Muslimide Online- Suatu hari Shalahuddin Al Ayyubi sedang duduk bercengkrama dan berbagi cerita bersama Thariq Bin Ziyad tentang kisah...
MuslimideOnline- Suatu hari Shalahuddin Al Ayyubi sedang duduk bercengkrama dan berbagi cerita bersama Thariq Bin Ziyad tentang kisah perjuangan yang mereka hadapi dalam futuhat-futuhat Islamiyah, berbagai kisah yang menggugah iman dan ketegaran jiwa seorang muslim sejati menjadi tema pembicaraan mereka.
Thariq Bin Ziyad bercerita tentang susahnya
menaklukkan Andalusia, sebuah asa dan cita-cita yang sudah diwariskan dari
generasi-generasi sebelumnya, cita-cita untuk memakmurkan bumi dengan tauhid
dan menyebarkan risalah Islam, hingga Allah izinkan Thariq bin Ziyad beserta
pasukannya untuk menaklukkan Andalusia, sebuah negri yang sangat indah, di
tangan kaum muslimin Andalusia menjadi pusat Ilmu dan peradaban. Andalusia
adalah adalah sebuah negri yang telah melahirkan para ulama serta ilmuan
yang penemuannya menjadi rujukan untuk kemajuan teknologi saat ini. Ibn Rusyd,
Jabir bin Hayyan, Ibn Tufail dll, tanpa sumbangsih dan penemuan mereka
kita tidak akan menemukan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan saat ini.
Shalahuddin Al Ayyubi pun terkagum dengan kisah
perjuangan dan kegemilangan yang diceritakan oleh Thariq bin Ziyad. Kemudian
dia juga mulai bercerita tentang masa-masa sulit dan krisis yang dihadapi kaum
muslimin di zamnnya, sejak kecil ia bercita-cita untuk membebaskan Masjid Al
Aqsha yang saat itu dijajah dan dikuasai pasukan salib. Beberapa generasi
sebelum Shalahuddin seperti Nuruddin Zanki dan yang lainnya juga suadah
berusaha dalam perjuangan panjang untuk membebaskan Al Aqsha, namun belum
berhasil karena saaat itu ummat muslim masih terpecah dan tidak ada figure yang
dapat menyatukan mereka.
Melihat kondisi ummat muslim yang semakin
terpuruk dan ancaman pasukan Templar yang trus membawa terror bagi negri-negri
muslim membuat Shalahuddin bertekad untuk menyatukan kaum muslimin dan
membebaskan Al Aqsha yang merupakan tanah suci ummat islam. Berkat kegigihan
dan keikhlasan dalam perjuangannya Shalahuddin dan pasukannya berhasil
membebaskan Al Aqsha setelah mengalahkan pasukan salib dalam perang
Hittin.
Di tengah pembicaraan mereka datang lah 2 orang
yang terlihat asing bagi mereka sembari bertanya : “ SIapakah Kalian” ?
“ Aku Ibn Najmuddin Alayyubi, atau lebih di
kenal dengan Shalahuddin Al Ayyubi aku hidup di abad ke 12 , dan yang
disebelahku ini adalah Thariq Bin Ziyad, penakhluk Andalusiaia, dia hidup di
abad ke 8 ”, jawab Shalahuddin.
Shalahuddin pun balek bertanya , “ Siapakah
kalian ??”,
2 orang ini menajawab “ Kami orang arab yang
hidup di abad ke 21”,
Terlihat raut gembira di wajah Sholahuudin dan
berkata kepada Thariq Bin Ziyad, “ mereka adalah anak cucu kita”.
Shalahuddin pun kembali bertanya “ bagaimana
kabar kalian, kabar negri-negri muslim, apakah islam sudah mengusai seluruh
dunia???”.
Dengan wajah tertunduk malu 2 orang tadi menjawab
“ Al Aqsha sekarang dijajah Israel, Irak sudah hancur, Libiya sudah luluh
lantak, libanon pun demikian, kaum uslimin tertindas di negrinya sendiri. Kaum
muslimin saat ini sibuk beradu pendapat dan saling menyalahkan, padahal mereka
tau musuh bereka bersatu untuk menghancurkan mereka.”
Wajah ceria Shalahuddin berubah menjadi sedih
bercampur marah, lalu berkata : “ bagaimana ini bisa terjadi ?? kami sudah
membebaskan Al Aqsha dengan perjuangan kami, kami berikan seluruh harta bahkan
jiwa kami untuk kebebasan Al Aqsha, namun sekarang kalian biarkan ia kembali
terjajah, kalian biarkan anak-anak kaum muslimin tertindas di tanah sucinya
sendiri, kalian telah menyia-nyiakan perjuangan yang kami lakukan”.
Ditengah keheningan Thariq bin Ziyad bertanya, “
bagaimana dengan Andalusiaia??”, apakah ia masih menjadi pusat ilmu pengetahun
dan kaum muslimin hidup dengan makmur disana ??”
Kembali 2 orang arab tersebut mesti menjawab
dengan wajah tertunduk malu, “ Andalusiaia sudah lepas dari kaum muslimin,
sekarang Madrid dan Barcelona sudah menjadi pusat sepakbola dunia, kalau gak
percaya silahkan baca berita, tahun 2015 barcelona juara champion, namun
kemaren kalah 0 4 dari PSG.
Thariq bin Ziyad sangat kecewa mendengar cerita
tentang negri negri muslim di abad ke 21 ini, ia berpesan agar kaum muslimin
kembali pada kehidupan yang penuh dengan semangat perjuangan agar tidak ada
lagi kaum muslimin yang tertindas dan negri-negri muslim yang terlepas bisa
kalian rebut kembali.
Ini hanya cerita Fiktif yang barangkali saja bisa
menjadi pelajaran dan memberikan hikamh bagi kita semua, bahwa para pendahulu
kita sudah berkorban jiwa dan harta untuk kejayaan Islam dan kehidupan
yang lebih baik bagi generasi-generasi setelahnya.
Kita sangat berharap agar di sorga nanti Allah
pertemukan kita dengan para pejuang-pejuang muslim dan bisa berbagi cerita
tentang perjuangan kita.
