Muslimide Online - Kamis (29/11) . Lembaga Kesehatan Medecins Sans Frontieres (MSF) menyeru agar Israel mengizinkan warga Palestina yang...
MuslimideOnline- Kamis (29/11). Lembaga Kesehatan Medecins Sans Frontieres (MSF) menyeru agar Israel mengizinkan warga Palestina yang terluka akibat tembakan langsung Israel dari Jalur Gaza untuk mendapat perawatan medis segera. MSF juga meminta agar pemerintah memberikan fasilitas medis bagi mereka yang terluka.
MSF menyatakan sekitar 1.000 warga Palestina ditembak oleh pasukan Israel selama berbulan-bulan belakangan. Bentrokan perbatasan ini meninggalkan luka infeksi bagi warga Palestina yang berujung kelumpuhan permanen bagi penderita. "Ini adalah situasi slow-motion healthcare emergency.", Kata MSF.
Sekitar 6.000 warga Palestina telah menjadi sasaran tembak oleh pasukan Israel selama demonstrasi kerusuhan di sepanjang perbatasan Gaza sejak Maret, menurut kementerian kesehatan di Gaza.
MSF (Medecins Sans Frontieres), yang telah memberikan perawatan bagi ribuan warga Palestina sejak protes dimulai, mengatakan sistem perawatan kesehatan di Gaza sudah kewalahan dengan jumlah pasien. Kasus para korban pun amat ruit sehingga mempersulit proses perawatan korban.
Sebagian besar dari mereka yang terluka oleh tembakan api tertembak di bagian kaki. Luka itu sering mengakibatkan fraktur terbuka dan rentan terjangkit infeksi, kata MSF.
Sekitar 1.000 pasien memiliki infeksi yang dapat menyebabkan amputasi, bahkan kematian.
"Pasien sebanyak ini akan melebihi kapasitas sistem kesehatan terbaik manapun di dunia. Di Gaza, itu adalah sebuah pukulan telak," Marie-Elisabeth Ingres, kepala MSF untuk wilayah Palestina, mengatakan dalam pernyataannya.
Banyak LSM yang menyerukan kepada Israel agar mengizinkan para korban yang terluka keluar dari area blokade guna mendapat perawatan yang diperlukan bagi yang membutuhkan. Pemerintah juga harus memberikan perawatan medis untuk korban yang terluka.
Israel memberlakukan blokade ketat di jalur Gaza yang dikatakannya perlu untuk mengisolasi faksi Hamas yang menguasai jalur itu, dan menjaga kelompok itu dari memperoleh senjata atau material yang dapat digunakan untuk melawan Israel.
Aksi Protes di Perbatasan ini telah didukung oleh Hamas, dimana Israel telah berperang atas aksi ini sebanyak tiga kali sejak 2008.
Para pemrotes menyerukan agar para pengungsi Palestina dapat kembali ke bekas rumah mereka yang saat ini berada di wilayah Israel.
Israel mengatakan Hamas telah berusaha menggunakan peserta aksi protes sebagai perlindungan untuk melakukan infiltrasi dan serangan terhadap Israel. Mereka juga mengatakan bahwa tindakan blokade ini diperlukan untuk mempertahankan perbatasan Israel.
Setidaknya 235 warga Palestina di Gaza telah tewas sejak 30 Maret. Sebagian besar mereka tewas oleh tembakan Israel selama bentrokan aksi protes di perbatasan. Banyakkorban tewas atas serangan udara dan tank milik Israel.
Dua tentara Israel juga tewas dalam periode yang sama. Satu oleh sniper Palestina dan satu lagi selama operasi pasukan khusus Israel di Jalur Gaza.
Redaktur: Muhammad Faishal Abdurrahman
Source: AFP
https://www.trtworld.com/middle-east/hundreds-of-injured-gazans-at-risk-of-infection-22050
MSF menyatakan sekitar 1.000 warga Palestina ditembak oleh pasukan Israel selama berbulan-bulan belakangan. Bentrokan perbatasan ini meninggalkan luka infeksi bagi warga Palestina yang berujung kelumpuhan permanen bagi penderita. "Ini adalah situasi slow-motion healthcare emergency.", Kata MSF.
Sekitar 6.000 warga Palestina telah menjadi sasaran tembak oleh pasukan Israel selama demonstrasi kerusuhan di sepanjang perbatasan Gaza sejak Maret, menurut kementerian kesehatan di Gaza.
MSF (Medecins Sans Frontieres), yang telah memberikan perawatan bagi ribuan warga Palestina sejak protes dimulai, mengatakan sistem perawatan kesehatan di Gaza sudah kewalahan dengan jumlah pasien. Kasus para korban pun amat ruit sehingga mempersulit proses perawatan korban.
Sebagian besar dari mereka yang terluka oleh tembakan api tertembak di bagian kaki. Luka itu sering mengakibatkan fraktur terbuka dan rentan terjangkit infeksi, kata MSF.
Sekitar 1.000 pasien memiliki infeksi yang dapat menyebabkan amputasi, bahkan kematian.
"Pasien sebanyak ini akan melebihi kapasitas sistem kesehatan terbaik manapun di dunia. Di Gaza, itu adalah sebuah pukulan telak," Marie-Elisabeth Ingres, kepala MSF untuk wilayah Palestina, mengatakan dalam pernyataannya.
Banyak LSM yang menyerukan kepada Israel agar mengizinkan para korban yang terluka keluar dari area blokade guna mendapat perawatan yang diperlukan bagi yang membutuhkan. Pemerintah juga harus memberikan perawatan medis untuk korban yang terluka.
Israel memberlakukan blokade ketat di jalur Gaza yang dikatakannya perlu untuk mengisolasi faksi Hamas yang menguasai jalur itu, dan menjaga kelompok itu dari memperoleh senjata atau material yang dapat digunakan untuk melawan Israel.
Aksi Protes di Perbatasan ini telah didukung oleh Hamas, dimana Israel telah berperang atas aksi ini sebanyak tiga kali sejak 2008.
Para pemrotes menyerukan agar para pengungsi Palestina dapat kembali ke bekas rumah mereka yang saat ini berada di wilayah Israel.
Israel mengatakan Hamas telah berusaha menggunakan peserta aksi protes sebagai perlindungan untuk melakukan infiltrasi dan serangan terhadap Israel. Mereka juga mengatakan bahwa tindakan blokade ini diperlukan untuk mempertahankan perbatasan Israel.
Setidaknya 235 warga Palestina di Gaza telah tewas sejak 30 Maret. Sebagian besar mereka tewas oleh tembakan Israel selama bentrokan aksi protes di perbatasan. Banyakkorban tewas atas serangan udara dan tank milik Israel.
Dua tentara Israel juga tewas dalam periode yang sama. Satu oleh sniper Palestina dan satu lagi selama operasi pasukan khusus Israel di Jalur Gaza.
Redaktur: Muhammad Faishal Abdurrahman
Source: AFP
https://www.trtworld.com/middle-east/hundreds-of-injured-gazans-at-risk-of-infection-22050