pemukiman di Wilayah Palestina

Muslimide Online - Sabtu (20/7) Israel menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bernegoisasi untuk menghentikan proyek pemukiman di Tepi Bar...

MuslimideOnline- Sabtu (20/7) Israel menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bernegoisasi untuk menghentikan proyek pemukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur yang merupakan syarat mutlak dari Palestina untuk kembali ke meja perundingan. Namun Israel setuju untuk membebaskan tawanan Palestina. Ini merupakan hasil kesepakatan dari pertemuan dengan Mentri Luar Negri Amerika John Kerry yang berupaya membuka kembali jalur perundingan yang telah terhenti selama 3 tahun belakangan.

Dalam menanggapi perkembangan ini PM Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan, "Dimulainya kembalinya negoisasi akan memberikan keuntungan strategis bagi Israel."

Menteri bidang Strategi Israel, Yuval Steinitz mengatakan sebelum memulai pembicaraan terkait iahl ini bahwa negaranya siap untuk membebaskan beberapa tawanan, tapi tidak mungkin untuk menerima tuntutan Palestina dalam hal 'perbatasan masa depan' negaranya.

Ia juga menambahkan bahwa negaranya tidak akan mengalah dalam urusan diplomatik dan menyangkal penghentian proyek pemukiman serta menjelaskan bahwa permintaan Presiden Palestina, Mahmud Abbas dalam hal pengakuan batas negara berdasar sebelum perang 1967 tak akan pernah terpenuhi.

Sedangkan untuk masalah tawanan, dia memaparkan akan adanya pembebasan sejumlah tawanan Palestina tanpa menyebut berapa jumlahnya. Akan tetapi, ia memberikan catatan bahwa sebagian tahanan ini telah menghabiskan 30 tahun di penjara israel.

Masih dari pihak yang sama, salah seorang sumber israel -yang menolak untuk diungkap identitasnya- mengatakan, "Pelepasan tahanan akan dilakukan setelah negoisasi untuk membuktikan keseriusan Palestina."

Persyaratan Zionis

Pada kesempatan itu pihak keamanan Zionis mengatakan, "Pelepasan tawanan tidak akan dilakukan sampai otoritas Palestina menunjukkan keseriusan mereka, ditambah lagi pelepasan tawanan akan dilakukan bertahap dan akan mencakup lebih dari 100 tahanan yang telah melalui masa hukuman lebih dari 20 tahun."

Rincian ini muncul selepas Mentri Luar Negeri Amerika -John Kery- memberikan pernyataannya jumat lalu, "Israel dan Palestina telah meletakkan dasar untuk melanjutkan perundingan damai setelah terhenti selama 3 tahun, namun kesepakatan ini bukanlah akhir dan membutuhkan lebih dari sekedar perjuangan diplomatik."

Sementara itu bangsa Palestina sebenarnya telah sejak lama meminta Israel membebaskan para tawanan yang mendekam di penjara semenjak tahun 1993. Tahun disepakatinya "Perjanjian Oslo" yang mencakup kesepakatan menuju pendirian negara merdeka bagi Bangsa Palestina di Al-Quds Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Mengomentari hal ini Nabil Abu Rdainah -Juru Bicara Presiden Mahmud Abbas- mengatakan, "Permintaan pembebasan tahanan selalu menjadi agenda utama dalam setiap pertemuan-pertemuan beliau. Dengan mengisyaratkan bahwa kepentingan Palestina harus selalu mendasari setiap kesepakatan dan dalam kesepakan terakhir ini haruslah membebaskan tahanan secara keseluruhan tanpa terkecuali."

Batu Sandungan

Akan tetapi penolakan pihak Israel dalam negoisasi yang dimulai dengan penentuan batas wilayah, penarikan tuntutan, dan penghentian pembangunan akan selalu menjadi batu sandungan di hadapan setiap upaya negoisasi damai kedua belah pihak.

Pejabat senior Palestina mengatakan kepada Reuters, "Posisi kami tetap jelas; melanjutkan negoisasi haruslah didasarkan pada solusi dua-negara dan perbatasan tahun 1967."

Dia memaparkan bahwa ini akan menghalangi Palestina untuk mengambil langkah pada Majlis Umum PBB September mendatang dalam upaya mendapatkan pengakuan dari negara-negara lain disebabkan tidak adanya perkembagan negoisasi dengan pihak Israel.

Ahmed Majdalani -anggota Komisi Eksekutif Fatah- sebelumnya telah menjelaskan kepada The Associated Press bahwa Kerry menyarankan pelaksanan negoisasi dalam enam atau sembilan bulan untuk fokus dalam masalah perbatasan dan penertiban keamanan.

