Komandan Senior di Badan Intelijen Militer Zionis mengatakan bahwa militer Zionis telah salah dalam menilai kemampuan gerakan Hamas da...
Komandan Senior di Badan
Intelijen Militer Zionis mengatakan bahwa militer Zionis telah salah
dalam menilai kemampuan gerakan Hamas dan organisasi-organisasi lainnya
untuk terus bertempur selama agresi militer terakhir di Jalur Gaza.
Seperti dikutip radio Zionis,
komandan senior yang tidak disebutkan identitasnya ini mengatakan,
“Sebagian orang-orang bersenjata Hamas mendapatkan latihan militer baru
di luar Jalur Gaza.” Secara khusus dia mengisyaratkan kepada orang-orang
bersenjata Hamas yang melakukan aksi pada 9 Juli lalu ke pangkalan
militer Zionis di Zakim, selatan
Kala itu media massa Zionis
mengatakan bahwa sel perlawanan dari Jalur Gaza menyusup ke pantai
Ashkelon melalui jalan laut. Media Zionis mengklaim, pergerakan mereka
sempat terpantau melalui sistem perangkat khusus yang ada di bawah air
milik Angkalan Laut Zionis, sebelum mereka melewati perbatasan.
Namun gambar-bambar yang
muncul langsung pasca aksi tersebut menunjukkan bahwa para pejuang al
Qassam bisa mencapai pangkalan militer Zionis dengan mudah tanpa
rintangan apapun. Sementara itu Brigade al Qassam menegaskan terus
berhubungan langsung dengan komandan aksi yang menjelaskan bahwa mereka
menyerbu pangkalan militer Zionis dan membunuh sejumlah serdadu di
dalamnya.
“Israel” telah mengakui
sebanyak 67 serdadu dan 4 pemukim Zionis serta seorang pekerja asing
tewas selama agresi Zionis ke Jalur Gaza. Sementara itu dua pusat medis
non pemerintah, Soroka dan Barzilai, kedua institusi medis ini
mengatakan bahwa 1522 orang Zionis, 740 di antara serdadu mendapatkan
perawatan di kedua pusat medis tersebut selama masa perang.(infopalestina/sinai)
Redaktur: Harun AR
