Oleh : Edgar Hamas | @edgarhamas Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami ...
Oleh : Edgar Hamas | @edgarhamas
Maka apabila datang
saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami
datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu
mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti
terlaksana. (QS. Al-Isra : 5)
MuslimideOnline-Dalam suatu
kesempatan, di sebuah majelis ilmu nan diberkahi, berkisahlah Sang Guru kepada
murid-muridnya seberkas pengalaman menggugahnya selama rihlah panjang
mengarungi tanah juang bernama Gaza. Beberapa tahun lalu, beliau berkesempatan
menemani relawan Indonesia untuk menyapa warga Gaza dan menyalurkan beberapa
logistik yang mereka butuhkan.
Salah satu tujuan
regu relawan ini adalah mengantarkan logistik obat-obatan dari Indonesia untuk
Rumah Sakit di Gaza. Ketika relawan dari Indonesia mengadakan semacam acara
seremonial untuk serah terima logistik, Sang Guru ini menunggu di luar Rumah
Sakit, sesekali menengok ke dalam dan berharap para relawan lekas kembali.
Sebab saat itu baru saja perang Israel dan Hamas usai, dan beberapa helicopter Israel masih saja
mengudara di langit Gaza. Masih ada kekhawatiran yang mencekam.
Untuk memecah
kebekuan, Sang Guru menyapa Seorang Bawwab (Security) Rumah Sakit Gaza dan
mengajaknya berbincang. Bawwab tersebut berbadan kekar, namun wajahnya teduh,
janggutnya sedang –tak panjang dan tak pendek- serta rapi ditatanya. Dengan berpakaian
sederhana, beliau menjaga Rumah Sakit Gaza siang dan malam sembari memastikan
tidak ada antek dan tentara Zionis yang masuk lalu mengganggu pasien-pasien di
Rumah Sakit tersebut.
“Wahai bapak”, Sang
Guru bertanya “Apakah kalian tidak takut terhadap serangan Israel yang selalu
mendadak?, atau bom-bom yang kapan saja bisa menghancurkan rumah-rumah kalian?
Tanda tanya ini adalah ketakjuban Dunia pada kalian…”, lanjutnya.
“Adapun kami”,
jawab sang Bawwab, “samasekali tidak takut pada Zionis. Anak-anak kami telah
kami didik sejak kecil untuk mencintai negeri ini dan bersikap tegak melawan
kebiadaban mereka”, beliau menghela nafas, kemudian melanjutkan, “Seringkali
anak-anak kami bermimpi di malam hari dan mengigau ‘Ayah… Ayah… mana Zionis?
Aku ingin melawannya!’ dan itu bukan hal yang unik, anak-anak kami telah
bercita membebaskan Masjid Al-Aqsha dari penjajahan mereka”
“Bukankah Israel
begitu kuat dengan tank, pesawat, dan peralatannya yang berbahan besi baja itu?
Dengan apa kalian begitu yakin akan memenangkan peperangan?” Sang Guru bertanya
kembali.
Ternyata Sang
Penjaga Rumah Sakit menjawab dengan mengagumkan!
“Wahai saudaraku, Al-Qur’an
menyebut kata ‘besi’ di dalamnya, lalu Allah menyifatinya dengan kalimat: ‘Dan
Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat’ [QS. Al-Hadid :
25]’ Nah, Zionis Israel memang secara fisik memiliki ‘besi’ namun hati mereka
seperti rumah laba-laba yang rapuh”
Sang Guru terkagum.
Jawaban yang menakjubkan.
“Namun, perhatikan
wahai saudaraku, di Surat Al-Isra’ Allah menyifati pembebas Baitul Maqdis dari cengkraman
Yahudi dengan sifat yang sama, Subhanallah, : ‘Kami datangkan kepadamu
hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar’ [Al-Isra’ : 5] seperti
itu Allah menyifati pejuang Palestina!”
Sang Guru makin
takjub, Allahu Akbar! Bergemuruh takbir di jiwa.
“Lebih-lebih lagi,
Allah tidak sekedar menyifati para pejuang dengan satu sifat saja, Allah
melanjutkan: ‘lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan
yang pasti terlaksana’ Sungguh para pejuang kuat seperti besi, pula mereka
mempunyai kuasa untuk bergerilya merajai semak dan padang di kampung-kampung”
Sang Guru tertegun.
Jawaban seindah itu muncul dari lisan Sang penjaga Rumah Sakit nan sederhana.
Jika dia saja memahami kaidah perjuangan dan rahasia-rahasia Al-Qur’an,
bagaimana dengan para pemimpin Gaza? Jadi teringat satu pesan Mahasiswa
Universitas Gaza ketika ia diwawancarai pasca hancurnya kampus mereka, dengan
senyum ia menjawab, “Dengan ilmu dan amal, kami akan membangun Gaza menjadi
sedia kala”.
