Archive Pages Design$type=blogging

Analisa
Berita

Benarkah Anda Seorang Muslim Introvert?

Muslimide Online - Oleh:Widhy Ridho Cukupkah bagi kita pulang-pergi ke masjid setiap hari untuk membeli surga Allah? Jikalau lelah k...

MuslimideOnline- Oleh:Widhy Ridho

Cukupkah bagi kita pulang-pergi ke masjid setiap hari untuk membeli surga Allah? Jikalau lelah kita hanya untuk ini, sungguh bahagia dan nikmatnya hidup ini. Hanya diwajibkan menjadi orang sholih, tak usah bersusah-susah menjadi orang muslih dengan berkoar-koar di mimbar masjid, mengisi ceramah ke sana ke mari, meringankan saudaranya yang sedang diuji. Lantas, benarkah cara hidup seorang muslim yang seperti ini?

“Surga terlalu luas tuk ditinggali sendiri.” Kalimat yang selalu terpatri di hati para dai. Senantiasa berusaha mengajak manusia ke dalam jalan yang diridhoi. Mengorbankan harta, waktu dan tenaga agar kalimat-kalimat risalah ini terdengar oleh seluruh telinga. Sayang tak semua yang ia usahakan terjawab sesuai yang ia harapkan. Banyak diantara para kaumnya yang dianugerahi hati, tapi mereka tidak menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah, mereka mempunyai mata tapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaanNya, dan mereka memiliki telinga tapi tidak digunakan untuk mendengar kalimat-kalimat Rabb-nya.

Maka hanya hamba-hamba pilihanNya lah yang pantas menerima tugas yang mulia, serta menanggung masyaqqoh yang amat berat atas sulitnya medan. Mereka lah yang telah memulai dakwahnya kepada orang-orang yang terdekat atau keluarga, sehingga sampailah mereka kepada medan yang terakhir, yaitu khalayak umum atau masyarakat. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh baginda Nabi Muhammad SAW di dalam permulaan penyampaian risalahnya. 

Allah Ta’ala telah mengabadikan dalam firmanNya: “Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diadzab (213) Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (214) dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (215)” (QS. Asy-Syu’ara : 213-215)

Banyak didapati di antara kita, mereka yang belum selesai atas dirinya sendiri. Terkungkung oleh dosa yang terus berlanjut, atau mereka yang merasa masih terikat dengan keterpurukannya yang tak kunjung usai, sehingga ia tertutupi olehnya dari kehidupan sosial. Bahkan membenarkan semua perbuatannya sebagai jalan untuk lupa dari dosa masa lalunya. Terbentuklah apatisme sosial di dalam dirinya dengan memenangkan kesholihan pribadinya.

Tak akan sampai angannya jika dihadapkan dengan krisis multidimensional yang sedang dihadapi oleh ummat islam saat ini. Alih-alih membuka mata hati serta jendela dunia, ia hanya duduk terdiam merenungi nasibnya. Sebutan “sufi” selalu ia sematkan kepada dirinya serta perbuatannya. Padahal ia tak tahu dan tak pernah sama sekali belajar mengenai apa yang ia namakan sebagai sufi itu sendiri.

Mungkin ia hanya sakit secara psikologis. Tak ingin melibatkan dirinya ke dalam rimba perjuangan membela agama. Mungkin ia terjangkiti virus introvert. Sebuah istilah yang sering digunakan para psikolog untuk mengklasifikasi kecenderungan pribadi manusia terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya. Adalah ciri kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Ia lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Nyaman dengan keadaan menyendiri di dalam ruangan yang sepi. Berbeda dengan yang mereka sebut sebagai extrovert. Kepribadian ini lebih bersahabat dan supel terhadap lingkungan.

Penyakit anti sosial inilah yang telah menjangkiti sebagian besar ummat islam masa kini. Rasa apatisme tinggi yang menghadang kepedulian terhadap saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia kian marak terjadi. Bahkan tak jarang mereka hanya terpaku dengan permasalahan ikhtilafiyat yang memang sudah ada berabad-abad lalu. Membuntutpanjangkan permasalahan itu sehingga buta terhadap kondisi saudaranya yang pilu. Atau mencaril jalan aman atas ujian yang sedang menimpa ini, berupa fitnah akhir zaman yang memang telah kita sadari. Dengan diam, menerima apa adanya. Menyerah sebelum berusaha. Memilih menjadi muslim yang mentolelir kedzoliman yang terjadi daripada bergabung menyuarakan harokah yang nanti oleh media sekuler akan dicap sebagai “irhabi”. Tak sadar, bahwa virus islamphobia yang tadinya ditujukan terhadap warga dunia yang non-muslim juga masuk ke rumah-rumah masyarakat muslim.

