Archive Pages Design$type=blogging

Analisa
Berita

Apakah Akan Terbangun ‘Fasisme Agama’ ketika Umat Islam Berkuasa? (Bagian 1)

Oleh : Edgar Hamas Muslimide Online - Dunia yang sekarang kita tempati terus berubah dengan drastis. Simpul-simpul kekuasaan ...




Oleh : Edgar Hamas

MuslimideOnline-Dunia yang sekarang kita tempati terus berubah dengan drastis. Simpul-simpul kekuasaan bergilir, berganti-ganti dari tangan satu ke tangan lain kemudian menciptakan peta baru dunia yang tidak lagi seperti dahulu. Di tengah-tengah kemelut dan segala pergeseran kekuasaan ini, Umat Islam seperti bangkit kembali setelah tidur panjangnya, lalu dengan perlahan tapi pasti, mencoba menggeliat menapak langkah untuk menata masa depan. 

Di belahan dunia bernama Timur Tengah, gejolak perubahan tersemai membahana. Rakyat turun ke jalan, meneriakkan kebebasan setelah tekungkung pilu nan ringkih di balik kerangkeng diktator yang lalim. Umat kita berada di persimpangan jalan; antara kejatuhan dan jalan menuju kebangkitan. Dan kita, sebagai anak-anak muda generasi ini, menatap dunia dengan sudut pandang pembenah, ingin memperbaiki yang rusak dan menyulam apa yang terkoyak; karena kita tidak ingin kejatuhan-kejatuhan pilu di masa lalu kembali terulang.

Sampailah kita di era baru ini, di gelombang baru dunia yang memiliki beragam kemungkinan dan peluang. Amerika Serikat gemetar menatap masa depan dengan pesimis, Rusia seperti kembali mengasah taringnya setelah menunduk malu di tahun-tahun lalu. Sementara Cina menjadi hegemoni baru, disusul India, Brazil dan Meksiko. Tak lupa Nigeria menancapkan optimisme menguasai Afrika, Turki mengambil peran sejarahnya kembali setelah absen dari poros kekuatan dunia di rentang perang dingin. Indonesia kita? Ini dia yang akan kita seksamai; negeri berusia 70 tahun yang baru saja memasuki gelombang ketiganya, dan belum tahu akan seperti apa takdirnya.

Konstelasi politik bangsa kita kian memanas. Bara api seperti dilempar kesana-sini. Setiap kekuatan yang sama besar peluangnya ingin menancapkan orang-orang terbaiknya di pos-pos kepemimpinan. Tak terkecuali Umat Islam, bagian terbesar Indonesia yang mulai sadar dari ‘amnesia sejarahnya.’ Beberapa masa yang lalu, Umat kita seakan apatis menatap politik, dan kini, setelah banyak sekali peristiwa pilu yang disebabkan pemimpin lalim, Umat ini disadarkan dari amnesia sejarahnya, lalu mulai mengencangkan ikat kepala, sembari merapatkan barisan; “apapun ormasnya, yang penting pilih pemimpin muslim!” begitulah syiarnya.

Kebangkitan political awareness Umat Islam secara umum, diiringi semangat keagamaan yang makin kental, menjadi keresahan sebagian kelompok yang, tidak bisa dikatakan trauma, namun mereka khawatir jika Umat Islam akan bersikap sewenang-wenang pada minoritas jika Umat besar ini kembali sadar dan berkuasa. Apakah kekhawatiran mereka berdasar?

Lebih detil lagi, para intelektual ‘setengah-setengah’ yang nyinyir dengan kebangkitan politik Umat Islam menyuarakan nada-nada sumbang yang menjelek-jelekkan ulama, mengerdilkan simbol agama, dan menyebarkan logika-logika miring untuk menanggalkan agama dari panggung politik, seperti misalnya pernyataan, “Lebih baik kafir tapi anti korupsi, daripada muslim tapi koruptor”, yang jelas tidak berdasar sama sekali. Sayangnya, masyarakat awam banyak termakan pernyataan ini, dan kemudian terjebak dalam pilihan politik yang salah.

Memangnya, apakah jika Umat Islam berkuasa, maka Umat ini akan menjadi aktor fasisme yang mewajibkan semuanya menjadi masyarakat yang seragam? Apakah akan bersikap intoleran pada kelompok minoritas? Apakah akan melarang berdirinya tempat ibadah selain masjid? Atau bahkan, apakah akan memaksa warga agama lain untuk masuk Islam?

Jika ingin jawaban sederhana, ini kira-kira, “Dalam sejarah dunia, ketika Umat Islam berkuasa, hal-hal yang mereka khawatirkan tidak pernah terjadi. Justru sebaliknya, keamanan mereka mendapat jaminan tingkat tinggi dan sangat terlindungi.” Ditambah lagi dengan pernyataan DR Mohammad Natsir dalam Sidang Konstituante ketika membahas dasar negara (1956-1959), beliau berkata, “Islam itu, jika besar tidak melanda, jika tinggi malah melindungi.”

