Taujih: Ust. Zulfi Akmal, MA. Ikhwah sekalian, memang pahit dan pedih ketika musibah berat menimpa lalu datang lagi tanggapan yang m...
Taujih: Ust. Zulfi Akmal, MA.
Ikhwah
sekalian, memang pahit dan pedih ketika musibah berat menimpa lalu
datang lagi tanggapan yang menyakitkan dari lidah yang kurang
bermuhasabah. Seolah-olah jatuh ditimpa gedung.
Tapi nahtasibu
'indallahil ajr, kita berharap dengan semua itu Allah menambahkan pahala
kepada kita. Kita tiru, bahkan paksakan meniru akhlak Nabi. Biarlah
mulut orang seperti itu, jangan sampai akhlak kita juga rusak gara-gara
membalas. Kalau ingin membalas, balaslah dengan baik, sekedar
menyampaikan data yang benar dan valid. Tidak perlu ngotot, apalagi
berkata kasar kalau dibantah.
Bila orang berbeda pendapat dengan
kita karena ketidak tahuan, dia akan mudah menerima kebenaran apabila
hakikat sesungguhnya terbuka. Tapi bila itu didasari benci, iri dan
dengki, semakin kelihatan kebenaran dan semakin banyak bukti akan
semakin samar dalam pandangannya dan akan semakin dahsyad sakit hatinya.
Kalau orang betul-betul ingin mencari hal sebenarnya, sangat mudah bagi
mereka melakukan itu. Apalagi bagi mahasiswa yang telah belajar ilmu
hadits dan mantiq. Ditambah bagi kita hidup di "qalbil hadats".
Kita ingat selalu, ini hanya sekejap. Selama-lamanya hanya sepanjang
sisa umur kita di dunia. Pada akhirnya kita akan kembali kepada Allah
dan akan dikumpulkan semuanya untuk disidang dan diadili. Semua yang
kita pertengkarkan hari ini akan dirinci oleh Allah sedetail-detailnya,
tidak ada secuilpun yang tersembunyi.
"Sesungguhnnya Tuhanmu
yang akan memberikan keputusan/merinci di antara mereka pada Hari Kiamat
tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya". (As Sajdah: 25)
Hidup hanya ujian dan kesabaran. Jangan sampai pahala sabar kita
berkurang karena tidak sanggup menahan kata menyakitkan dari orang.
Justru kita berusaha mendulang pahala tambahan dengan menahan diri dari
itu semua.
Satukan hati dan saling mengingatkan dengan
teman-teman yang shaleh. Berpalinglah dari orang yang kurang sadar dan
inshaf. Sibukkan diri dengan tafakkur atas apa yang terjadi pada saat
ini. Jadikan pelajaran dan bahan untuk semakin mendekatkan diri kepada
Allah. Hidup sebenarnya bukanlah di sini. Tapi di seberang sana kelak.
Semoga Allah mengampuni kita semua dan mengumpulkan kita dengan para syuhada' di bawah nauangan rahmat-Nya. [za]
Redaktur: Harun AR