Muslimide Online - Gaza - Setelah berlalu 47 tahun semenjak pembakaran Masjid Al Aqsha, perwakilan bangsa Palestina berkumpul di pusat P...
MuslimideOnline-Gaza - Setelah berlalu 47 tahun semenjak pembakaran Masjid Al Aqsha, perwakilan bangsa Palestina berkumpul di pusat Palestinian Legislative Council (PLC) di Gaza pada Senin (22/8/16) untuk memperingati tindakan biadab pembakaran Masjid Al Aqsha yang dilakukan oleh zionis Yahudi.
Pembicara pertama dari PLC, Dr Ahmad Bahhar memanggil seluruh pemerintah negeri arab dan Islam, termasuk Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mengingat tanggungjawab sejarah mereka menjaga Masjid Al Aqsha.
Beliau menambahkan, bahwa bangsa Palestina akan selamanya bertahan di garis depan, bersama seluruh elemen nasional.
"Kebijakan politik Israel yang ingin sekali memusnahkan bangsa Palestina bertujuan untuk menghapus Islam dari Al Quds dan memaksakan pendudukan mereka di negeri ini", lanjut beliau.
Dia juga menambahkan, "pemukiman ilegal Yahudi di Al Quds dan Tepi Barat menegaskan bahwa mereka sudah berani melanggar aturan resolusi PBB."
Empatpuluh tujuh tahun yang lalu (1969), seorang Yahudi Australia Denis Michael Rohan mengobarkan api yang melahap 25-30 persen wilayah tenggara masjid Al Aqsha. Pada bulan April 1982, seorang tentara Israel dengan penuh kebencian membakar jamaah masjid Al Aqsha dan mengakibatkan 2 orang syahid dan 6 lainnya luka-luka. Pada Oktober 1990, seorang polisi Israel membunuh 21 warga Palestina dan melindungi ekstremis Yahudi yang mencoba membangun pondasi utama untuk Haikal Sulaiman yang mereka impikan. (Edg)
