Muslimide Online - Hari ini kita telah memasuki tahun baru Hijriah 1438. Euforianya memang tak semeriah tahun baru Masehi yang kedatanga...
MuslimideOnline- Hari ini kita telah memasuki tahun
baru Hijriah 1438. Euforianya memang tak semeriah tahun baru Masehi yang kedatangannya
sangat ditunggu-tunggu oleh mayoritas manusia di seluruh dunia, termasuk umat Islam. Bahkan awal Masehi dijadikan
sebagai awal perubahan dan resolusi hidup satu tahun ke depan.
Banyak faktor mengapa itu bisa
terjadi. Pertama, ketidaktahuan mayoritas umat Islam bahwa tahun Masehi
merupakan tahun bagi umat Nasrani. Kedua, dunia memakai Masehi sebagai standar
penanggalan internasional. Karena dunia ini dikendalalikan oleh bukan muslim, maka tak banyak yang mengetahui dan mempedulikan tahun Hijriah ini. Ketiga, kurangnya kampanye
tentang tahun Masehi hingga wajar saja kalau umat Islam tak tahu perubahan
bulan, bahkan tak hafal nama-nama bulan Hijriah.
Pengenalan tahun Hijriah adalah
tugas bagi umat Islam yang tahu dan paham. Untuk langkah awal, kita bisa mulai
dari diri sendiri supaya senantiasa menjadikan Hijriah sebagai standar waktu
dalam kehidupan sehari-hari. Berikut di antara cara supaya kita selalu ingat
dan akrab dengan tahun Hijriah;
Pertama: Hal paling gampang supaya kita bisa ingat tanggal Hijriah
adalah dengan tilawah 1 juz perhari. Loh? Apa hubungannya? Coba perhatikan. Satu
bulan Hijriah terdiri dari maksimal 30 hari. Ingat! Al-Quran juga terdiri dari
30 juz. Kita cukup membaca juz 1 pada tanggal 1, juz 2 pada tanggal 2 dan
seterusnya hingga juz 30 pada tanggal 30. Maka kita akan selalu ingat tanggal Hijriah kalau
rutin membaca Al-Quran 1 juz perhari tanpa melihat kalender.
Yang paling penting untuk kita perhatikan
adalah, tak semua bulan berjumlah 30 hari, ada yang berjumlah 29 hari dalam
sebulan. Maka di awal bulan kita harus perhatian tentang jumlah hari di bulan
tersebut. Untuk mencukupkan 30 juz, kita harus ikhlas tilawah 2 juz di tanggal
ke-29. Gampang bukan? Mungkin gampang mengingat tanggalnya, namun menjalankan
tilawahnya sangat butuh perjuangan dan keistiqomahan. InsyaAllah bisa.
Kedua: Biasakan puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul
Bidh adalah puasa sunnah yang selalu di kerja Rasulullah SAW di pertengahan
bulan Hijriah yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 tiap bulannya. Untuk
mengingatnya, kita cukup pasang alarm di tanggal tersebut dan itu akan membuat
kita semakin akrab dengan penanggalan Hijriah walau hanya tanggal
pertengahan bulan saja.
Ketiga: Ketahui tanggal lahir berdasarkan tanggal
hijriyah supaya tak terlihat cupu! Tanggal lahir dengan tahun masehi
sudah terlalu mainstream! Kalau ibu bapak kita tak ingat tanggal Hijriah berapa
kita dilahirkan, kita bisa akses Google dan ketik “cara mengetahui tanggal
lahir berdasarkan tahun Hijriah”. Kalau kita baru punya momongan, catat dan
ingat tanggal kelahiran versi Hijriahnya. Simpel bukan?
Keempat: Beli kalender Hijriah. Kebanyakan kalender
yang tersebar adalah kalender Masehi dengan tambahan tanggal Hijriah yang
kurang jelas hingga tanggal Hijriah sering tak terperhatikan.
Masih banyak cara supaya kita bisa akrab dengan tahun
Hijriah. Tentunya kita bisa mencari sendiri cara yang sesuai dengan diri kita
masing-masing.
Semoga di tahun baru Hijriah 1438 ini, kita bisa menjadi
pribadi muslim yang lebih baik, shalih dan mushlih. Amin.
Redaktur: Salman Arif