KETIKA AKIDAH ISLAM MENJAWAB TUDUHAN ‘FASISME AGAMA’
          Islam adalah sistem kehidupan manusia yang memanusiakan manusia dan memberikannya porsi fitri yang tepat. Sebagaimana Islam mengatur dengan amat lengkap hubungan antara seorang hamba dan Pencipta-nya, Islam juga menata secara strategis relasi antara personal dengan personal, personal dengan masyarakat, hingga antar bangsa dengan bangsa. Apalagi masalah perbedaan agama, itu menjadi satu keistimewaan Islam yang paripurna. 

          Dengan tata aturannya yang sempurna, Islam memelihara tatanan kemanusiaan, mendeklarasikan persamaan hak manusia tanpa memandang warna kulit –dan deklarasi ini pertama kali di muka bumi ketika bangsa lain masih memisahkan putih dan hitam- serta mengumumkan metode paling manusiawi untuk menyikapi perbedaan agama.  Diantaranya adalah :
          Pertama, Islam menjelaskan bahwa semua agama samawi –Yahudi, Nasrani dan Islam- bersimpul dari muara yang sama, “Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya [QS Asy Syuraa : 13]

          Kedua, dalam pemahaman Islam, para Nabi adalah saudara, tak ada satupun yang memisahkan mereka. Kaum Muslimin pun wajib mengimani keseluruhannya tanpa terkecuali. “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".[QS Al Baqarah : 136]

          Ketiga, Islam memastika tidak boleh ada pemeluknya yang memaksakan orang lain untuk berpindah agama, justru Islam menjadi deklarator pertama di muka bumi, agar orang bebas memilih agamanya, dan jikapun mau masuk Islam, maka ia harus ridha dan mantap, bukan terpaksa. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. [QS Al Baqarah : 236] Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? [QS Yunus : 99]

          Keempat, Islam menjamin semua tempat Ibadah tak boleh dihancurkan, bahkan mesti dpertahankan sebagaimana Umat ini mempertahankan masjidnya. yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [QS Al Hajj : 40]

          Kelima, dan ini yang paling empiris terjadi di Indonesia; jika Umat Islam mencapai kondisi dimana mereka menguasai pemerintahan atau memenangkan peperangan, tidak diperkenankan bagi Umat Islam untuk membalas pihak yang kalah dengan memaksa mereka untuk berpindah agama. Pihak yang kalah hanya sebatas dimintai pengakuan atas kekuasaan Umat Islam, selebihnya, keamanan, kehidupan, darah, harta mereka akan dijaga setara sebagaimana jiwa seorang muslim dijaga. 

          Bukankah statement yang muncul dari kitab suci dan referensi Umat Islam ini sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan keraguan dan ketakutan kaum minoritas? Akidah Umat Islam menjaga persamaan manusia di hadapan hukum, tidak melihat warna kulit atau perbedaan suku. Tuduhan ‘Fasisme Agama’ yang disematkan pada Umat Islam merupakan hembusan opini yang tidak ada landasan fundamentalnya.

          Ini penjelasan kami dari sisi Aqidah. Selanjutnya di bagian 2, kami akan menjelaskan realitas empiris berdasarkan sejarah ketika Umat Islam memimpin minoritas. Ada banyak sekali contoh yang tertebar di berbagai zaman dan berbagai tempat yang menunjukkan dokumenter kebebasan beragama yang dijamin Umat Islam. Yang unik dalam contoh-contoh ini adalah; ternyata kepuasan minoritas dan kebebasan mereka lebih terjamin dibawa kekuasaan Umat Islam dibanding kekuasaan lain. Penasaran? Tunggu bagian selanjutnya.

Referensi :
1.    DR Mustafa As Siba’i; Min Rawa’i Hadharatina. Maktabah Al  Funon wa Al Adab.
2.    Mahmoud Khalifah; Rijal Haula Al Quds. Muassasah Iqra’
3.    Jihad Al Turbani; Miah Udzama Ummah Al Islam Ghayyaru Majra At Tarikh. Dar Al Takoa
4.    Dr Ali Mohammad Ash Shallaby; Al Wasathiyah fi Al Quran Al Karim. Muassasah Iqra
5.    Artawijaya; Belajar dari Partai Masyumi. Pustaka Al Kautsar

