Muslimide Onlin- Jutaan rakyat Turki berkumpul padat di Istanbul pada hari Ahad kemarin (8/8/2016) dalam rangka memperingati keutuhan de...
MuslimideOnlin-Jutaan rakyat Turki berkumpul padat di Istanbul pada hari Ahad kemarin (8/8/2016) dalam rangka memperingati keutuhan demokrasi dan mengenang jasa para syuhada. Mereka berkumpul di Yenikapi secara serentak untuk menyuarakan keutuhan suara rakyat dalam mendukung pemerintahan Erdogan.
Banyak sekali masyarakat yang antusias, berkumpul beberapa jam sebelum acara dimulai sembari menyandang bendera kebangsaan Turki dengan penuh kebanggaan. Seluruh peserta masuk setelah melalui pemeriksaan keamanan. Hanya bendera Turki yang diperbolehkan untuk dibawa, tidak diizinkan membawa bendera partai politik tertentu, dimaksudkan untuk mengabarkan pada dunia bahwa “Turki sedang bersatu, dan seluruh kudeta tak akan pernah berhasil”.
Pawai-pawai kecil lainnya juga akan dilakukan di setiap provinsi di Turki. Semua rakyat berkumpul tanpa terkecuali, berasal dari berbagai ideologi dan latarbelakang. Bahkan pemimpin partai Oposisi CHP Kemal Kilicdaroglu dan pemimpin partai MHP Devlet Bacheli mengkonfirmasi kehadiran mereka. Lagi-lagi
memang, bangsa Turki sedang memperkenalkan demokrasi mereka yang berkelas pada Eropa, bahkan dunia. Erdogan yang dicitrakan Eropa sebagai diktator ternyata tidak terbukti kebenarannya. Rakyat makin cinta pada Erdogan.
Pawai Yenikapi dialamatkan untuk mendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Binali Yildirim, yang sekarang juga menjabat sebagai pimpinan partai keadilan dan pembangunan (AKP).
“Biarkan seluruh bangsa berkumpul bersama disini”, seru Erdogan Ahad lalu. Berkumpulnya masyarakat di Yenikapi menandakan akhir dari pekan ‘democracy watch’ yang diadakan di kota-kota besar seluruh negeri semenjak terjadi kudeta gagal yang mengakibatkan 240 orang wafat dan 2200 orang luka-luka. Panggung besar didirikan disana, begitu juga layar raksasa dan sound system yang megah untuk mengakomodir semua kegiatan. Keamanan sangat dijamin, dengan dikerahkannya pengawasan udara, ratusan ambulan dan 700 ahli medis di tengah-tengah rakyat.
Oleh: Edgar Hamas
