Oleh : Edgar Hamas “Apa yang dilakukan CIA hampir mirip temuannya dengan Rusia; bahwa tahun 2020 akan hadir sebuah ...
Oleh : Edgar Hamas
“Apa yang
dilakukan CIA hampir mirip temuannya dengan Rusia; bahwa tahun 2020 akan hadir
sebuah peradaban baru, yang terbentang dari sebelah timur Cina sampai sebelah
barat Samudera Atlantik. Peradaban baru itu bernama Khilafah Islamiyah”
–DR. Bachtiar Nasir
MuslimideOnline-Umat sedang
dalam keguncangan yang sangat. Fitnah menyeruak, dada berdebar tidak tahu
musibah apa lagi yang akan datang. Pandangan manusia sedunia tertuju pada
media-media bohong yang membuat kebenaran menjadi penjahat, dan menggelari
kejahatan sebagai pahlawan.
Kita sedang
hidup dalam salah satu siklus sejarah. Kita sebagai umat Islam hari ini sedang
berada di titik jenuh keterpurukan, lalu akan terbitlah dari kegelisahan
intelektual umat ini,didukung dengan tekanan dari segala lini, yang
mengakibatkan Umat Islam ini bangun dari tidurnya dan bergerak menuju
kedewasaan cara berfikir.
Musuh Islam
takut dengan bangunnya kekuatan Umat Islam sedunia secara kolektif. Seperti
dikatakan oleh tokoh Israel David Ben Gurion, “Kami tidak takut atau sosialis, kai tidak takut
revolusi-revolusi, ataupun demokrasi di
wilayah Arab ini, kita hanya takut Islam sebagai rakasa yang tidur lama bangun kembali dari tidurnya dan mulai gelisah.”
Tahun 2017 ini
menjadi saksi adanya rentetan kegelisahan intelektual Umat Islam yang ditandai
dengan konferensi-konferensi berskala internasional, maraknya Islam menjadi
bahan perbincangan semua kalangan sebagai solusi keterpurukan ekonomi, sosial
bahkan sistem bernegara. Dengan munculnya Turki sebagai Negara maju yang
demokratis, modern dan sejahtera membuka pemahaman baru bagi masyarakat dunia
bahwa Umat Islam sedang on the way menuju kebangkitannya.
AL-AQSHA SEBAGAI SIMBOL KEBANGKITAN
Beberapa saat yang lalu, penulis bertemu dengan Syaikh Umar dari
Gaza, beliau datang sembari mengabarkan kondisi kekinian jalur Gaza dan
Palestina secara umum. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini Pejuang
Palestina HAMAS sedang dalam kondisi siaga, mereka menyiapkan segala
perlengkapan terbaik untuk menghadapi Israel.
Yang menarik
adalah, kini dalam setiap kampanye HAMAS dan parade pejuang kemerdekaan
Palestina, mereka meneriakkan slogan ‘Wa’dul Akhirah”, atau ‘janji terakhir’
mengutip firman Allah di surat Al-Isra’ ayat 7 :
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ
وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا
عَلَوْا تَتْبِيرًا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi
dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu
sendiri, dan apabila datang saat (janji terakhir) hukuman bagi kejahatan
yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu
dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya
pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka
kuasai.
Pejuang Palestina menyuarakan sebuah slogan
hebat yang bermakna tinggi, bahwasanya kemenangan Umat Islam atas Israel dan
sekutunya semakin dekat, dan waktu-waktu kini adalah saat terbaik dalam merobohkan
supremasi Israel di Timur Tengah, khususnya Palestina. Hingga akan datang suatu
hari nanti, duri bernama Israel yang menancap di jantung dunia islam akan
tercabut, dan hilang selama-lamanya.
Situasi
kekalahan Israel semakin nyata dengan meningkatnya jumlah anggota parlemen
(Knesset) Israel yang seperenamnya berasal dari partai anti Zionisme. Dengan
terpilihnya kembali Benyamin Netanyahu sebagai Perdana Menteri Israel, posisi
Israel akan semakin muram, karena track record Benyamin Netanyahu buruk,
terlalu banyak kasus yang dia lakukan yang mencoreng Israel di mata
Internasional.
SLOGAN WA’DUL AKHIRAH HAMAS DAN IRINGAN
KEBANGKITAN ISLAM
Mengapa pejuang
Palestina mengemukakan slogan besarnya yang berjudul ‘Wa’dul Akhirah’? Itu
bukan semata-mata hentakan yang akan membuat takut Israel. “Wa’dul Akhirah”
adalah sesuatu yang bermakna dalam dan sesuai dengan keadaan dunia Islam hari
ini, yang sedang merangkak “bangun dari tidur panjangnya, dan bersiap menguasai
dunia”, kata salah satu orientalis barat, Murad W. Hoffman.
