Muslimide Online - Aktivis Hak Asasi Manusia, Haitham Abu Khalil menyatakan bahwa kudeta militer Mesir berencana merealisasikan keputusa...
MuslimideOnline- Aktivis Hak Asasi Manusia, Haitham Abu Khalil menyatakan bahwa kudeta militer Mesir berencana merealisasikan keputusan Adly Mansour -presiden yang ditunjuk kudeta-, untuk membangun penjara baru. Dia menegaskan bahwa pembangunan 1 kompleks penjara itu membutuhkan biaya 700 juta pound, sementara dalam kondisi yang sama di negeri ini terdapat 50 ribu sekolah tak layak pakai dengan kepadatan setiap kelasnya mencapai 200 orang murid. Menurut Abu Khalil, biaya pembangunan 1 kompleks penjara tersebut setara dengan pembangunan 100 sekolah.
Melalui akun Facebooknya kemarin sore (4/12), Abu Khalil menambahkan, "42 penjara tidak cukup untuk menampung 76 ribu tahanan. Saat ini ada 2 penjara lagi yang sedang dibangun, yaitu: penjara Gamasa dan Minya, yang satu kompleksnya bisa menampung 15 ribu tahanan. Berati mereka sudah memiliki tempat untuk menampung 106 ribu tahanan namun masih ingin membangun penjara baru".
Sebelumnya Adly Mansour mengeluarkan Keppres no. 662 tahun 2013 untuk mengamandemen sebagian isi Keppres no. 165 tahun 2007 tentang pengosongan sebagian wilayah penjara dan membangun penjara baru dari hasil penjualan wilayah tersebut.
Melalui akun Facebooknya kemarin sore (4/12), Abu Khalil menambahkan, "42 penjara tidak cukup untuk menampung 76 ribu tahanan. Saat ini ada 2 penjara lagi yang sedang dibangun, yaitu: penjara Gamasa dan Minya, yang satu kompleksnya bisa menampung 15 ribu tahanan. Berati mereka sudah memiliki tempat untuk menampung 106 ribu tahanan namun masih ingin membangun penjara baru".
Sebelumnya Adly Mansour mengeluarkan Keppres no. 662 tahun 2013 untuk mengamandemen sebagian isi Keppres no. 165 tahun 2007 tentang pengosongan sebagian wilayah penjara dan membangun penjara baru dari hasil penjualan wilayah tersebut.
*Rassd
Red. Rendiyan S