Muslimide Online - Pasukan Penjajah Israel (IOF) menangkap Sheikh Raid Shalah, pemimpin Gerakan Islam Palestina 1948 di Al-Quds , pada S...
MuslimideOnline- Pasukan Penjajah Israel (IOF) menangkap Sheikh Raid Shalah, pemimpin Gerakan Islam Palestina 1948 di Al-Quds , pada Selasa pagi (3/9).
Ketua Yayasan Al-Aqsha, Ali Abu Sheikha, mengatakan kepada kantor berita Ma'an News bahwa dirinya bersama Sheikh Raid Shalah saat Israel menangkap ulama Palestina yang giat menyeru umat Islam untuk membebaskan situs suci ketiga umat Islam itu.
"Sementara saya dan Sheikh Raid Shalah berada di mobil menuju sebuah acara konferensi pers mengenai Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha, intelijen Israel menghentikan kami dan menahan Syeikh Shalah," kata Abu Shikha.
Tidak ada alasan yang diberikan atas penangkapan Sheikh Shalah, namun diyakini berkaitan dengan upaya rakyat Palestina untuk menghadapi gangguan orang-orang Yahudi yang direncanakan akan menyerbu Masjid Al-Aqsha pada Rabu besok (4/9) selama perayaan Israel yaitu Tahun Baru Yahudi.
Shalah hendak memberikan keterangannya dalam konferensi pers yang mendesak umat Islam untuk bergabung dengan sebuah pertemuan pada Rabu besok untuk menunjukkan dukungannya bagi Masjid Al-Aqsha.
Sebelumnya, Sheikh Raid Shalah menyerukan umat Islam terutama rakyat Palestina untuk melakukan mobilisasi massa ke Masjid Al-Aqsha untuk menentang himbauan yang diulang untuk serangan kolektif terhadap Masjid Al-Aqsha oleh ekstrimis Yahudi pada hari libur mereka.
Mobilisasi massa direncanakan akan di mulai dari berbagai wilayah di Palestina khususnya dari Haifa, Jaffa, Lod, dan Ramle.
Dia menunjukkan bahwa ada berita yang mempromosikan kesiapan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha pada Rabu besok. Orang-orang Yahudi juga akan menyerbu masjid itu antara 15 dan 19 September 2013.
Sementara Juru Bicara Gerakan Islam Palestina 1948, Zahi Zuhaydat melaporkan bahwa anggota badan intelijen Israel membawa Sheikh Raid Shalah ke tempat yang tidak diketahui.
"Dinas intelijen Israel menghentikan kendaraan yang membawa Sheikh Raid Shalah dekat daerah Umwas, menahannya dan membawanya ke arah yang tidak diketahui," kata Zahi Zuhaydat sebagaimana dikutip Al Resalah.
Israel menuduh Sheikh Shalah terlibat dalam sabotase dan hasutan terhadap orang-orang Yahudi yang akan meyerbu Masjid Al-Aqsha.
Sementara itu, Ma’an News melaporkan, seorang juru bicara polisi Israel tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
Sheikh Raid Shalah adalah kepala Gerakan Islam cabang utara di daerah Palestina 1948. Dia secara luas dihormati di Dunia Islam sebagai pemimpin agama yang menyerukan pembebasan Masjid Al-Aqsha dari cengkeraman Yahudi dan Zionis Israel.
Syeikh Shalah juga pernah menjabat sebagai walikota Umm al-Fahm, sebuah kota Arab-Palestina yang diduduki 1948 pada 1989-2001.
Beberapa kali Syeikh Shalah ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah Israel pada sejumlah kesempatan karena aktivitasnya mengungkap pelanggaran dan penodaan orang-orang Yahudi di Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha serta melawan Yahudisasi total terhadap situs-situs suci Islam di sana.
Pemerintah Israel telah melarang Syeikh Shalah untuk memasuki Masjid Al-Aqsha atau berada dekat lokasi sekitar kiblat pertama bagi umat Islam itu.
Ketua Yayasan Al-Aqsha, Ali Abu Sheikha, mengatakan kepada kantor berita Ma'an News bahwa dirinya bersama Sheikh Raid Shalah saat Israel menangkap ulama Palestina yang giat menyeru umat Islam untuk membebaskan situs suci ketiga umat Islam itu.
"Sementara saya dan Sheikh Raid Shalah berada di mobil menuju sebuah acara konferensi pers mengenai Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha, intelijen Israel menghentikan kami dan menahan Syeikh Shalah," kata Abu Shikha.
Tidak ada alasan yang diberikan atas penangkapan Sheikh Shalah, namun diyakini berkaitan dengan upaya rakyat Palestina untuk menghadapi gangguan orang-orang Yahudi yang direncanakan akan menyerbu Masjid Al-Aqsha pada Rabu besok (4/9) selama perayaan Israel yaitu Tahun Baru Yahudi.
Shalah hendak memberikan keterangannya dalam konferensi pers yang mendesak umat Islam untuk bergabung dengan sebuah pertemuan pada Rabu besok untuk menunjukkan dukungannya bagi Masjid Al-Aqsha.
Sebelumnya, Sheikh Raid Shalah menyerukan umat Islam terutama rakyat Palestina untuk melakukan mobilisasi massa ke Masjid Al-Aqsha untuk menentang himbauan yang diulang untuk serangan kolektif terhadap Masjid Al-Aqsha oleh ekstrimis Yahudi pada hari libur mereka.
Mobilisasi massa direncanakan akan di mulai dari berbagai wilayah di Palestina khususnya dari Haifa, Jaffa, Lod, dan Ramle.
Dia menunjukkan bahwa ada berita yang mempromosikan kesiapan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha pada Rabu besok. Orang-orang Yahudi juga akan menyerbu masjid itu antara 15 dan 19 September 2013.
Sementara Juru Bicara Gerakan Islam Palestina 1948, Zahi Zuhaydat melaporkan bahwa anggota badan intelijen Israel membawa Sheikh Raid Shalah ke tempat yang tidak diketahui.
"Dinas intelijen Israel menghentikan kendaraan yang membawa Sheikh Raid Shalah dekat daerah Umwas, menahannya dan membawanya ke arah yang tidak diketahui," kata Zahi Zuhaydat sebagaimana dikutip Al Resalah.
Israel menuduh Sheikh Shalah terlibat dalam sabotase dan hasutan terhadap orang-orang Yahudi yang akan meyerbu Masjid Al-Aqsha.
Sementara itu, Ma’an News melaporkan, seorang juru bicara polisi Israel tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
Sheikh Raid Shalah adalah kepala Gerakan Islam cabang utara di daerah Palestina 1948. Dia secara luas dihormati di Dunia Islam sebagai pemimpin agama yang menyerukan pembebasan Masjid Al-Aqsha dari cengkeraman Yahudi dan Zionis Israel.
Syeikh Shalah juga pernah menjabat sebagai walikota Umm al-Fahm, sebuah kota Arab-Palestina yang diduduki 1948 pada 1989-2001.
Beberapa kali Syeikh Shalah ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah Israel pada sejumlah kesempatan karena aktivitasnya mengungkap pelanggaran dan penodaan orang-orang Yahudi di Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha serta melawan Yahudisasi total terhadap situs-situs suci Islam di sana.
Pemerintah Israel telah melarang Syeikh Shalah untuk memasuki Masjid Al-Aqsha atau berada dekat lokasi sekitar kiblat pertama bagi umat Islam itu.
Redaktur: Harun AR