Selaras dengan
tren kebangkitan Islam ini, saat ini banyak bermunculan sebuah wacana umat
Islam sedunia untuk melebur sekat-sekat geografi menjadi satu kesatuan Uni yang
mengayomi dunia Islam secara keseluruhan. Belum lagi menalar logika dari hadist
Nabi Muhammad, disertai faktor-faktor bahwa dunia Islam akan bangkit, dan
agenda terbesarnya adalah : Membebaskan Masjid Al-Aqsha!
JIKA KHILAFAH UTSMANI RUNTUH 1924, SERATUS TAHUN KEMUDIAN ADALAH
2024
Diriwayatkan
oleh Al-Imam Abu Daawud As-Sijistaaniy rahimahullah :
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ
وَهْبٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ شَرَاحِيلَ بْنِ يَزِيدَ
الْمُعَافِرِيِّ عَنْ أَبِي عَلْقَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فِيمَا أَعْلَمُ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ
يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ
لَهَا دِينَهَا
“Telah menceritakan kepada kami Sulaimaan bin Daawud
Al-Mahriy, telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Wahb, telah mengkhabarkan
kepadaku Sa’iid bin Abi Ayyuub, dari Syaraahiil bin Yaziid Al-Mu’aafiriy, dari
Abu ‘Alqamah, dari Abu Hurairah –radhiyallaahu ‘anhu-, yang mana aku
mengetahuinya dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya
Allah akan membangkitkan untuk umat ini di setiap awal 100 tahun, seseorang
yang akan memperbaharui agama ini.”
Kita telah banyak membaca sejarah, tentang naik turunnya
peradaban Islam, dan terang benderangnya zaman kedaulatan Umat Islam. Termasuk
tahun 1924, di tanggal 3 Maret, adalah sebuah momentum kejatuhan yang pilu,
Khilafah Utsmaniyah secara resmi digulingkan, dihapus dari muka bumi dan
diganti dengan Negara sekuler bertajub ‘Republik Turki’ karangan Mustafa Kamal
Pasha.
Mari menalar, jika kita mentadaburi hadist Nabi yang memuat
siklus sejarah ini, lalu kita menarik garis waktu dari 1924 menuju seratus
tahun berikutnya, maka kita dengan mudah akan sampai pada angka yang nyata : tahun
2024. Di tahun itu, kemungkinan yang akan terjadi adalah gelombang puncak
kesadaran Umat Islam untuk bangkit dari tidur panjangnya, setelah seratus tahun
sebelumnya menjadi korban imperialisme dan permainan perang. Dan tentunya,
bentuk konkret kematangan Umat Islam sebagai sebuah peradaban akan terwujud dengan
menjalankan agenda besar : Pembebasan Al-Aqsha!
SYAIKH AHMAD YASIN: UMUR ISRAEL TIDAK AKAN LEBIH DARI 70
TAHUN
Bani Israel pernah menguasai Palestina ketika mereka
beriman, dan Allah menganugerahkan kekokohan kekuasaan pada mereka selama
beberapa puluh tahun, puncaknya di masa Nabi Sulaiman yang berkuasa 39 tahun
(970-931 SM) . Lalu setelah mereka ingkar pada Allah sepeninggal Nabi Sulaiman,
Allah mengirimkan azab berupa serangan Bangsa Babilonia dan Assuria, sehingga
menyebabkan mereka berdiaspora (menyebar) di Babilonia.
Tentara
Salib pula, pernah mencaplok Al-Quds dari genggaman Kaum Muslimin semenjak 1099
sampai 1187, 88 tahun lamanya. Namun berkat kecepatan tanggap para Ulama, kaum
Muslimin segera bangkit menyiapkan generasi terbaiknya untuk membebaskan
Al-Quds dari jeratan pasukan Salib. HIngga puncaknya di tahun 1187 Masehi,
Shalahuddin Al-Ayyubi memimpin kaum muslimin memenangkan perang Hittin dan
membuka kembali gerbang Al-Quds.
Kesimpulannya,
sepanjang sejarah Palestina, musuh-musuh Islam hanya bisa menguasai Palestina
secara utuh dalam rentang zaman yang terbilang pendek. Sedangkan umat Islam
selalu memiliki waktu panjang dalam melindungi Palestina. Itulah yang membuat
Syaikh Ahmad Yasin berkesimpulan, “Umur Israel tidak akan lebih dari 70 tahun”,
dan perkataan beliau sesuai dengan siklus sunnatullah dalam sejarah Palestina.
