Oleh : Said Nadawi | @saidnadawi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo Muslimide Online - Sesungguhnya Al...
Oleh : Said Nadawi | @saidnadawi
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar Kairo
MuslimideOnline- Sesungguhnya Allah, tidak suka jika di hati hamba-Nya
terdapat sesuatu yang melebihi-Nya. Jika ada hal yang melebihi Allah di hati
seseorang, maka Allah akan memberikan peringatan, yaitu diambil hal itu
darinya. Jika orang itu sadar akan kesalahannya dan bertaubat, maka dia akan
selamat, kemudian dikembalikanlah apa yang telah diambil darinya, atau digantikan
dengan yang lebih baik.
Namun apabila dia tidak sadar akan kesalahannya, dia
tetap me-nomorsekian kan Allah di hatinya walaupun sudah berkali-kali diberi
peringatan, maka Allah akan biarkan dia dalam sesatnya. Apakah iya, orang yang
terlampau jauh mengutamakan hal selain Allah di hatinya, perlu diselamatkan?
Jika seorang hamba memiliki amanah besar di muka bumi
ini, tak sepantasnyalah ada hal yang melebihi Allah di hatinya. Bisa kita lihat
kisah beberapa Nabi dan sahabat Rasul.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah:
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ
الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ
الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ () فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا
مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ
وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ()
Artinya:
Dan Kami berfirman:
"Hai Adam, tinggallah kamu dan istrimu di surga ini, dan makanlah
makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan
janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang
yang zalim.() Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan
dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu!
sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman
di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan"
Nabi Adam AS
beserta istrinya Hawa, Allah beri kenikmatan surga yang melimpah, apapun yang
mereka mau ada di sana. Namun, syaitan menggoda mereka dengan pohon terlarang.
يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ
وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ..
“Wahai Adam, maukah kau
kutunjukkan padamu pohon keabadian dan Kerajaan yang tak akan binasa..?” (Q.S. Taha: 120)
Dengan tergodanya mereka, masuklah kenikmatan surga ke dalam hati mereka
bahkan mereka menginginkan lebih. Allah tak suka hal ini terjadi maka
dijauhkanlah mereka dari kenikmatan surga. Namun setelah itu mereka sadar,
mereka sangat menyesal dan ingin bertaubat, maka Allah mengajari Nabi Adam dan
istrinya beberapa kalimat taubat, kemudian Allah mengampuni mereka.
"قالا ربنا ظلمنا أنفسنا
وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين" [ الأعراف : 23 ]
Nabi Ibrahim As, setelah sekian lama, akhirnya Allah karuniakan beliau
seorang anak yang sholih dan begitu berbakti kepada orang tuanya, Nabi Ismail
As. Namun Nabi Ibrahim terlalu mencintainya. Allah tak ingin, hamba-Nya yang
memegang peran besar di muka bumi ini, hatinya terlalu cinta kepada salah satu
perhiasan dunia yakni anak. Maka Allah memerintahkan nabi Ibrahim As untuk
menyembelihnya.
قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي
أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ
سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
"Hai anakku sesungguhnya
aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa
pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; in sya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang
yang sabar"(Q.S. As-Saffat: 102)
Karena Nabi Ibrahim As adalah orang pilihan, beliau taati perintah
Tuhannya walaupun dengan sangat berat hati. Karna keteguhan hatinya, Allah
memerintahkan malaikat untuk dengan cepat mengganti Nabi Ismail As dengan
seekor domba yang gemuk sebelum pisau menyentuh leher nabi Ismail As. Nabi
Ibrahim mendapatkan kembali anak sholihnya, namun kini mencintainya sewajarnya
demi mengharapkan ridha Allah.
Kisah Abdullah bin Abu Bakar dan istrinya Atikah binti Zaid. Abdullah
terlalu mencintai istrinya sehingga melalaikannya dari kewajiban-kewajibannya
sebagai seorang muslim. Maka Allah memisahkan beliau dari istrinya melalui
ayahnya, Abu Bakar As-Shiddiq, sahabat terbaik Rasulullah SAW. Ya, Allah sering
kali memberikan peringatan-Nya melalui hamba-hambanya yang sholih.
Itulah kisah beberapa Nabi dan sahabat yang Allah tinggikan derajat
mereka dengan ujian dari-Nya.
Jika kita melihat ke sekitar kita, tak sedikit hal ini terjadi pada
teman-teman kita atau bahkan diri kita sendiri. Saya memiliki seorang teman
yang memiliki sebuah smartphone. Entah bagaimana ceritanya mungkin dia
terlalaikan dengan barang ini, orang bersepeda motor mencuri smartphonenya
ketika dia sedang menggunakannya di pinggir jalan. Dia berlari sekencang
mungkin untuk mengambil haknya kembali namun apalah daya dia bukanlah manusia
super yang bisa berlari lebih kencang daripada sepeda motor.
Kemudian dia membeli lagi smartphone baru. Namun nahas, smartphone yang baru
ini bernasib sama dengan yang sebelumnya, dengan cara yang sama, orang
bersepeda motor. Betapa Allah mencintai teman saya ini hingga Dia tak ridha
ada hal yang melalaikannya. Saya bilang kepada teman saya ini sambil bercanda,
“Mungkin itu harga yang perlu ente bayar untuk najah (lulus) tahun ini”.
Jika kita bertanya-tanya apakah Allah nomor satu di hati kita atau kah
ada hal lain, kita lihat saja apa yang kita lakukan ketika kita terbangun dari
tidur di pagi buta. Jika seseorang memang menomor satukan Allah di hatinya,
bisa dipastikan yang dia lakukan adalah bangkit untuk mengambil air wudhu
kemudian shalat qiyamulail. Namun apa yang kita lakukan? Sebagian kita
mengutamakan untuk mengecek sosial media di gadgetnya, atau justru hanya
mematikan alarm lalu kembali ke alam mimpi.
Kita bersyukur jika selama ini Allah masih memberikan peringatan-Nya
kepada kita, karena itu merupakan tanda cinta-Nya pada kita. Jika kita sadar
dan bertaubat, niscaya Allah akan mengampuni dan mengembalikan apa yang telah
diambil dari kita, atau digantikan dengan yang lebih baik. Sebagaimana Nabi
Adam dan istrinya akan kembali ke surga, Nabi Ibrahim mendapatkan anaknya
kembali, Abdullah diperbolehkan untuk rujuk kepada istrinya, dan teman saya
telah mendapatkan smartphone baru lagi.
Ini merupakan nasihat bagi penulis pribadi dan untuk kawan-kawan pada
umumnya, semoga bermanfaat, dan semoga Allah senantiasa menguatkan hati kita
untuk tetap teguh dalam taat.