Mungkin kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri mengenai loyalitas kita terhadap agama ini. Seperti yang telah dijelaskan oleh Dr. Fathi Yakan dalam bukunya yang berjudul “Mȃdzȃ Ya’nÈ‹ Intimȃ’È‹ Lil Islȃm”, bahwa loyalitas kepada Islam bukanlah loyalitas karena warisan, juga bukan karena identitas. Sebagaimana ia tak sekedar loyal terhadap cassing luarnya saja.

Namun itu merupakan loyalitas kepada Islam, komitmen terhadapnya serta senantiasa menaruh keberpihakannya terhadap agama ini di setiap sendi-sendi kehidupan. Untuk itu, seorang  muslim haruslah memegang teguh sifat-sifat yang wajib tersedia dalam dirinya agar menjadi sebenar-benarnya muslim. “… Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali agama Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al-Hajj : 78)

Berkomitmen terhadap syahadatain bukan sekedar berhenti kepada urusan akidah dan ibadah saja. Akan tetapi dalam mencerminkan kepribadiannya (akhlaknya), juga merupakan salah satu sifat yang ia perlihatkan sebagai bentuk iltizam. Lalu di dalam kehidupannya, ia menjadi muslim di keluarga dan masyarakatnya. Tidaklah cukup hanya mengandalkan kesholihan pribadi tanpa perhatian terhadap lingkungannya. Kesalehan ritual mestinya membawa pada kesalehan sosial, itulah kemuliaan Islam. tapi jika ia berhenti pada kesalehan ritual saja, kemuliaan itu bisa tertutupi.

Islam yang menanamkan kesan serta pengajaran di dalam diri manusia adalah senantiasa memberi rasa peduli terhadap sesama, menyeru kepada kebaikan dan saling menasehati, serta memiliki ghirroh terhadap kondisi yang dialami saudaranya seiman. Juga perhatiannya terhadap krisis yang melanda kaum muslimin internasional. Seperti kondisi rakyat Palestina yang hingga kini masih dalam cengkraman Zionis Israel, rakyat Suriah yang juga masih hadapi brutalnya rezim diktator, Irak yang diambang perpecahan serius, minoritas muslim Myanmar yang belum lepas dari tindakan rasis yang dilakukan oleh kelompok mayoritas di negeri tersebut, serta tudingan terorisme dengan menjadikan ISIS sebagai iconnya yang sering menyasar atau tepatnya dijadikan tameng untuk menghadang atau bahkan memberangus setiap upaya perjuangan umat Islam yang sah dan legal untuk mendapatkan hak-haknya.

Jika sekiranya, masih terbesit dalam pikirannya untuk vakum terhadap pemberitaan-pemberitaan yang ada sehingga ia dapat memberi perhatian lebih terhadap dirinya sendiri atau setidaknnya ia masih membenarkan pendapat di atas, lantas kita tanyakan padanya, ”Benarkah anda seorang muslim introvert?”

