Muslimide Online - Badan Intelijen Israel menegaskan pihaknya tidak akan membebaskan semua tahanan Yordania pelaku aksi mogok makan yang...
MuslimideOnline- Badan Intelijen Israel menegaskan pihaknya tidak akan membebaskan semua tahanan Yordania pelaku aksi mogok makan yang telah divonis kurungan seumur hidup, khususnya tahanan Abdullah Bargouti sekalipun ia meninggal di dalam penjara.
Yayasan Solidaritas HAM mengungkap telah berlangsung pertemuan dua hari yang lalu di penjara Ofer Israel dengan dihadiri perwakilan gerakan tawanan dan dinas intelijen Israel guna membahas kondisi tawanan Yordania yang melakukan aksi mogok makan. Sebagaimana pernyataan pengacara Yayasan Solidaritas, Mohammed Abed bahwa pertemuan ini berlangsung sekitar dua jam. Pihak intelijen Israel juga menyatakan penolakan atas usulan pemindahan para tawanan ke Yordania guna menyelesaikan masa tahanan mereka.
Keputusan ini dikeluarkan oleh badan tinggi keamanan dan politik penjajah Israel yang menyatakan tidak akan membuka pintu kekebasan bagi mereka yang telah divonis hukuman semur hidup karena melakukan mogok makan. (chan/knrp)
Yayasan Solidaritas HAM mengungkap telah berlangsung pertemuan dua hari yang lalu di penjara Ofer Israel dengan dihadiri perwakilan gerakan tawanan dan dinas intelijen Israel guna membahas kondisi tawanan Yordania yang melakukan aksi mogok makan. Sebagaimana pernyataan pengacara Yayasan Solidaritas, Mohammed Abed bahwa pertemuan ini berlangsung sekitar dua jam. Pihak intelijen Israel juga menyatakan penolakan atas usulan pemindahan para tawanan ke Yordania guna menyelesaikan masa tahanan mereka.
Keputusan ini dikeluarkan oleh badan tinggi keamanan dan politik penjajah Israel yang menyatakan tidak akan membuka pintu kekebasan bagi mereka yang telah divonis hukuman semur hidup karena melakukan mogok makan. (chan/knrp)
Redaksi: Harakie Chan
