“Tidak ada artinya Palestina jika tanpa Yerusalem. Tidak ada artinya Yerusalem tanpa Haikal Sulaiman!” –David Be...
“Tidak ada
artinya Palestina jika tanpa Yerusalem. Tidak ada artinya Yerusalem tanpa
Haikal Sulaiman!” –David Ben Gurion, Perdana Menteri Pertama Israel.
MuslimideOnline- Zionis Israel dari
hari ke hari semakin menjadi-jadi kelakuannya. Bukan lagi sekedar berpindah dan
hidup di tanah orang, kini mereka berlomba-lomba menebar ketakutan di kehidupan
umat Islam Palestina, mengguncang daratan dengan bom dan ancaman. Melepas roket
yang berkeliaran di angkasa tak tahu akan menimpa daerah mana. Semuanya karena
satu alasan: Mereka mengklaim diri sebagai Bangsa terbaik, sementara bangsa
lain adalah budak mereka.
Dalam Talmud,
kitab Zionis Israel hari ini, bahkan disebutkan bahwa mereka adalah anak-anak
Allah yang dijanjikan kepemimpinan di muka bumi, mereka berhak memerintah siapa
saja dan menjadikan umat-umat selain mereka sebagai permainan. Membunuh jadi
biasa, mengancam apalagi. Malah, suatu kesenangan bagi mereka jika melihat kaum
muslimin dalam kesusahan yang sangat.
Berikut ini
adalah sebagian pernyataan-pernyataan Tokoh Zionis Israel yang hingga hari ini
diabadikan rakyat Israel sebagai pijakan mereka dalam berbuat, dan sebagai
aturan main mereka dalam membantai. Pernyataan ini bersumber dari materi
penting berjudul Aqliyyah Tausi’iyyah lil Yahud, yang diampu oleh Syaikh
Ahmad Ali Muqbil, Ketua Dewan Ulama Palestina :
Pertama,
Batas teritori Negara Israel tidak mempunyai aturan baku. Perdana Menteri
pertama Israel, David ben Gurion pernah mengatakan, “Batas teritori Negara kita
adalah batas akhir langkah kaki kita”. Perkataannya yang licik itu berumber
dari Taurat yang sudah dibubah yang berbunyi, “Setiap jengkal tanah yang
dilalui oleh telapak kaki kalian, maka Akan Aku berikan pada kalian, seperti
yang Aku janjikan pada Musa.”
Bukan sebuah
rahasia, bahwa Negara Israel yang dirancang oleh Theodore Herzl pada tahun 1897
adalah sebuah negara theokrasi (sesudah Vatikan, Republik Islam Iran, dan
Emirat Islam Afghanistan), yang terkait erat dengan ajaran Talmud tentang
"Tanah Israel" (Erzt Israel). Negara Israel adalah satu-satunya
negara di dunia yang tidak memiliki perbatasan yang' jelas, atau dengan kata
lain, tidak memiliki perbatasan sama sekali, baik dalam gagasan maupun dalam
konstitusinya. Luas wilayah negara Israel yang dibentuk tidak pernah
ditentukan.
Rencana “Israel
Raya”, yang sedari awal berdirinya Israel oleh Theodor Hertzl direncanakan akan
membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. Dengan kata lain, mereka
memiliki rencana besar untuk menguasai tanah Mesir, Iraq, Jazirah Arab, Turki,
dan Sudan. Sebuah skanario yang membahayakan. Hal itu secara tegas digambarkan
lewat bendera Israel, dimana ada dua garis biru yang mengapit bintang david,
yang maknanya adalah rencana besar mereka menguasai negeri-negeri dari sungai
Nil sampai Sungai Eufrat di Iraq.
“Setiap kalian
wajib berjuang dan bekerja keras dalam perang dan diplomasi, hingga tiba
saatnya berdiri imperium Israel Raya yang wilayahnya membentang dari Sungai Nil
sampai Sungai Eufrat”, ungkap David Ben Gurion dalam pidatonya di depan
mahasiswa Universitas Ibrani tahun 1950 masehi.
Kedua,
Menghancurkan seluruh sesuatu di atas Yerusalem selain milik Yahudi. Theodor
Hertzl, pendiri Zionisme modern dalam pidatonya di Konferensi Zionis I di kota
Basel Swiss 1897 berkata, “Jika suatu hari kita telah mendapatkan Kota Al-Quds,
sedangkan Aku masih hidup dan masih bisa berdiri, maka akau tidak akan
meyianyiakan kesempatan untuk menghancurkan segala hal di atas Al-Quds selain
tempat suci Yahudi, dan Aku akan hancurkan seluruh bangunan yang telah bertahan
sepanjang generasi."
David ben
Gurion berkata, “Tidak ada artinya Israel tanpa Al-Quds. Dan tidak ada artinya
Al-Quds tanpa Kuil Sulaiman”.
