Muslimide Online - Pimpinan gerakan Islam Tunisia An-Nahdah, Syaikh Rashid Gannouchi menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak aka...
MuslimideOnline- Pimpinan gerakan Islam Tunisia An-Nahdah, Syaikh Rashid Gannouchi
menegaskan bahwa pemerintahan saat ini tidak akan mundur sebelum ada alternatif pengganti
yang sudah benar-benar siap. Gannouchi juga membantah pihaknya telah membuat
kesepakatan dengan mantan Perdana Menteri Al Beji Qa’ed Al Sebsi untuk menjadi
presiden berikutnya dengan imbalan kepala pemerintahan akan tetap dipegang oleh
gerakan An Nahdah.
Dalam pernyataannya kepada surat kabar Al Akhbar, Aljazair
Gannouchi menegaskan bahwa pemerintahan tidak
akan mundur karena ini tidak termasuk dalam inisiatif dialog. Tapi ini
merupakan permintaan yang bisa diajukan sebagai opsi dalam pembahasan dialog.
"Pemerintah hanya akan mengundurkan diri setelah
menemukan alternatif," tegas Ghannouchi, karena ia tidak akan meninggalkan
negara tanpa pemimpin. Dia menambahkan bahwa "pengunduran diri pemerintah
akan menjadi solusi terakhir dalam menyelesaikan masa transisi dan akan
diputuskan melalui dialog nasional."
Pimpinan gerakan An-Nahdah, yang memimpin pemerintahan saat
ini mengatakan pihaknya terbuka menerima semua masukan inisiatif sebagai dasar
membangun sebuah dialog.
Menurut Al-Ghannouchi, inisiatif ini meliputi upaya mencari
kesepakatan terkait siapa yang akan memimpin negeri ini keluar dari krisis, membentuk
pemerintahan baru, menyelesaikan rancangan konstitusi, mengatur tanggal dan
jadwal pemilihan umum dan memilih komite pemilihan. Dia menegaskan bahwa semua
ini akan dibahas dalam dialog nantinya.
Gannouchi memperkirakan bahwa dialog akan dimulai pada Senin
atau Selasa mendatang, ia membantah telah melakukan negosiasi dengan Al-Sebsi
selama pertemuan mereka di Paris. Gannouchi menegaskan bahwa mereka hanya
membicarakan kemungkinan akan melibatkan berbagai pihak untuk mengeluarkan
Tunisia dari krisis.
Terkait relasi Tunisia dengan Aljazair, Gannouchi
mengungkapkan keinginannya yang kuat untuk menyaksikan negara ini stabil. Untuk
itu ia melakukan dialog dengan Presiden Aljazair tentang kemungkinan membuka
kerjasama antar dua negara, baik dalam bidang keamanan seperti pemberantasan
terorisme maupun dalam bidang ekonomi .
Terkait seruan presiden Tunisia di Majelis Umum PBB untuk
membebaskan Presiden Mesir, Dr. Muhammad Mursi, Gannouchi menyatakan bahwa
seruan ini adalah hal yang wajar dan alami.
Karena selama ini Al Marzouqi selalu menyerukan pembebasan
terhadap tawanan politik, maka ia bertanya-tanya, “Kenapa hari ini dirinya
tidak bisa menyerukan pembebasan Presiden Mursi yang juga merupakan tahanan politik?”
Redaktur: Harun AR
