Archive Pages Design$type=blogging

Analisa
Berita

Penguasa Kata-kata

Oleh: Faris Ibrahim | @faaris.ibrahim Muslimide Online - Seorang buruh dari Jerman dapat kesempatan mengadu nasib di Siberia (baca: P...



Oleh: Faris Ibrahim | @faaris.ibrahim

MuslimideOnline-Seorang buruh dari Jerman dapat kesempatan mengadu nasib di Siberia (baca: Pertempuran Moskwa). Ia khawatir surat-surat yang dikirimkannnya kepada teman-temannya disadap oleh pemerintah setempat. Mengetahui hal itu, akhirnya ia coba terka jalan keluarnya dengan berusaha mengakalinya.
Berkumpul di suatu tempat, si buruh dan teman-temannya akhirnya bersepakat untuk menyusun suatu siasat. "Ayo kita buat sebuah kode!”, usul si buruh, “Kalau surat yang kalian terima saya tulis dengan tinta berwarna biru, tandanya suratnya benar. Kalau tintanya merah, tandanya suratnya palsu."
Arkian, teman- temannya akhirnya menerima surat yang ditulisnya untuk pertama kali. Kebetulan surat yang ditulisnya itu tintanya berwarna biru, bunyinya: "Segalanya menyenangkan di sini; toko-tokonya lengkap, kulinernya aneka cita rasa, apartemennya luas dilengkapi penghangat, wanita- wanitanya jelita. Semuanya bagus. Namun sayang, satu yang saya tidak temukan di sini: tinta merah. "[i]
Lelucon ini sejatinya Slavoj Žižek tulis untuk menggambar kondisi dunia yang dikuasai oleh sistem kapitalis. Utamanya untuk menyentil sejawatnya yang sosialis untuk bangkit melawan. Dunia memang sedang tidak baik- baik saja di bawah tatanan kapitalisme. Namun karena ‘tinta merah’ memang sengaja dibuat tidak tersedia, aib-aib kapitalisme menguap begitu saja, lenyap.
Aib-aib itu kedap tersiar di media. Kapitalisme mengatur cara manusia berkata- kata. Penulis- penulis kritis tanpa sadar dituntun untuk menjabarkan sisi-sisi yang mesti dituliskan dengan ‘tinta biru’ saja. Akhirnya manusia dininabobokan oleh rasa merdeka yang palsu. Manusia merasa bebas memang karena tak kuasa menemukan kata-kata untuk mengungkapkan ketidakbebasannya.
Semua yang berkuasa memang belum berasa digdaya kalau belum menguasai kata-kata. Apalah artinya pemenang perang kalau sekadar mengeruk kekayaan alam lalu pulang. Penjajah harus mengucap salam perpisahan yang membekas di hati para korban. Memang tidaklah lazim, namun begitulah penjahat selalu meninggalkan jejak sepertimana digubah di cerita-cerita misteri.
Jejak yang sengaja dicetak itu boleh jadi adalah kata-kata yang dimuarakan di pita suara. Penjajah memang senantiasa berusaha sekuat tenaga menata katanya agar selaras dengan kata korbannya. Sepertimana lagu Happy Birthday to You yang dinyanyikan oleh masyarakat dunia beragam bahasa dengan nada yang sama. Begitulah siasat pemenang perang menata kata-kata di dunia.  
Masyarakat yang menyaru lagu Happy Birthday to You pasti pernah (atau bahkan masih)  melewati masa-masa kelam bersama Paman Sam. Di setiap perhelatan ulang tahun manusia di seluruh dunia selalu ada Paman Sam yang bertepuk tangan di kursi paling belakang. Hebatnya amatlah jarang dari mereka yang menyadari betul hal itu, bahwa di setiap ulang tahun yang mereka helatkan selalu ada jejak kata milik Amerika.
Para pemenang perang adalah konduktor di orkestra kata-kata masyarakat dunia. Mereka memandu paduan suaranya untuk melengkingkan kata-kata yang bernada hina. Gambaran itu mengemuka dengan jelas sebagaimana digubah oleh Pramoedya Ananta Toer di Bumi Manusia-nya; ketika Tirto Adhi Soerjo dilecehkan dengan sematan Minke yang merupakan plesetan dari satu jenis binatang.
