Muslimide Online - Israel telah menahan lebih dari 15.000 wanita Palestina sejak awal pendudukan Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem p...
MuslimideOnline- Israel telah menahan lebih dari 15.000 wanita Palestina sejak awal pendudukan Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem pada tahun 1967, menurut sebuah statistik resmi yang dirilis Rabu (7/3/18) kemarin.
Sebuah laporan yang disusun oleh Abdel Nasser Ferwaneh, anggota Komite Penanggulangan Narapidana dan Tahanan Freud, mengungkap meningkatnya serangan terhadap wanita Palestina oleh Israel selama beberapa tahun terakhir. Israel telah menahan 445 wanita Palestina sejak dimulainya Intifadah Yerusalem pada bulan Oktober 2015.
Puluhan wanita ditembak dan dilukai oleh pasukan penjajah Israel sebelum ditangkap, seperti yang terjadi pada Fatemeh Taqatqa (15) bulan Maret tahun lalu hingga meninggal dalam tahanan.
"Biasanya wanita ditangkap dari rumah mereka di malam hari," jelas Ferwaneh, "dan mereka dipukuli, mengalami perlakuan kasar dan didera penyiksaan fisik dan psikologis saat ditangkap."
Ferwaneh mencatat, wanita Palestina terakhir yang ditangkap oleh tentara penjajah Israel adalah Fatemeh Jarrar (20), ditangkap di kota Jenin, Tepi Barat. Dia adalah seorang pelajar di Universitas Terbuka Al-Quds.
Pejabat PLO meminta semua organisasi hak asasi manusia lokal, regional dan internasional untuk memberikan tekanan pada pendudukan Israel untuk membebaskan wanita Palestina tersebut, dan juga untuk mendanai proyek pendukung untuk memberdayakan mereka setelah dibebaskan.
Saat ini, ada 63 perempuan Palestina dan anak perempuan ditahan di penjara Israel, termasuk delapan lulusan universitas, 10 anak di bawah umur, 20 ibu hamil dan tiga orang yang berada di bawah penahanan administratif tanpa tuduhan atau pengadilan.
Redaktur: Salman Arif
Sumber: Memo