Sekarang
mari menghitung, jika Israel resmi menjadi penjajah tahun 1948, dan kita
menarik garis waktu sampai 70 tahun kedepan, maka kita akan sampai dengan mudah
di angka yang nyata : tahun 2018. Jadi, apa yang dilakukan Hamas dalam parade
militernya hari ini, dan pernyataan mereka bahwa tahun 2016 adalah perang
terbesar antara Pejuang Palestina melawan Israel adalah sesuai dengan siklus
sejarah. Karena setelah tahun-tahun itu, Israel akan memulai masa-masa
terakhirnya sebagai sebuah Negara, lalu bangkrut dan terhapuslah Israel dari
peta dunia.
RISET AMERIKA DAN RUSIA TENTANG TERBITNYA PERADABAN BARU
BERNAMA KHILAFAH ISLAMIYAH
Ada satu pembahasan yang sangat menarik untuk dikaji. Yaitu
tentang kajian Departemen Pertahahanan Nasional Amerika Serikat yang
dipresentasikan kepada Barrack Obama. Mereka menyimpulkan dari hasil riset
mereka, bahwa pada tahun 2025 menurut ilmu futurology mereka, tidak bisa tidak,
akan berdiri Khialafah Islamiyah yang bersifat besar dan kolektif di dunia
Islam. Namun mereka masih belum tahu khilafah itu akan diawali dari negara
mana.
Menurut statistik politik, militer dan ekonomi Amerika
Serikat dan dunia Internasional, mereka melihat bahwa proyeksi dunia masa depan
menunjukkan umat Islam akan mengerucut menjadi peradaban yang terpusat. Maka,
sebagai Negara yang tidak ingin memiliki saingan kompetitor, Amerika Serikat
tentu sangat mengkhawatirkan hal itu terjadi.
Ditambah lagi, ternyata apa yang menjadi hasil kesimpulan
CIA hampir mirip temuannya dengan Rusia. Kedua Negara ini sama-sama menemukan
bahwa tahun 2020, akan lahir sebuah peradaban baru yang terbentang dari sebelah
timur Cina, sampai barat samudera Atlantik. Peradaban baru itu bernama Khilafah
Islamiyah. Pernyataan itu bukan tidak dengan bukti. Turki sebagai wakil Negara
Islam kini telah menjadi kekuatan ekonomi baru di Eropa, dan diperkirakan akan
menjadi Negara terkuat di Eropa tahun 2025.
Belum selesai di perkiraan tahun 2025, Turki telah merencanakan
sebuah mimpi besar untuk menjadi Negara Super Power di tahun 2095, sesuatu yang
benar-benar visioner, namun didukung dengan realitas di lapangan. Dan ini akan
menjadi model Negara Muslim yang demokratis, modern juga sejahtera rakyatnya.
Al-AQSHA AKAN BEBAS 10 TAHUN LAGI?
Sinyal-sinyal yang datang beruntun dari riset ahli dan juga hadist
nabi semakin menguatkan kita bahwa perjuangan kaum muslimin untuk membebaskan
kembali Masjid Al-Aqsha tidaklah menunggu waktu yang lama lagi. Jangankan kaum
muslimin, para ahli dan Departemen Pertahanan Negara-negara super power hari
ini pun telah memprediksikan jatuhnya Israel dalam waktu dekat, terbitnya model
negeri Islam yang modern dan sejahtera, juga dimulainya kesadaran masyarakat
dunia Islam untuk meleburkan dirinya dalam satu sistem raksasa bernama
khilafah, sebagai solusi dan pengulangan siklus sejarah.
Maka, bukan
tidak mungkin 10 tahun ke depan adalah masa-masa terberat umat Islam sedunia
untuk berjuang menyatukan fikrah dan membebaskan diri dari pengaruh asing,
karena semakin nyata aroma kebangkitan Islam, semakin gencarlah musuh-musuh
Islam menghantam dunia Islam agar kesadaran umat ini kembali tertunda.
Al-Aqsha bebas
adalah janji Allah. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kita akan masuk
dalam daftar nama Pejuang pembebasannya? Atau malah menjadi orang-orang lalai
yang terpaku bahkan acuh pada isu Palestina? Semuanya ditentukan hari ini,
detik ini, setelah pembaca menyelesaikan tulisan ini, mari berkontribusi.
Kemenangan telah dekat!
“Dan Allah telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh
bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana
Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa…” (An-Nuur : 55)