Penjajah memang terbiasa menyemai kata hina. Saat Mālik bin Nabī bersambang ke sebuah taman di Shanghai, tergantung sebuah papan di gerbangnya yang bertuliskan, “Tidak boleh masuk ke taman ini: anjing-anjing dan orang-orang Cina”.[ii] Pemerintah Cina sengaja membiarkan papan itu menggelantung begitu saja sebagaimana mestinyasebagai saksi bisu betapa buruknya tutur kata para penjajah yang menyamaratakan anjing dengan bangsanya.   
Kata memang punya kuasa, oleh sebab itu penjajah berusaha mengotak-atik kata jajahannya. Tujuannya seperti yang Žižek sampaikan; agar jajahan kehilangan ‘tinta merah’ untuk menggelorakan pemberontakannya. Kata-kata mereka jadi tidak punya makna di dunia nyata. Kata Malik bin Nabi, “Setiap kata yang tidak mengandung embrio vitalitas tertentu hanyalah omong kosong yang terkubur di suatu kuburan bernama kamus.”[iii]
Kata-kata manusia merdeka akhirnya kehilangan kekuatannya. Kata-kata mereka tidaklah menggerakkan trinitas sosial yang jadi mesin setiap peradaban. Trinitas itu adalah: manusia (man), pikiran (idea), dan materi (thing).[iv] Ketika imam bilang, “Lurus dan rapatkan shaf-nya!” bapak-bapak patuh bergerak penuh kesadaran. Sayangnya kesadaran itu tidaklah tercelup ke dalam posisi mobil-mobil mereka di luar masjid‒yang semrawut tidak karuan menghambat jalan.    
Di zaman di mana kata- kata dikuasai oleh pemenang perang, sudah selayaknya setiap persona di dunia bersandar pada kata-kata yang disucikannya. Kata-kata pemenang perang penuh kepalsuan. kata-kata suci adalah satu-satunya yang luhur abadi menjamin kebebasan. Maka dari itu persona- persona Islam harus berpulang pada Kalimatullāhi hiyal ‘Ulyā[v]. Dengan kata-kata itu lah jaminan kebebasan mereka bisa ternyatakan.
Alih-alih harus mengislamkan manusia, hari ini persona Islam juga dituahkan untuk mengislamkan kata-kata. Semangat itulah yang digelorakan Syed Naquib al-Attas; menceritakan dakwah Islam di masa-masa permulaannya. Islamisasi bahasa adalah keniscayaan yang mesti terulang di masa kini, kata al- Attas:
“Bahasa pertama yang mengalami Islamisasi adalah bahasa Arab itu sendiri. Di mana bahasa Arab setelah turunnya al-Qur’an menjadi bahasa Arab “baru” dan tersempurnakan, yang memuat konsep-konsep dasar Islam, yang tidak berubah dan dipengaruhi perubahan sosial.[vi]
Kata adalah dutanya pemikiran. Para penjajah mewariskan kata pada jajahan agar pemikirannya tetap tinggal walaupun tank-tank mereka telah angkat kaki pergi. Maka dari itu, warisan kata yang mereka tinggalkan haruslah disucikan. Hanya dengan cara itulah persona-persona Islam dapat menggariskan “tinta-tinta merahnya” untuk dapat bangkit melawan ketidakadilan yang ditelurkan oleh mereka para penguasa kata-kata.
Sampai tiba waktunya kata-kata Islam kembali berkuasa, saat itulah pemenang perang akan menyadari usahanya ternyata sia-sia. Kata-kata yang mereka paksakan lekat di pita-pita suara pemuda yang berpandangan alam Islam (worldview of Islam) hanya akan membentur kehampaan. Semua kata-kata manusia yang beredar di muka bumi pada akhirnya hanyalah nisbi. Semesta kata manusia akan berbondong-bondong tunduk pada kata-kata suci yang dijanjikan menang.
“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.” (Al- Shaf: 9).
Allahu a’lam.