Perlu menjadi catatan bahwa langkah Kerry untuk melanjutkan jalur perundingan yang terhenti dan keyakinannya bahwa kedua pihak Palestina dan Israel akan menuju Washington minggu ini untuk tujuan perundingan telah mendapat sambutan baik internasional, dimana sejumlah negara telah menyatakan sokongan dan dukungannya. (fh/aljazeera)

Redaktur: Harakie Chan

COMMENTS

Name

14 Agustus 25 Januari 30June Abu Treka Afrika Tengah Afsel AKP Aktivis Al Azhar Al Quds Al-Aqsha al-Azhar Alaa Alam Islami Aljazeera Amerika Amnesty Analisa aqidah Ariel Sharon Artikel AS Asad Banjir Baradei Bashar Asad Bayan Bendungan Bentrokan Berita Bom Cara Catatan Darurat Daud Oglu Deal of Century Delga Demonstran Demonstrasi Dokumen Dr. Uwais Duka Dunia Islam Editorial El Baradei El-Sisi Emir Qatar Erdagon Erdogan Fatah Fikrah Filsafat FSA Fulul Fundamental Gaza Gaza Under Attack Ghazwul Fikr Ghouta Gugatan Gulen Haji Hamas Headline Hijriah history Human Rights Watch Ibnu Khaldun IHH Ikhwan inspirasi Internasional Investigasi Irak Iran Iraq ISIS Islam Islamis Israel Istanbul Ittihadiyah Jared Kushner Jaulah Jausy al Islam Jenewa Jilbab Jum'at Furqan Kajian Kandi Kardasyah Kata-kata Kawasan Keamanan Kebiadaban Kebijakan kemanusiaan Kemenangan Kenangan Kerjasama Kesaksian Ki-Moon Klaim Koalisi Nasional Mesir Koalisi Suriah Kolom Konferensi Bahrain Konflik Kontemplasi Krisis KSA Kudeta Kudeta Mesir Kultwit kunjungan lapu lapu Lawan Kudeta Lebanon Lebaran Legitimasi Mahasiswa Mahkamah Internasional Malaysia Maroko Masisir Masjid Media Mempersiapkan Anak Sekolah Meninggal Mesir Metro Militer Mir'ah Misi Kemanusiaan Mubarak Mursi Mursyid 'Amm Muslim Sri Lanka Muslim Suriah Naquib Al-Attas Nasihat Natal News Niswah nusantara Olahrga Opini Ormas Islam Otoritas Otoritas Palestina pahlawan Palestina Panen Raya Parade Militer Pariwisata Pasca Pembantaian PBB Pemadaman Listrik Pembakaran Masjid Pembangkangan Pembantaian PembantaianRab'ah Pembubaran Pembubaran Massa Pembubaran Partai Pemerintahan pemikiran Pemilu pemuda Pemutusan Diplomatik Penangkapan Pendidikan Anak Pendudukan Zionis Pengadilan Pengepungan Penguasa Pengungsi Penjajah Penjara Penjualan Penyerangan Jamaah Perang Percaya Diri Perlawanan Pernyataan Perundingan Pilihan politik Prahara Kudeta Prancis Profesor Propaganda Kudeta Provokasi Proyek Qur'anuna Rabea Rabia Rafah Raja Muhammad Bin Salman Ramadan realitas Refleksi Remaja renungan Revolusi Rezim Rezim Suriah Rohingya RS. Midany Rusia Salahuddin Saudi Sejarah Sejarah Mesir Sejarah Palestina Modern Serangan Serangan Israel Serangkaian Bom Sikap Sinai sirah Slider Solidaritas Somalia Sri Lanka Sunnaturasulina Suriah Survey Syabab Syatir Syiria tadabbur tafakkur Tahun Ajaran Baru Tahun baru hijriah 1438 talmud Taman Kanak-kanak Tamarrid Tanah Air Tanah Palestina Taujih taurat Tausiyah Timteng Tokoh Tokoh Muslim Trik trump Tsaqafah Tulisan Hamka Tunisia Turki Ukhuwah ulama Ulasan Umrah US Usbu' Rahil Ust. Zulfi Akmal Ust.Irsyad Syafar Wacana Wanita Wawancara Wawasan Yahudi Yarmuk Yaser Arafat Yordania Zionis
false
ltr
item
MUSLIMIDE ONLINE: Israel Bersikukuh dengan Proyek Pemukiman di Wilayah Palestina
Israel Bersikukuh dengan Proyek Pemukiman di Wilayah Palestina
http://www.aljazeera.net/file/get/172f092e-b7ba-4a2d-85ff-7addd06e7eff
MUSLIMIDE ONLINE
http://muslimide.blogspot.com/2013/07/israel-bersikukuh-dengan-proyek.html
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/2013/07/israel-bersikukuh-dengan-proyek.html
true
865542636231413322
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago