Muslimide Online - Sebuah konvoi yang diorganisir oleh PBB membawa makanan dan obat-obatan memasuki daerah pinggiran kota Damaskus pada...
MuslimideOnline- Sebuah konvoi yang diorganisir oleh PBB membawa makanan dan obat-obatan memasuki daerah pinggiran kota Damaskus pada hari Senin (5/3). Namun pihak berwenang Suriah memblokir pengiriman sebagian pasokan kesehatan, termasuk diantaranya alat bedah serta insulin.
Pengiriman tersebut merupakan yang pertama memasuki Ghouta Timur sejak Rusia menetapkan apa yang disebutnya sebagai "humanitarian pauses” (jeda kemanusiaan) pada pertempuran seminggu yang lalu. Ini juga merupakan pertama kalinya dalam beberapa minggu ada bantuan yang diizinkan masuk di tengah pengepungan yang telah menewaskan ratusan orang dalam satu bulan terakhir.
Kantor kemanusiaan PBB mengatakan konvoi 46 truk pasokan kesehatan dan gizi beserta dengan makanan untuk 27.500 orang telah memasuki Douma, kota terbesar di Ghouta timur, sekitar tengah hari. Namun pemerintah Suriah tidak mengizinkan 70 persen pasokan kesehatan untuk dimuat dan tidak mengizinkan untuk diganti dengan barang lain.
Marwa Awad, juru bicara Program Pangan Dunia (WFP) di Damaskus yang mendampingi konvoi tersebut, juga mengatakan bahwa banyak persediaan kesehatan tidak boleh dimuat.
"Akibatnya, tiga dari 46 truk yang dikirim ke Duma hari ini hampir kosong," katanya kepada The Associated Press. "Kami berharap bisa membawa mereka ke dalam konvoi berikutnya pada hari Kamis."
Ghouta Timur, yang ditinggali sekitar 400.000 orang, berada di bawah pengepungan dan pemboman harian selama berbulan-bulan. Lebih dari 700 warga sipil terbunuh dalam dua minggu terakhir ini.
Redaktur: Mush'ab Syaifullah
Sumber: APNews