Oleh : Hanif Ibadurrohman |@hanifibad Muslimide Online - Kepada siapa kalian memanggil wahai jasad yang dikasihani, atas tanah air...
Oleh : Hanif Ibadurrohman |@hanifibad
MuslimideOnline- Kepada siapa kalian memanggil
wahai jasad yang dikasihani, atas tanah airmu, anak-anakmu atau matinya suara
hatimu? Hakikatnya,
kita tidak mengetahui apakah anak kecil yang mengangkat tangan itu bermaksud
berdoa ke langit atau sekadar mengeluh?
Dari gambar yang kita lihat
terdapat jasad anak-anak Suriah yang telah wafat, yang pada saat ini telah
mengguncang berjuta-juta orang, dan menggetarkan beberapa saluran informasi
sosial yang hanya EMC yang telah dirilis pada jaringan Facebook.
Anak-anak di Khan Shaikhun, Suriah, tidak berpakaian
(seperti di gambar) tewas tercekik akibat serangan pasukan artileri keamanan Suriah
dengan gas beracun. Musibah ini juga dialami puluhan anak-anak lainnya.
Sebenarnya, jika melihat timeline kekejaman Assad, kejadian ini telah terjadi
pada tahun 2011, hanya saja yang membedakan kini adalah korbannya, sekarang
anak-anak.
Jikalau dilihat dari kejauhan, kita pasti akan mengira dia seakan masih hidup,
dalam pandangannya terdapat kehidupan yang seakan mengeabarkan pada kita
bahwa dia terkejut dan berdebar-debar. Namun jika dilihat dari dekat, kita akan temukan sebaliknya; bahwa yang terjadi
sebenarnya adalah jasad tanpa nyawa, ruhnya telah meninggalkan jasadnya,
meninggalkan
rasa sakit yang diderita ribuan anak-anak disana.
Terlihat anak terduduk diatas truk
bersebelahan dengan jasad anak-anak disampingnya, kedua matanya memandang ke
atas dan mengangkat tangannya dengan cara yang tidak biasanya.
Gambar yang telah pula
mengungkapkan beribu-ribu kalimat, mengisyaratkan dua isyarat yang berbeda,
tangan kanannya seakan berdoa, adapun tangan kirinya mengingkari apa yang
terjadi seraya mengatakan “Kenapa mereka lakukan ini pada kami?”
Secara ringkasnya adalah
kejadian ini merupakan rasa sakit yang diderita oleh ribuan anak-anak Suriah,
apa yang menjadi peringatan untuk generasi muda mendatang bisa merubah. Dan saat ini masih bertanya-tanya, apakah anak kecil itu berdoa supaya
terselamatkan dari cekikan, atau berdoa supaya syahid lebih cepat dan berpindah
ke alam akhirat yang damai, atau juga mendoakan seorang pemimpin dzolim yang haus darah? Jawabannya
“tersimpan” dalam perjalanannya bersama ruh suci yang kecil kepada pangkuan Rabb-nya. (diterjemahkan dari Edlib Media Center)