*Referensi:

[i] Slavoj Žižek: Žižek’ Jokes: (did you hear the one about Hegel and Negotion).
[ii] Mālik bin Nabī: Dawr Muslim wa Risālatuh, 14.
[iii] Mālik bin Nabī: Musyikilāt al-Tsaqāfah, 153.
[iv] Ibid
[v] At-Taubah: 40.
[vi] Syed Naquib al-Attās: Islam dan Sekularisme, 56.

COMMENTS

Name

14 Agustus 25 Januari 30June Abu Treka Afrika Tengah Afsel AKP Aktivis Al Azhar Al Quds Al-Aqsha al-Azhar Alaa Alam Islami Aljazeera Amerika Amnesty Analisa aqidah Ariel Sharon Artikel AS Asad Banjir Baradei Bashar Asad Bayan Bendungan Bentrokan Berita Bom Cara Catatan Darurat Daud Oglu Deal of Century Delga Demonstran Demonstrasi Dokumen Dr. Uwais Duka Dunia Islam Editorial El Baradei El-Sisi Emir Qatar Erdagon Erdogan Fatah Fikrah Filsafat FSA Fulul Fundamental Gaza Gaza Under Attack Ghazwul Fikr Ghouta Gugatan Gulen Haji Hamas Headline Hijriah history Human Rights Watch Ibnu Khaldun IHH Ikhwan inspirasi Internasional Investigasi Irak Iran Iraq ISIS Islam Islamis Israel Istanbul Ittihadiyah Jared Kushner Jaulah Jausy al Islam Jenewa Jilbab Jum'at Furqan Kajian Kandi Kardasyah Kata-kata Kawasan Keamanan Kebiadaban Kebijakan kemanusiaan Kemenangan Kenangan Kerjasama Kesaksian Ki-Moon Klaim Koalisi Nasional Mesir Koalisi Suriah Kolom Konferensi Bahrain Konflik Kontemplasi Krisis KSA Kudeta Kudeta Mesir Kultwit kunjungan lapu lapu Lawan Kudeta Lebanon Lebaran Legitimasi Mahasiswa Mahkamah Internasional Malaysia Maroko Masisir Masjid Media Mempersiapkan Anak Sekolah Meninggal Mesir Metro Militer Mir'ah Misi Kemanusiaan Mubarak Mursi Mursyid 'Amm Muslim Sri Lanka Muslim Suriah Naquib Al-Attas Nasihat Natal News Niswah nusantara Olahrga Opini Ormas Islam Otoritas Otoritas Palestina pahlawan Palestina Panen Raya Parade Militer Pariwisata Pasca Pembantaian PBB Pemadaman Listrik Pembakaran Masjid Pembangkangan Pembantaian PembantaianRab'ah Pembubaran Pembubaran Massa Pembubaran Partai Pemerintahan pemikiran Pemilu pemuda Pemutusan Diplomatik Penangkapan Pendidikan Anak Pendudukan Zionis Pengadilan Pengepungan Penguasa Pengungsi Penjajah Penjara Penjualan Penyerangan Jamaah Perang Percaya Diri Perlawanan Pernyataan Perundingan Pilihan politik Prahara Kudeta Prancis Profesor Propaganda Kudeta Provokasi Proyek Qur'anuna Rabea Rabia Rafah Raja Muhammad Bin Salman Ramadan realitas Refleksi Remaja renungan Revolusi Rezim Rezim Suriah Rohingya RS. Midany Rusia Salahuddin Saudi Sejarah Sejarah Mesir Sejarah Palestina Modern Serangan Serangan Israel Serangkaian Bom Sikap Sinai sirah Slider Solidaritas Somalia Sri Lanka Sunnaturasulina Suriah Survey Syabab Syatir Syiria tadabbur tafakkur Tahun Ajaran Baru Tahun baru hijriah 1438 talmud Taman Kanak-kanak Tamarrid Tanah Air Tanah Palestina Taujih taurat Tausiyah Timteng Tokoh Tokoh Muslim Trik trump Tsaqafah Tulisan Hamka Tunisia Turki Ukhuwah ulama Ulasan Umrah US Usbu' Rahil Ust. Zulfi Akmal Ust.Irsyad Syafar Wacana Wanita Wawancara Wawasan Yahudi Yarmuk Yaser Arafat Yordania Zionis
false
ltr
item
MUSLIMIDE ONLINE: Penguasa Kata-kata
Penguasa Kata-kata
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQDjEXLxmeib1Nx2GjfxkdsWlyLqRsma0leoZ90TRbM0IA_tAIVPzgmqyBJQCSf7A2_47ilcQpIIsnKWRIf_GSe-ty3W8UzlLWz5098nz5cUOTr7E3ikfualB52Lysg2dsOe4kPhD1W5k/s320/Tan-Sri-Syed-Naquib-2.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQDjEXLxmeib1Nx2GjfxkdsWlyLqRsma0leoZ90TRbM0IA_tAIVPzgmqyBJQCSf7A2_47ilcQpIIsnKWRIf_GSe-ty3W8UzlLWz5098nz5cUOTr7E3ikfualB52Lysg2dsOe4kPhD1W5k/s72-c/Tan-Sri-Syed-Naquib-2.jpg
MUSLIMIDE ONLINE
http://muslimide.blogspot.com/2019/08/penguasa-kata-kata.html
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/
http://muslimide.blogspot.com/2019/08/penguasa-kata-kata.html
true
865542636231413322
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago