Ottoman Archives, Al-Aqsha in 19th Century Muslimide Online - Terlalu berlebihankah ketika banyak sekali ulama menggelari Al-Aqsha se...
![]() |
| Ottoman Archives, Al-Aqsha in 19th Century |
MuslimideOnline- Terlalu berlebihankah ketika banyak sekali ulama menggelari Al-Aqsha sebagai jantung umat Islam? Saya rasa tidak. Ulama kita pasti telah menelaah berbagai literatur sejarah umat ini semenjak Adam 'alaihissalam, kemudian menyimpulkan bahwa, Al-Aqsha memiliki tempat tinggi di jiwa umat Islam.
Masjid Al-Aqsha ini, di masa dinasti Ummawiyah menjadi tempat pelantikan para khalifah. Termasuk beliau -Umar bin Abdul Aziz- dilantik menjadi Amirul Mukminin di bawah naungan Masjid Al-Aqsha. Karena Al-Aqsha memiliki gelar 'Ramzul Imamah'; The Symbol of Leadership.
Sebab di masjid ini juga Nabi Muhammad secara simbolik diangkat menjadi pemimpin besar para Nabi dan Rasul. Di tempat ini Rasulullah mengimami Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa. Bahkan dikatakan saat itu Rasulullah mengimami shalat ratusan ribu anbiya'. SubhanAllah.
Al-Aqsha yang istimewa. Jantung kita bersama, jantung muslimin dari Papua sampai Pantai Atlantik, dari Rusia sampai ujung kutub Selatan. "Ketika berjaya Al-Aqsha, berjayalah umat ini", hanya saja kita mesti menuju jalan yang panjang. Siapkan nafas panjang wahai kawan.
Muhammad Edgar Hamas
