Muslimide Online - Kamis (13/3), salah satu lembaga observasi untuk hak asasi manusia di Suriah mengumumkan bahwa jumlah korban tewas s...
MuslimideOnline- Kamis (13/3), salah satu lembaga observasi untuk hak asasi manusia di Suriah mengumumkan bahwa jumlah korban tewas sejak meletusnya revolusi 3 tahun yang lalu melebihi 146 ribu orang. Sepertiga diantaranya adalah warga sipil.
Sumber yang sama juga merilis data bahwa sekitar 56 ribu orang yang tewas merupakan pasukan tentara dan kelompok-kelompok pro pemerintah. Termasuk diantaranya adalah 332 orang dari pejuang Hizbullah Lebanon dan 459 orang dari negara lain.
Sebagaimana yang dilangsir Aljazeera, lembaga observasi tersebut mengungkapkan bahwa jumlah korban perang yang sebenarnya jauh lebih besar dari jumlah yang disebutkan. Hanya saja kedua belah pihak berupaya menyembunyikan jumlah korban sebenarnya sehingga sulit untuk didata.
Kantor Komisariat Tinggi PBB untuk masalah kepengungsian mengumumkan bahwa krisis Suriah telah menciptakan pengungsian terbesar di dunia. Sekitar 40% penduduk Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pengungsi warga imigran lebih dari 9 juta orang. Parahnya lagi, setengah dari mereka merupakan anak-anak.
Sampai saat ini sekitar 6,5 juta penduduk bertahan di negara itu dan 2,6 juta warga telah mengungsi ke negara-negara tetangga.
Redaktur: Rendiyan S.
Sumber: islammemo
Sumber yang sama juga merilis data bahwa sekitar 56 ribu orang yang tewas merupakan pasukan tentara dan kelompok-kelompok pro pemerintah. Termasuk diantaranya adalah 332 orang dari pejuang Hizbullah Lebanon dan 459 orang dari negara lain.
Sebagaimana yang dilangsir Aljazeera, lembaga observasi tersebut mengungkapkan bahwa jumlah korban perang yang sebenarnya jauh lebih besar dari jumlah yang disebutkan. Hanya saja kedua belah pihak berupaya menyembunyikan jumlah korban sebenarnya sehingga sulit untuk didata.
Kantor Komisariat Tinggi PBB untuk masalah kepengungsian mengumumkan bahwa krisis Suriah telah menciptakan pengungsian terbesar di dunia. Sekitar 40% penduduk Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pengungsi warga imigran lebih dari 9 juta orang. Parahnya lagi, setengah dari mereka merupakan anak-anak.
Sampai saat ini sekitar 6,5 juta penduduk bertahan di negara itu dan 2,6 juta warga telah mengungsi ke negara-negara tetangga.
Redaktur: Rendiyan S.
Sumber: islammemo