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Name

14 Agustus 25 Januari 30June Abu Treka Afrika Tengah Afsel AKP Aktivis Al Azhar Al Quds Al-Aqsha al-Azhar Alaa Alam Islami Aljazeera Amerika Amnesty Analisa aqidah Ariel Sharon Artikel AS Asad Banjir Baradei Bashar Asad Bayan Bendungan Bentrokan Berita Bom Cara Catatan Darurat Daud Oglu Deal of Century Delga Demonstran Demonstrasi Dokumen Dr. Uwais Duka Dunia Islam Editorial El Baradei El-Sisi Emir Qatar Erdagon Erdogan Fatah Fikrah Filsafat FSA Fulul Fundamental Gaza Gaza Under Attack Ghazwul Fikr Ghouta Gugatan Gulen Haji Hamas Headline Hijriah history Human Rights Watch Ibnu Khaldun IHH Ikhwan inspirasi Internasional Investigasi Irak Iran Iraq ISIS Islam Islamis Israel Istanbul Ittihadiyah Jared Kushner Jaulah Jausy al Islam Jenewa Jilbab Jum'at Furqan Kajian Kandi Kardasyah Kata-kata Kawasan Keamanan Kebiadaban Kebijakan kemanusiaan Kemenangan Kenangan Kerjasama Kesaksian Ki-Moon Klaim Koalisi Nasional Mesir Koalisi Suriah Kolom Konferensi Bahrain Konflik Kontemplasi Krisis KSA Kudeta Kudeta Mesir Kultwit kunjungan lapu lapu Lawan Kudeta Lebanon Lebaran Legitimasi Mahasiswa Mahkamah Internasional Malaysia Maroko Masisir Masjid Media Mempersiapkan Anak Sekolah Meninggal Mesir Metro Militer Mir'ah Misi Kemanusiaan Mubarak Mursi Mursyid 'Amm Muslim Sri Lanka Muslim Suriah Naquib Al-Attas Nasihat Natal News Niswah nusantara Olahrga Opini Ormas Islam Otoritas Otoritas Palestina pahlawan Palestina Panen Raya Parade Militer Pariwisata Pasca Pembantaian PBB Pemadaman Listrik Pembakaran Masjid Pembangkangan Pembantaian PembantaianRab'ah Pembubaran Pembubaran Massa Pembubaran Partai Pemerintahan pemikiran Pemilu pemuda Pemutusan Diplomatik Penangkapan Pendidikan Anak Pendudukan Zionis Pengadilan Pengepungan Penguasa Pengungsi Penjajah Penjara Penjualan Penyerangan Jamaah Perang Percaya Diri Perlawanan Pernyataan Perundingan Pilihan politik Prahara Kudeta Prancis Profesor Propaganda Kudeta Provokasi Proyek Qur'anuna Rabea Rabia Rafah Raja Muhammad Bin Salman Ramadan realitas Refleksi Remaja renungan Revolusi Rezim Rezim Suriah Rohingya RS. Midany Rusia Salahuddin Saudi Sejarah Sejarah Mesir Sejarah Palestina Modern Serangan Serangan Israel Serangkaian Bom Sikap Sinai sirah Slider Solidaritas Somalia Sri Lanka Sunnaturasulina Suriah Survey Syabab Syatir Syiria tadabbur tafakkur Tahun Ajaran Baru Tahun baru hijriah 1438 talmud Taman Kanak-kanak Tamarrid Tanah Air Tanah Palestina Taujih taurat Tausiyah Timteng Tokoh Tokoh Muslim Trik trump Tsaqafah Tulisan Hamka Tunisia Turki Ukhuwah ulama Ulasan Umrah US Usbu' Rahil Ust. Zulfi Akmal Ust.Irsyad Syafar Wacana Wanita Wawancara Wawasan Yahudi Yarmuk Yaser Arafat Yordania Zionis
false
ltr
item
MUSLIMIDE ONLINE: Apakah Akan Terbangun ‘Fasisme Agama’ ketika Umat Islam Berkuasa? (Bagian 1)
Apakah Akan Terbangun ‘Fasisme Agama’ ketika Umat Islam Berkuasa? (Bagian 1)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFZLuJoeptwrw1M_o3Yrwu2eWKGRC3KOFU0ubIoa9m3A010mPYJL5T9VlGnCLgMlYASamkSYfnj5uli7hqkdXW3yyxqMg7OMFGO9g3o18XcwpGSgE32IrlzO-d2Rfh3okpVlb1SNugUNM/s400/Istiqlal_Mosque_Monas.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFZLuJoeptwrw1M_o3Yrwu2eWKGRC3KOFU0ubIoa9m3A010mPYJL5T9VlGnCLgMlYASamkSYfnj5uli7hqkdXW3yyxqMg7OMFGO9g3o18XcwpGSgE32IrlzO-d2Rfh3okpVlb1SNugUNM/s72-c/Istiqlal_Mosque_Monas.jpg
MUSLIMIDE ONLINE
http://muslimide.blogspot.com/2017/02/apakah-akan-terbangun-fasisme-agama.html
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/2017/02/apakah-akan-terbangun-fasisme-agama.html
true
865542636231413322
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago