Muslimide Online - Kamis (13/3), memasuki 3 tahun revolusi Suriah, rakyat Turki memadati alun-alun Sultan Ahmad, Istanbul untuk melakuka...
MuslimideOnline- Kamis (13/3), memasuki 3 tahun revolusi Suriah, rakyat Turki memadati alun-alun Sultan Ahmad, Istanbul untuk melakukan aksi solidaritas. Aksi yang bertajuk "Kami Bersamamu Wahai Suriah" itu juga disertai dengan pelepasan balon merah ke udara dalam jumlah besar.
Sebagaimana yang dilaporkan kantor berita Anatolia, aksi tersebut dimotori oleh Asosiasi Dokter Dunia bekerjasama dengan LSM-LSM Turki guna menuntut dihentikannya pertumpahan darah di Suriah.
Ketua Asosiasi Dokter Dunia cabang Turki, Karim Qinic dalam pidatonya menyampaikan bahwa berkumpulnya rakyat Turki saat itu bertujuan untuk mengatakan bahwa dunia bersama rakyat Suriah. Dan seluruh organisasi internasional mengecam perang kotor yang terjadi di Suriah, "Kami bersamamu wahai Suriah".
Kareem menambahkan bahwa 160.000 lebih rakyat Suriah meninggal dan sekitar 1.500.000 orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka dan mengungsi ke negara-negara tetangga akibat pertumpahan darah yang sedang berlangsung. Sepertiga dari jumlah rumah sakit juga luluh lantak dan rakyat Suriah dalam kondisi krisis makanan dan obat-obatan.
Redaktur: Salman A.
Sumber: rassd
Sebagaimana yang dilaporkan kantor berita Anatolia, aksi tersebut dimotori oleh Asosiasi Dokter Dunia bekerjasama dengan LSM-LSM Turki guna menuntut dihentikannya pertumpahan darah di Suriah.
Ketua Asosiasi Dokter Dunia cabang Turki, Karim Qinic dalam pidatonya menyampaikan bahwa berkumpulnya rakyat Turki saat itu bertujuan untuk mengatakan bahwa dunia bersama rakyat Suriah. Dan seluruh organisasi internasional mengecam perang kotor yang terjadi di Suriah, "Kami bersamamu wahai Suriah".
Kareem menambahkan bahwa 160.000 lebih rakyat Suriah meninggal dan sekitar 1.500.000 orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka dan mengungsi ke negara-negara tetangga akibat pertumpahan darah yang sedang berlangsung. Sepertiga dari jumlah rumah sakit juga luluh lantak dan rakyat Suriah dalam kondisi krisis makanan dan obat-obatan.
Redaktur: Salman A.
Sumber: rassd