Muslimide Online - 'Izzah Taufiq, istri Ir. Khairat Syathir, wakil mursyid 'am Jama'ah Ikhwanul Muslimin, mengatakan bahwa...
MuslimideOnline- 'Izzah Taufiq, istri Ir. Khairat Syathir, wakil mursyid 'am Jama'ah Ikhwanul Muslimin, mengatakan bahwa suaminya telah memberikan nasihat kepada putrinya, Hafshah, bahwa kemenangan bukanlah suatu hal yang mustahil terjadi.
'Izzah juga melanjutkan nasehat suaminya kepada putrinya itu, "kita harus yakin terhadap Allah, betapapun lamanya kezhaliman itu merajalela, maka Pertolongan Allah pasti akan datang. Karena para ulama mengatakan bahwa mimpi-mimpi itu sering terbukti setelah 40 tahun kemudian. Oleh karena itu, walaupun frustasi menyelimutimu sepanjang hari. Ia pun mengutip kisah Ya'qub tatkala mencium aroma Yusuf yang kemudian diingkari oleh anak-anaknya.
Syathir menegaskan kepada putrinya untuk senantiasa toleransi dan memaafkan, terkhusus terhadap saudara-saudara kita. Sebagaimana Yusuf sangat mungkin untuk membalas perbuatan saudaranya namun tidak beliau lakukan bahkan beliau tidak juga mencela mereka. Akan tetapi, beliau sabar terhadap apa yang pernah menimpanya seperti dibuang ke sumur dan diperjualbelikan layaknya seorang budak,Serta beliau tidak juga mengungkit-ungkit apa yang telah dilakukan Al-Aziz kepadanya dan tidak juga meminta ganti rugi atas beberapa tahun kurungan penjara yang pernah beliau jalani.
Istri Syathir mengakhiri pesan ini dengan balasan, "alangkah indahnya kesan-kesan yang telah engkau ungkapkan wahai suamiku tercinta. Ini tidak akan keluar kecuali dari hati yang jernih. Kami bangga kepadamu dan semoga Allah selalu menjaga keyakinan, cita-cita, toleransi dan akhlakmu yang luar biasa ini, semoga semua itu tidak dirampas darimu kemudian semoga kamu kembali kepada kami dengan kemuliaan".
'Izzah juga melanjutkan nasehat suaminya kepada putrinya itu, "kita harus yakin terhadap Allah, betapapun lamanya kezhaliman itu merajalela, maka Pertolongan Allah pasti akan datang. Karena para ulama mengatakan bahwa mimpi-mimpi itu sering terbukti setelah 40 tahun kemudian. Oleh karena itu, walaupun frustasi menyelimutimu sepanjang hari. Ia pun mengutip kisah Ya'qub tatkala mencium aroma Yusuf yang kemudian diingkari oleh anak-anaknya.
Syathir menegaskan kepada putrinya untuk senantiasa toleransi dan memaafkan, terkhusus terhadap saudara-saudara kita. Sebagaimana Yusuf sangat mungkin untuk membalas perbuatan saudaranya namun tidak beliau lakukan bahkan beliau tidak juga mencela mereka. Akan tetapi, beliau sabar terhadap apa yang pernah menimpanya seperti dibuang ke sumur dan diperjualbelikan layaknya seorang budak,Serta beliau tidak juga mengungkit-ungkit apa yang telah dilakukan Al-Aziz kepadanya dan tidak juga meminta ganti rugi atas beberapa tahun kurungan penjara yang pernah beliau jalani.
Istri Syathir mengakhiri pesan ini dengan balasan, "alangkah indahnya kesan-kesan yang telah engkau ungkapkan wahai suamiku tercinta. Ini tidak akan keluar kecuali dari hati yang jernih. Kami bangga kepadamu dan semoga Allah selalu menjaga keyakinan, cita-cita, toleransi dan akhlakmu yang luar biasa ini, semoga semua itu tidak dirampas darimu kemudian semoga kamu kembali kepada kami dengan kemuliaan".
*cairoportal
Red: Rendiyan S