Ketiga,
Ekspansi dan peperangan adalah aqidah kaum Zionis Yahudi. David Ben Gurion
berkata, “Sesungguhnya Taurat adalah kitab kepemilikan Israel yang abadi.
Siapapun yang mengingkari dan melawan kehendak Yahudi, maka ia telah
mengingkari perintah Tuhan”,dilanjutkan dengan Taurat yang telah dipalsukan di
kitab kejadian pasal 15, “Tuhan
membuat perjanjian dengan Abraham, mengatakan, Kepada keturunanmu akan saya
berikan tanah ini, dari sungai Mesir sampai ke sungai besar Eufrat.”
Keempat, Yahudi
berada di atas segala bangsa dan umat manapun. Moshe Heiss, pemimpin gerakan
Zionis pernah mengungkapkan dengan kesombongannya, “Bahwa Bangsa Yahudi berada
di atas segala bangsa! Hak-hak sejarah mengatakan bahwa tanah Israel adalah
janji Tuhan untuk kami, dan ini adalah keyakinan setiap Orang Yahudi, baik yang
beriman maupun tidak.”
Kelima,
Setelah menaklukkan Al-Quds, Zionis menargetkan penyerangan ke Madinah. Moshe
Dayan, panglima tertingga tentara Zionis Israel, ketika ia memasuki gerbang
Al-Quds setelah memenangkan perang melawan koalisi bangsa Arab berkata dengan
angkuh, “Dari Yerusalem ini, kita akan berangkat menyerang Madinah! Hari ini
telah aku buka jalan menuju Babil dan Yatsrib (Madinah), Saatnya membalas
dendam di Khaibar!”
Begitu
angkuhnya, tentara Israel ketika mereka pertama kali memasuki Al-Quds di tahun
1967 berteriak,” Muhammad telah mati dibelakang gadis-gadis kecil! Muhammad
telah mati di belakang gadis-gadis kecil! Agama Muhammad telah mati dan pergi!”
Ketika Israel
berhasil memasuki Al-Quds, David ben Gurion berteriak sombong, “Inilah hari terindah
sejak hari didirikannya Negara Israel, ibukota kita Yerusalem telah menjadi
bagian dari kita!” Lalu ia mengutip kalimat dari Talmud, “Hancurkan segala yang
berdiri, nodai semua yang suci, bakar segala yang hijau, agar tanah ini bisa
digunakan bagi Yahudi!”
Keenam, Mereka
mengklaim kasar bahwa Bangsa selain Yahudi adalah Budak dan keledai yang
mesti patuh pada Yahudi. Seperti yang tertera jelas di Protokol Zionisme,
“Sesungguhnya para ghayyim –bangsa selain yahudi- telah Allah ciptakan sebagai keledai
untuk bangsa pilihan Allah. Setiap kali satu keledai mati, maka yahudi bisa
mengendarai keledai yang lain.”
Ketujuh, Mereka
menganggap kekuasaan selain Yahudi adalah hasil rampasan dan Yahudi berhak
merebutnya kembali. Seperti yang tertera di Taurat yang telah diubah oleh
mereka di Yehezkiel, “Setiap hukum selain hukum Yahudi adalah hukum yang cacat.
Setiap kekuasaan selain kekuasaan Israel adalah hasil rampasan.”
Inilah
sekelumit dari rangkaian panjang penjelasan yang menerangkan kepada kita bagaimana
Zionis Israel bekerja, untuk siapa mereka bekerja, dan dengan apa landasan yang
mereka pakai untuk menghalalkan segala penjajahan di atas tanah Palestina.
Semoga datang kesempatan lainnya kita bisa membahas lebih banyak agar semakin
dalamlah pemahaman kita tentang Zionis Israel.
ZIONIS
ISRAEL TIDAK BERTUHAN
Apa yang menjadi sumber hukum Zionis Israel hari ini bukanlah
berasal dari taurat Asli atau ajaran nabi Musa Alaihissalam. Mereka
telah mengubah-ubahnya dengan sesuka hati mereka, sehingga isi kitab yang
mestinya menunjukkan kebenaran pada mereka malah berisi teks-teks yang
bermuatan nafsu belaka.
Zionisme
sendiri bukanlah sebuah agama, ia adalah sebuah ideologi yang bahkan pengikutnya
bukanlah seorang yahudi yang beriman. Kebanyakan dari pengikut pemahaman
Zionisme adalah mereka yang telah jauh dari agama Yahudi dan lebih memilik
menjadi ateis. Itulah mengapa, dalam setiap pekerjaan dan pembantaian yang
mereka lakukan, selalu saja muncul ketakutan dan kepengecutan di setiap jiwa
mereka.
Semoga akan
datang suatu hari nanti, kita bisa membebaskan Al-Aqsha dari cengkraman
penjajahan Zionis Israel, dan bersama-sama menjalankan shalat berjamaah dalam
keadaan merdeka, tanpa tekanan, tanpa penindasan. InsyaAllah, kita sedang on
the way menuju hari itu. Amin.
Wallahu a’lam
bis shawab.
