Muslimide Online - 60 orang dilaporkan meninggal dunia dan 170 luka-luka dalam serangkaian aksi serangan bom mobil terbaru di sejumlah t...
MuslimideOnline- 60 orang dilaporkan meninggal dunia dan 170 luka-luka dalam
serangkaian aksi serangan bom mobil terbaru di sejumlah tempat di Iraq, Senin
(30/9). Menurut kantor berita Prancis, AFP –dari sumber keamanan setempat- aksi
serangan bom ini menargetkan 8 daerah termasuk Kota Sadr. Sekitar seminggu lalu
terjadi aksi serangan terhadap rombongan takziyah yang menewaskan lebih dari 70
orang.
Berdasarkan laporan dari pejabar Departemen Kesehatan dan
Departemen Dalam Negeri setempat, 4 orang terbunuh dan 14 luka-luka dalam
serangkaian aksi di wilayah New Baghdad. Selain itu 3 orang juga dilaporkan
tewas dan 9 orang luka-luka di kawasan pedesaan. Sementara di Kazimah, 4 orang
terbunuh dan 12 lainnya luka-luka.
Di kawasan Sabi’ El Bour 3 orang terbunuh dan 13 luka-luka.
Sementara di Kota Sadr 3 orang dilaporkan tewas dan 12 terluka. Di wilayah
Shaab 5 orang tewas dan 24 luka-luka. Adapun di wilayah Jami’ah 2 orang
dilaporkan tewas. Sedangkan di kota Syi’lah 6 aksi ini menewaskan 6 orang dan
melukai 14 orang.
Serangan bom mobil ini terjadi setelah adanya aksi bom bunuh
diri di sebuah masjid pada saat upacara takziyah atas seorang pria korban
penembakan oleh kelompok bersenjata Sabtu lalu. Ledakan yang terjadi di Kota
Musayyab, selatan Baghdad ini meruntuhkan atap masjid. Polisi melaporkan masih
banyak mayat yang tertimbun di bawah reruntuhan tersebut. Sementara itu pasukan
keamanan dikerahkan untuk mengamankan lokasi sekitar, mengantisipasi adanya aksi
peledakan baru.
Belum diketahui siapa yang harus bertanggung jawab dalam
serangkaian aksi penyerangan ini, terutama serangan terhadap rumah ibadah
hingga menewaskan jamaah takziyah.
Sementara itu dalam aksi lain, 8 orang tewas termasuk 6 orang diantaranya unsur keamanan
Kurdi akibat serangan bom terhadap kantor keamanan di Kota Arabil, Iraq
Kurdistan. Serangan ini terjadi sehari setelah keluarnya hasil pemilu parlemen lokal
yang dimenangkan oleh Partai Demokrasi Kurdistan yang dipimpin oleh Masoud
Barzani dengan perolehan suara terbesar.
Gubernur Arabil, Nawzad Hadi menuduh Organisasi Negara Islam
di Iraq dan Syam bertanggung jawab atas serangkaian aksi penyerangan ini. Kepada
Aljazeera ia menyatakan pihak keamanan berhasil menewaskan 6 pelaku penyerangan tersebut.
Beberapa bulan terakhir ketegangan dan kekerasan kembali
meningkat menyusul terjadinya beberapa aksi penyerangan. Hal ini diukhawatirkan
akan kembali membawa Irak ke kekerasan sektarian yang menempatkan negara 1001
malam ini di ambang perang sipil sebagaimana terjadi pada 2007 dan 2008 silam.
Redaktur: Harun AR
