Muslimide Online - Pihak Kementrian Kesehatan Mesir berupaya menutupi kenyataan banyaknya jumlah korban pembantaian sporadis Militer Rab...
MuslimideOnline- Pihak
Kementrian Kesehatan Mesir berupaya menutupi kenyataan banyaknya jumlah
korban pembantaian sporadis Militer Rabu lalu (14/8). Mereka menyatakan
korban yang jatuh tak lebih dari 500, termasuk diantaranya puluhan
polisi.
Namun pihak rumah sakit darurat di Rab'ah menyatakan korban jatuh mencapai 2600 jiwa. Saat ini yang berhasil diidentifikasi hanya sebagian, sedangkan yang lainnya belum diketahui karena ada yang gosong akibat dibakar aparat dan ada yang diculik, menurut pihak demonstran penculikan ini dilakukan untuk mengaburkan data jumlah korban sesungguhnya.
Sampai hari ini masih ada puluhan jenazah yang masih tertahan di Masjid Iman, Makram Ebied (tak jauh dari Rab'ah). Diantaranya ada yang masih dalam proses identifikasi dan asa yang tidak mendapat izin untuk dibawa keluarga. Pihak penguasa tidak mengizinkan korban dibawa keluarga dan enggan mengeluarkan surat keterangan (akta) bagi jenazah. Petugas medis akhirnya berupaya meletakkan es di tubuh jenazah guna mencegah pembusukan dini.
Sementara itu tadi malam aparat kepolisian telah menyerang dan mengepung Masjid Iman yang menjadi tempat evakuasi korban Rab'ah. Setelah menembakkan peluru dan gas air mata kearah masjid, keluarga demonstran yang ada di masjid tersebut diinterogasi, diancam, diusir dan tidak diizinkan membawa jenazah keluarganya. [berbagai sumber]
Namun pihak rumah sakit darurat di Rab'ah menyatakan korban jatuh mencapai 2600 jiwa. Saat ini yang berhasil diidentifikasi hanya sebagian, sedangkan yang lainnya belum diketahui karena ada yang gosong akibat dibakar aparat dan ada yang diculik, menurut pihak demonstran penculikan ini dilakukan untuk mengaburkan data jumlah korban sesungguhnya.
Sampai hari ini masih ada puluhan jenazah yang masih tertahan di Masjid Iman, Makram Ebied (tak jauh dari Rab'ah). Diantaranya ada yang masih dalam proses identifikasi dan asa yang tidak mendapat izin untuk dibawa keluarga. Pihak penguasa tidak mengizinkan korban dibawa keluarga dan enggan mengeluarkan surat keterangan (akta) bagi jenazah. Petugas medis akhirnya berupaya meletakkan es di tubuh jenazah guna mencegah pembusukan dini.
Sementara itu tadi malam aparat kepolisian telah menyerang dan mengepung Masjid Iman yang menjadi tempat evakuasi korban Rab'ah. Setelah menembakkan peluru dan gas air mata kearah masjid, keluarga demonstran yang ada di masjid tersebut diinterogasi, diancam, diusir dan tidak diizinkan membawa jenazah keluarganya. [berbagai sumber]
Redaktur: Harun AR