Archive Pages Design$type=blogging

Analisa
Berita

Harga Legitimasi di Mesir

H. Tb. Suhartono, MA.* Terlalu sederhana jika melihat situasi di Mesir sebagai pertikaian politik saja. Pertarungan politik yang sesung...

H. Tb. Suhartono, MA.*
Terlalu sederhana jika melihat situasi di Mesir sebagai pertikaian politik saja. Pertarungan politik yang sesungguhnya ada lah pertarungan kotak suara. Begitulah tradisi demokrasi yang sehat. Faktanya, pertumpahan darah terus terjadi. Bahkan, melegenda dalam parade pembantaian massal dalam waktu kurang dari dua bulan masa berkuasanya rezim militer.

Tragedi berdarah di Garda Republik, Monumen Sadat, Nahdhoh Square, Masjid Rab'ah, Ramses Square bahkan di seluruh lokasi aksi damai di penjuru Mesir menjadi tragedi kemanusiaan terkeji sepanjang sejarah Mesir, bahkan sejarah kehidupan manusia. Hingga kini korban dari rakyat sipil terus berjatuhan hingga menembus angka 6.000 jiwa. Apakah ini disebut konflik politik?

Dr. Rofik Habib, penulis dan pemikir kristen koptik, memberi tinjauan analisis atas peristiwa di Mesir sebagai pertarungan jati diri bangsa Mesir. Pergolakan menentukan identitas negara (huwiyyatul wathan). Dalam wawancaranya di Washington Post, Jenderal Abdul Fattah al-Sisi mengungkap sebab utama yang mendorong militer menggulingkan presiden terpilih. Dia katakan,"Presiden Mursi dan Jamaahnya membawa identitas Islam yang bertentangan dengan identitas bangsa."

Berarti selama ini militer menganut identitas sendiri, karena menolak realita masyarakat yang mayoritas mendukung Islam sebagai dasar konstitusi. Jadi, menurut dia, kelompok besar umat Islam yang hidup di Mesir tidak merepresentasikan bangsa Mesir, bahkan perlu diwaspadai atau disingkirkan karena bertentangan dengan identitas dan jati diri bangsa.

Ini berarti militer menolak kenyataan pilihan sebagian besar rakyat Mesir. Ini sebenarnya bukanlah masalah, yang menjadi masalah besar adalah proses pengukuhan identitas bangsa yang ditempuh dengan cara kasar dan paksa.

Cara yang diingkari aturan hidup berdemokrasi. Cara bersenjata yang meren gut ribuan warga sipil.
Kaum Islamis yang sudah lebih dari setengah abad hidup tertindas dan penuh ancaman semasa rezim militer berkuasa di Mesir, pascarevolusi 25 Januari 2011, merasa yakin bahwa Mesir saat ini telah betul-betul berubah. Betapa mengharu birunya saat kaum Muslimin di Mesir mampu menghirup udara kebebasan di negeri mereka sendiri.

Aktivitas dakwah dan ibadah begitu terbuka. Berbagai ormas Islam baik yang lama maupun yang baru leluasa menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan bakti sosial. Bahkan, mereka dengan suka cita ikut serta dalam pesta demokrasi pertama. Tanpa ada keraguan dan kecurigaan mereka masuk gelanggang politik.

Kaum Islamis merasa nyaman karena selalu menjadi pemenang dalam lima kali pemilu; Pileg DPR (28 November 2011 - 11 Januari 2012, Kaum Islamis per oleh lebih dari 70 persen), Pileg MPR (29 Januari 2012 - 22 Februari 2012, Kaum Islamis peroleh lebih 80 persen), Pilpres tahap I (23-24 Mei 2012), Pilpres tahap II (16-17 Juni 2012), dan Referendum konstitusi (15 Desember 2012/ 63,8 persen vs 36,2 persen).

Kemenangan demi kemenangan membuat lengah kaum Islamis dan membuat gerah kaum sekuler liberal bahkan mengundang kekuatan regional dan interna- sional untuk mematahkan arus demokrasi ini (Arab Spring) supaya tidak menjalar ke negara-negara Timur Tengah, khususnya negara-negara monarki di kawasan teluk. Tak heran jika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain berlombalomba mendukung rezim militer Mesir.

Gejala keanehan mulai terendus, berawal dari pembubaran DPR, pembatalan konstitusi hasil referendum, pembubaran MPR, hingga kudeta berdarah yang memilukan jiwa di mana pada ta hun ini, bulan suci Ramadan di Mesir men jadi bulan pertumpahan darah. Dan bulan kemenangan Syawal ini menjadi bulan matinya nurani kemanusiaan, bulan terkuburnya nilai-nilai luhur demokrasi.

Sungguh, antrean panjang selama 15 jam di TPS-TPS jauh lebih aman terjamin dari pada harus pedih menderita akibat rezim militer berkuasa hingga bangsa terpuruk dan penuh genangan darah. Adakah di negara demokrasi, lembaga yang dipilih rakyat dibubarkan lembaga yang dipilih seorang presiden yang tidak sah (Mubarak)?

Ini terjadi di Mesir, saat DPR yang ang gotanya dipilih rakyat dibubarkan Mahkamah Konstitusi yang anggota-anggotanya dilantik Mubarak. Adakah di negara demokrasi presiden yang terpilih hasil pilpres digulingkan oleh seorang jenderal yang baru saja dilantik oleh sang presiden yang sah? Ini terjadi di Mesir saat Menhan dalam Kabinet Mursi menggulingkan Mursi.

Pesta demokrasi di Mesir yang telah berlangsung dengan lima kali pemilu kini menjadi legenda. Musim semi Arab telah berganti dengan musim pembantaian massal di setiap lokasi aksi damai menentang kudeta berdarah.

Sungguh, perjuangan rakyat sipil di Mesir bukan pergolakan kaum Islamis yang sedang menuntut hak-hak politik, tapi perjuangan mempertahankan legit- imasi. Menegakkan kedaulatan rakyat.
Menhadapi tirani politik. Melawan sindikat kekuasaan yang memiliki uang dan senjata. Jika tidak dihentikan, kita khawatir legitimasi kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi hukum rimba. Jika tidak segera dibendung, kita khawatir arus inhumaity, matinya nurani kemanusiaan dan gelombang penodaan demokrasi menular ke negara-negara lainnya.

*
Sekjen Komnas Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir
Tulisan ini dimuat
di Harian Republika: 22/8/2013


Redaktur: Harun AR
Name

14 Agustus 25 Januari 30June Abu Treka Afrika Tengah Afsel AKP Aktivis Al Azhar Al Quds Al-Aqsha al-Azhar Alaa Alam Islami Aljazeera Amerika Amnesty Analisa aqidah Ariel Sharon Artikel AS Asad Banjir Baradei Bashar Asad Bayan Bendungan Bentrokan Berita Bom Cara Catatan Darurat Daud Oglu Deal of Century Delga Demonstran Demonstrasi Dokumen Dr. Uwais Duka Dunia Islam Editorial El Baradei El-Sisi Emir Qatar Erdagon Erdogan Fatah Fikrah Filsafat FSA Fulul Fundamental Gaza Gaza Under Attack Ghazwul Fikr Ghouta Gugatan Gulen Haji Hamas Headline Hijriah history Human Rights Watch Ibnu Khaldun IHH Ikhwan inspirasi Internasional Investigasi Irak Iran Iraq ISIS Islam Islamis Israel Istanbul Ittihadiyah Jared Kushner Jaulah Jausy al Islam Jenewa Jilbab Jum'at Furqan Kajian Kandi Kardasyah Kata-kata Kawasan Keamanan Kebiadaban Kebijakan kemanusiaan Kemenangan Kenangan Kerjasama Kesaksian Ki-Moon Klaim Koalisi Nasional Mesir Koalisi Suriah Kolom Konferensi Bahrain Konflik Kontemplasi Krisis KSA Kudeta Kudeta Mesir Kultwit kunjungan lapu lapu Lawan Kudeta Lebanon Lebaran Legitimasi Mahasiswa Mahkamah Internasional Malaysia Maroko Masisir Masjid Media Mempersiapkan Anak Sekolah Meninggal Mesir Metro Militer Mir'ah Misi Kemanusiaan Mubarak Mursi Mursyid 'Amm Muslim Sri Lanka Muslim Suriah Naquib Al-Attas Nasihat Natal News Niswah nusantara Olahrga Opini Ormas Islam Otoritas Otoritas Palestina pahlawan Palestina Panen Raya Parade Militer Pariwisata Pasca Pembantaian PBB Pemadaman Listrik Pembakaran Masjid Pembangkangan Pembantaian PembantaianRab'ah Pembubaran Pembubaran Massa Pembubaran Partai Pemerintahan pemikiran Pemilu pemuda Pemutusan Diplomatik Penangkapan Pendidikan Anak Pendudukan Zionis Pengadilan Pengepungan Penguasa Pengungsi Penjajah Penjara Penjualan Penyerangan Jamaah Perang Percaya Diri Perlawanan Pernyataan Perundingan Pilihan politik Prahara Kudeta Prancis Profesor Propaganda Kudeta Provokasi Proyek Qur'anuna Rabea Rabia Rafah Raja Muhammad Bin Salman Ramadan realitas Refleksi Remaja renungan Revolusi Rezim Rezim Suriah Rohingya RS. Midany Rusia Salahuddin Saudi Sejarah Sejarah Mesir Sejarah Palestina Modern Serangan Serangan Israel Serangkaian Bom Sikap Sinai sirah Slider Solidaritas Somalia Sri Lanka Sunnaturasulina Suriah Survey Syabab Syatir Syiria tadabbur tafakkur Tahun Ajaran Baru Tahun baru hijriah 1438 talmud Taman Kanak-kanak Tamarrid Tanah Air Tanah Palestina Taujih taurat Tausiyah Timteng Tokoh Tokoh Muslim Trik trump Tsaqafah Tulisan Hamka Tunisia Turki Ukhuwah ulama Ulasan Umrah US Usbu' Rahil Ust. Zulfi Akmal Ust.Irsyad Syafar Wacana Wanita Wawancara Wawasan Yahudi Yarmuk Yaser Arafat Yordania Zionis
false
ltr
item
MUSLIMIDE ONLINE: Harga Legitimasi di Mesir
Harga Legitimasi di Mesir
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnQCfylmEJ9H7WaachRvBgBWaXi3lqLVYV4sSb-9E0NEqxFozrfh037DqU-QmbQaMgyrr6LSNdBp15eIXRPGABjcPMFrQRsyXRgq6Mzh1YZA8_Xe53bPz6zKpkElmhCMLjEA1gIvHyBvRr/s320/188414_435555116500411_539214482_n.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnQCfylmEJ9H7WaachRvBgBWaXi3lqLVYV4sSb-9E0NEqxFozrfh037DqU-QmbQaMgyrr6LSNdBp15eIXRPGABjcPMFrQRsyXRgq6Mzh1YZA8_Xe53bPz6zKpkElmhCMLjEA1gIvHyBvRr/s72-c/188414_435555116500411_539214482_n.jpg
MUSLIMIDE ONLINE
http://muslimide.blogspot.com/2013/08/harga-legitimasi-di-mesir.html
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/2013/08/harga-legitimasi-di-mesir.html
true
865542636231413322
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago