Muslimide Online - Rusia mengisyaratkan akan mengubah sikapnya terhadap rezim Suriah apabila Bashar Asad melanggar pelaksanaan kessepaka...
MuslimideOnline- Rusia mengisyaratkan akan mengubah sikapnya terhadap rezim Suriah apabila Bashar Asad melanggar pelaksanaan kessepakatan Amerika-Rusia dalam hal pelucutan senjata kimia milik Suriah.
Kepala lembaga kepresidenan Rusia, Sergei Ivanov mengatakan bahwa negaranya –yang menjadi pendukung utama Damaskus– akan mengubah sikapnya dalam permasalahan Suriah jika Asad terbukti melanggar kesepakatan.
Ivanov menambahkan dalam Kongres ke-10 London Institute of International StrategicStudies di London hari ini (21/9), “Saya mengatakan hal ini dalam sudut pandang teori dan praktek lapangan, akan tetapi apabila muncul keyakinan bahwa Bashar Asad melanggar, maka itu akan mengubah sikap kami.”
Dalam menanggapi sebuah pertanyaan mengenai apa yang akan ditempuh Rusia jika hal ini benar terjadi, dia berkata, “Kami hanya akan menempuh jalur diplomasi.”
Dialog Damai
Cina melalui mentri luar negrinya, Wang Yi mengajak kepada dialog politik untuk secepatnya menyelesaikan krisis di Suriah.Ini ia sampaikan di washington Jumat kemarin.
Wang Yi mengatakan bahwa jalur dialog adalah satu-satunya jalan yang tepat untuk segera menghentikan krisis politik. Meski demikian, di saat yang sama Beijing mendukung pelaksanaan rencana penghancuran fasilitas senjata kimia Suriah secepatnya. Dan selanjutnya mengembalikan penyelesaiannya pada jalur dialog.
Di sisi lain, Jerman menyambut baik saran Presiden Iran Hassan Rohani akan kesiapannya menjadi mediator dalam penyelesaian konflik bersenjata di Suriah.
Hal ini disampaikan oleh Kanselir Jerman Angela Mercel, sebagaimana dilansir The Washington Post dalam artikelnya. Dimana Iran menyatakan siap memediasi dialog antara rezim Suriah dan kelompok perlawanan bersenjata yang dalam 2 tahun setengah lebih berusaha mengusir Asad. Mercel juga menuntut Rohani agar merealisasikan pernyataannya dengan tindakan nyata.
Di pihak lain, Prancis berharap agar pemerintah Iran berupaya untuk menemukan solusi politik terhadap konflik bersenjata Suriah. Dan nantinya dibahas pada pertemuan antara presiden Prancis dan Presiden Iran di New York mendatang di sela-sela Sidang Umum PBB.
Pembantu presiden Francois Hollande mengatakan bahwa Prancis berkenan untuk mengikutkan Iran dalam pembicaraan damai mengenai Suriah yang akan dilaksanakan di Jenewa. Dia juga menambahkan bahwa yang diinginkan Prancis hanyalah “Iran serius untuk secara penuh berupaya mencari solusi politik yang sebenarnya dalam permasalahan Suriah.”
Sumber Prancis mengungkapkan bahwa pertemuan antara Hollande dan Rohani terlaksana karena permintaan dari pihak Iran. Pertemuan ini akan fokus membicarakan konflik Suriah dan proyek nuklir Iran.
Resolusi PBB
Menyikapi sikap Dewan Keamanan PBB terhadap krisis Suriah, Mentri Luar negeri Amerika John Kerry –yang mengajak DK internasional melaksanakan voting minggu mendatang guna pengampilan keputusan mengikat terhadap Suriah– berkata bahwa dirinya telah berbicara melalui telepon dengan Mentri Luar Negeri Rusia Segei Lavrov, supaya mengambil keputusan yang “kuat” di PBB dan tidak hanya berdasar asas dan undang-undang pelarangan senjata kimia semata.
Para Duta Besar 5 anggota tetap Dewan Keamanan bertemu Jumat kemarin untuk ketiga kalinya secara berturut-turut,guna membahas kondisi Suriah. Hal ini dalam rangka untuk menyepakati status persenjataan kimia Suriah di bawah pengawasan internasional.
Duta besar Ingris mengatakan bahwa pembicaraan berjalan sanga talot. Namun para dubes akan melanjutkan pertemuan ini hingga tercapainya kesepakatan. Dimana, di pihak lain dubes Rusia menyatakan bahwa pembicaraan ini tidaklah buruk.
Para utusan 5 negara besar PBB akan bertemu di New York sebelum dimulainya SidangUmum PBB minggu depan. Ini dilaksanakan untuk mencari jalan guna menetapkan status persenjataan kimia Suriah di bawah pengawasan PBB.
*Aljazeera
-Fahmi Idris