COMMENTS

BLOGGER: 4
Loading...
Name

14 Agustus 25 Januari 30June Abu Treka Afrika Tengah Afsel AKP Aktivis Al Azhar Al Quds Al-Aqsha al-Azhar Alaa Alam Islami Aljazeera Amerika Amnesty Analisa aqidah Ariel Sharon Artikel AS Asad Banjir Baradei Bashar Asad Bayan Bendungan Bentrokan Berita Bom Cara Catatan Darurat Daud Oglu Deal of Century Delga Demonstran Demonstrasi Dokumen Dr. Uwais Duka Dunia Islam Editorial El Baradei El-Sisi Emir Qatar Erdagon Erdogan Fatah Fikrah Filsafat FSA Fulul Fundamental Gaza Gaza Under Attack Ghazwul Fikr Ghouta Gugatan Gulen Haji Hamas Headline Hijriah history Human Rights Watch Ibnu Khaldun IHH Ikhwan inspirasi Internasional Investigasi Irak Iran Iraq ISIS Islam Islamis Israel Istanbul Ittihadiyah Jared Kushner Jaulah Jausy al Islam Jenewa Jilbab Jum'at Furqan Kajian Kandi Kardasyah Kata-kata Kawasan Keamanan Kebiadaban Kebijakan kemanusiaan Kemenangan Kenangan Kerjasama Kesaksian Ki-Moon Klaim Koalisi Nasional Mesir Koalisi Suriah Kolom Konferensi Bahrain Konflik Kontemplasi Krisis KSA Kudeta Kudeta Mesir Kultwit kunjungan lapu lapu Lawan Kudeta Lebanon Lebaran Legitimasi Mahasiswa Mahkamah Internasional Malaysia Maroko Masisir Masjid Media Mempersiapkan Anak Sekolah Meninggal Mesir Metro Militer Mir'ah Misi Kemanusiaan Mubarak Mursi Mursyid 'Amm Muslim Sri Lanka Muslim Suriah Naquib Al-Attas Nasihat Natal News Niswah nusantara Olahrga Opini Ormas Islam Otoritas Otoritas Palestina pahlawan Palestina Panen Raya Parade Militer Pariwisata Pasca Pembantaian PBB Pemadaman Listrik Pembakaran Masjid Pembangkangan Pembantaian PembantaianRab'ah Pembubaran Pembubaran Massa Pembubaran Partai Pemerintahan pemikiran Pemilu pemuda Pemutusan Diplomatik Penangkapan Pendidikan Anak Pendudukan Zionis Pengadilan Pengepungan Penguasa Pengungsi Penjajah Penjara Penjualan Penyerangan Jamaah Perang Percaya Diri Perlawanan Pernyataan Perundingan Pilihan politik Prahara Kudeta Prancis Profesor Propaganda Kudeta Provokasi Proyek Qur'anuna Rabea Rabia Rafah Raja Muhammad Bin Salman Ramadan realitas Refleksi Remaja renungan Revolusi Rezim Rezim Suriah Rohingya RS. Midany Rusia Salahuddin Saudi Sejarah Sejarah Mesir Sejarah Palestina Modern Serangan Serangan Israel Serangkaian Bom Sikap Sinai sirah Slider Solidaritas Somalia Sri Lanka Sunnaturasulina Suriah Survey Syabab Syatir Syiria tadabbur tafakkur Tahun Ajaran Baru Tahun baru hijriah 1438 talmud Taman Kanak-kanak Tamarrid Tanah Air Tanah Palestina Taujih taurat Tausiyah Timteng Tokoh Tokoh Muslim Trik trump Tsaqafah Tulisan Hamka Tunisia Turki Ukhuwah ulama Ulasan Umrah US Usbu' Rahil Ust. Zulfi Akmal Ust.Irsyad Syafar Wacana Wanita Wawancara Wawasan Yahudi Yarmuk Yaser Arafat Yordania Zionis
false
ltr
item
MUSLIMIDE ONLINE: Benarkah Anda Seorang Muslim Introvert?
Benarkah Anda Seorang Muslim Introvert?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSdOThF7dSWR7Q8NUIq_ALBhFX4LaszBmQmOeKHWMgReZVolAm7nCw1UT5wuXsWkOmXGDD0tHx4BqJ_5zDr__PQkIrSfgdk1ZV4CqYoJLqw7JCqf-dzqZVAI-q6JcBRMtKI5nRJgkWRzg/s320/1.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSdOThF7dSWR7Q8NUIq_ALBhFX4LaszBmQmOeKHWMgReZVolAm7nCw1UT5wuXsWkOmXGDD0tHx4BqJ_5zDr__PQkIrSfgdk1ZV4CqYoJLqw7JCqf-dzqZVAI-q6JcBRMtKI5nRJgkWRzg/s72-c/1.jpg
MUSLIMIDE ONLINE
http://muslimide.blogspot.com/2017/06/benarkah-anda-seorang-muslim-introvert.html
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/2017/06/benarkah-anda-seorang-muslim-introvert.html
true
865542636231413322
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago