Oleh : Miqdad Robbani | @robbani_miqdad Muslimide Online - Situasi kemanusiaan di pinggiran ibukota Suriah, Damaskus, memburuk. ...
Oleh : Miqdad Robbani | @robbani_miqdad
MuslimideOnline- Situasi kemanusiaan di pinggiran ibukota Suriah, Damaskus,
memburuk. Pasukan pemerintah terus mengepung kubu oposisi di Ghouta Timur.
Daerah pinggiran Damaskus telah berulang kali ditargetkan oleh pasukan
pemerintah, dan warga sekarang takut, mereka terpaksa pergi. sumber di wilayah
tersebut mengatakan,"Hidup telah berubah menjadi tragedi di sini. Harga
naik, satu kilogram gula telah berlipat ganda dalam beberapa hari
terakhir."
Abu Ibrahim, penduduk Douma di bagian utara Ghouta
mengatakan."Ini adalah masa-masa sulit bagi kami, oposisi kehilangan tanah
dan pengepungan semakin memburuk dan warga sipil tak mampu membayar biaya
hidup."
Bukan hanya harga makanan yang telah terpengaruh. Tenaga
medis mengatakan situasi kesehatan di daerah sangat genting."Blokade
pemerintah harus segera dicabut dan obat harus diizinkan masuk ke daerah yang
terkepung. Harga obat harus diatur agar kami dapat mempertahankan standar
harga," Bayan Al Shami, seorang apoteker, mengatakan.
Ghouta Timur, yang sebagian dikepung oleh pemerintah Suriah
sejak 2013, diperkirakan memiliki populasi 400.000, menurut pantauan media.
Pada tahun 2013, pemerintah Suriah melarang warga sipil
untuk masuk atau keluar dari daerah blokade, yang diizinkan hanya beberapa
pengiriman makanan.
Ghouta telah lama menjadi
kubu kelompok pemberontak. termasuk Jaish al-Islam, al-Rahman Corps dan Komite
Pembebasan Levant yang terkait al-Qaida (Hay'et Tahrir al-Sham) sejak
dimulainya konflik enam tahun tersebut. Monitor Siege Watch yang berpusat di
Belanda mengatakan setidaknya 913.575 warga sipil tinggal di daerah yang
diblokade di Suriah, sementara 1,3 juta orang tinggal di daerah lain di Suria
yang berada dalam ancaman pengepungan penuh.
